KPR

Pilih KPR Syariah atau Konvensional? Ini Panduan Lengkapnya!

2 menit

Bingung menentukan pilihan antara KPR syariah dan konvensional? Jangan khawatir, 99.co Indonesia telah merangkum beberapa hal yang bisa kamu jadikan pertimbangan.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memang menjadi solusi pembiayaan favorit banyak orang.

Di Indonesia sendiri, produk ini tersedia dalam bentuk syariah dan konvensional.

Sayangnya, belum banyak yang benar-benar memahami perbedaan KPR syariah dan konvensional.

Sehingga kebingungan untuk menentukan pilihan.

Daripada salah pilih, pahami dulu perbedaan keduanya dalam artikel berikut ini, yuk!

Apa Itu KPR Syariah & Konvensional?

1. KPR Bank Syariah

KPR syariah merupakan produk perbankan yang menganut prinsip Islami.

Artinya, setiap sistem yang dibuat berpatokan pada Syariat Islam, sehingga diyakini lebih aman bagi muslim.

Terutama berkaitan dengan bunga bank yang dipandang sebagai riba di agama Islam.

Produk ini biasanya dikeluarkan oleh perbankan Syariah, meski ada pula bank konvensional yang menawarkan produk pembiayaan syariah.

2. KPR Bank Konvensional

Sementara KPR bank konvensional merupakan produk yang sudah umum dikenal oleh masyarakat.

Proses pembiayaannya melibatkan skema bunga, di mana bunga cicilan akan disesuaikan dengan suku bunga BI yang berlaku saat itu.

Singkatnya, KPR konvensional berpatokan pada prinsip ekonomi secara umum.

Baca Juga:

Contoh Simulasi KPR Syariah & Jenis Akad yang Harus Dipahami

Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional

pembelian rumah syariah

Sumber: kompas.com

1. Akad Perjanjian KPR

Perbedaan pertama kedua produk pembiayaan ini adalah, akad atau kontrak perjanjian yang digunakan.

Dalam KPR konvensional yang dipakai hanya akad jual beli, dimana terjadi pertukaran antara uang dan rumah.

Sementara dalam kredit rumah syariah, akadnya terbagi menjadi:

  • Akad kepemilikan bertahap atau Musyarakah Mutanaqishah
  • Akad sewa atau Ijarah
  • Akda sewa beli atau Ijarah Muntahua Bittamlik

2. Nilai Angsuran untuk Pembiayaan Rumah

Nilai angsuran bergantung pada harga rumah, masa tenor, dan bunga pinjaman.

