Hukum

Apakah jika KPR Ditolak DP Hangus? Jangan Mau Rugi dan Temukan Jawabannya di Sini!

4 menit

Saat akan membeli rumah atau apartemen dengan skema KPR, pasti kita akan memberikan down payment (DP) atau uang muka. Tapi, bagaimana jika pengajuan KPR kita ditolak? Apakah KPR ditolak DP hangus?

Mengikuti program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah salah satu cara yang bisa kita tempuh untuk memiliki sebuah hunian.

Pada umumnya, sebelum mengajukan KPR, kita diharuskan membayar sejumlah uang muka atau DP kepada pengembang rumah.

Besaran DP pun berbeda-beda tergantung pada kesepakatan antara penjual dan pembeli rumah.

Namun, yang pasti, semakin besar DP akan semakin kecil pula besaran cicilan rumah kamu nantinya.

Persoalannya, pengajuan KPR tidak selalu disetujui oleh beberapa bank.

Jika dianggap tidak memenuhi persyaratan dan KPR ditolak, tentu kamu harus mengurungkan niat untuk membeli rumah saat ini.

Kemudian, apakah DP yang sudah kita bayarkan akan hangus begitu saja?

Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui apakah jika KPR ditolak DP hangus!

Peraturan Terkait Sistem “KPR Ditolak DP Hangus”

Dasar Hukum DP Bisa Hangus

dasar hukum dp hangus

 

Melihat pernyataan di atas, memang ada betulnya jika DP bisa saja hangus ketika pengajuan KPR tidak diterima bank.

Kok bisa?

Beberapa pengembang memang memiliki kebijakan bahwa DP tidak bisa dikembalikan.

Maka dari itu, kita sebagai calon pembeli harus berhati-hati dalam memilih pengembang perumahan.

Ketika kita sudah terlanjur membuat kesepakatan dan pembayaran DP, maka mau tidak mau kita harus mengikuti kebijakan penjual rumah.

Sebenarnya, penghangusan DP dilakukan untuk melindungi penjual dalam bertransaksi.

Soejono Soekanto dalam bukunya yang berjudul Hukum Adat Indonesia, menjelaskan bahwa tujuan dari adanya uang muka atau panjer adalah sebagai tanda jadi.

Di dalam uang muka tersebut terdapat unsur rasa percaya di antara para pihak yang terlibat dalam transaksi jual-beli tersebut.

Uang panjer juga menimbulkan keterikatan antara pihak penjual dan pihak pembeli.

Pihak penjual terikat kewajibannya untuk memberikan produk yang terbaik, sedangkan pihak pembeli terikat untuk melunasi utangnya di kemudian hari.

Mengenai dasar hukum penghasungan DP, kita harus melihat Pasal 1464 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) yang berbunyi sebagai berikut:

“Jika pembelian dilakukan dengan memberi uang panjar, maka salah satu pihak tak dapat membatalkan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya,”.

Dengan begitu, kesepakatan mengenai penghangusan DP pun sudah sesuai dengan Pasal 1320 KUH Perdata yang berbunyi sebagai berikut:

“Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat;

  • kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
  • kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
  • suatu pokok persoalan tertentu;
  • suatu sebab yang tidak terlarang,”.

Maka dari itu, kita sebagai konsumen harus jeli saat membuat perjanjian dengan pengembang rumah.

Kesepakatan Penghangusan DP Bisa Dihapus

menghapus kesepakatan dp hangus

Kesepakatan mengenai penghangusan DP sebenarnya bisa saja dibatalkan, selama pihak pengembang dan pembeli memiliki itikad baik.

Hal ini pun tertuang dalam Pasal 1338 KUH Perdata yang berbunyi sebagai berikut,

Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang. Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik,“.

Selain itu, pertanyaan pun kembali muncul, bagaimana jika tidak ada kesepakatan sebelumnya mengenai penghangusan DP?

Jika tidak ada kesepakatan sebelumnya, artinya kedua belah pihak, baik pengembang dan pembeli rumah tidak menyepakati apa pun mengenai nasib DP rumah.

Jadi, setelah pengajuan KPR ditolak bank, DP tersebut tersebut tidak bisa hangus.

Ketika ini terjadi, ada beberapa solusi yang bisa kamu tempuh.

Pertama, meminta DP yang telah dibayarkan bisa dikembalikan oleh pengembang.

Solusi kedua, DP tidak dikembalikan, tetapi pengembang menunggu konsumen untuk mengumpulkan uang beberapa waktu ke depan sampai pengajuan KPR bisa disetujui pihak bank.

Pasalnya, jika tidak ada persetujuan mengenai nasib DP, pengembang tidak bisa menghanguskan DP begitu saja.

Hal ini pun tercantum pada aturan hukum terkait yang berlaku di Indonesia.

Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini ya!

Mengembalikan DP yang “Hangus”

dp rumah bisa dikembalikan

 

Meski pengembang menerapkan kebijakan “DP tidak kembali”, secara hukum calon pembeli rumah masih bisa meminta pengembalian DP.

Melansir Kompas.com, pakar hukum Universitas Tarumanegara, David Tobing, mengatakan bahwa konsep “DP hangus” hanya ada di lingkungan pengembang properti.

Sementara, secara hukum, DP harus dikembalikan.

“Pencantuman klausul bahwa tidak bisa dikembalikan uang yang telah diberikan bertentangan dengan UU (Perlindungan) Konsumen. Di sini yang hangus hanya uang booking fee, sementara uang muka dan uang cicilan harus tetap dikembalikan,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (22/9/2017).

Dia juga mencontohkan sebuah kasus ketika seorang calon pembeli batal membeli rumah karena pengajuan KPR-nya ditolak bank.

Saat calon pembeli tersebut hendak meminta uang DP-nya dikembalikan, pengembang menolaknya.

Akhirnya, calon pembeli tersebut mengajukan upaya hukum hingga akhirnya memenangkan gugatan.

Melansir konsultasi-hukum-online.com, dasar dari pengembalian DP setelah KPR ditolak adalah Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Pada pasal 18 ayat (1) huruf c berbunyi sebagai berikut,

“Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan klausul baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian apabila menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali uang yang dibayarkan atas barang dan/atau jasa yang dibeli oleh konsumen,”.

Dari pasal tersebut, diketahui bahwa DP bisa dikembalikan meski pengajuan Kredit Pemilikan Rumah ditolak pihak bank.

Dengan begitu, uang konsumen yang bisa hangus hanyalah booking fee.

Cara Mencegah “KPR Ditolak DP Hangus”

solusi cegah dp hangus

 

Agar tidak ada kejadian “KPR ditolak dp hangus”, kita harus menyiapkan sejumlah antisipasi.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah hal tersebut:

1. Simulasi KPR

Sebelum membeli rumah, sebaiknya kamu melakukan simulasi KPR di bank untuk mengetahui apakah dengan pendapatan kita saat ini, sudah layak untuk bisa mencicil rumah atau belum.

Jika menurut bank belum layak, sebaiknya kita menabung lagi hingga tabungan kita semakin banyak dan lebih mudah mengajukan KPR.

2. Mencari Pengembang Terpercaya

Carilah pengembang yang tidak licik dan menerapkan skema “KPR ditolak dp hangus”.

Kalau perlu, buatlah perjanjian terlebih dulu di awal, agar ketika pengajuan KPR ditolak, kita tetap mendapatkan kembali DP yang telah dibayarkan.

3. Tidak Tergiur Beli Rumah Cepat-Cepat

Saat melihat rumah yang bagus, tentu kita memiliki keinginan untuk membeli rumah segera.

Namun, ada baiknya kita tidak terburu-buru dan melihat kembali kondisi keuangan kita serta kebijakan yang diterapkan pengembang.

4. Melunasi Utang

Salah satu penghambat dalam pengajuan KPR adalah bank mengetahui bahwa kita memiliki utang.

Maka dari itu, lunasilah utang sebelum memantapkan diri mengajukan KPR ke bank.

***

 Itulah ulasan mengenai nasib DP yang terlanjur dibayarkan saat pengajuan KPR ditolak.

Semoga artikel ini menjawab rasa penasaran Sahabat 99.

Yuk, nabung supaya bisa beli rumah impian kita!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di Bandung, bisa jadi Podomoro Park Bandung adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts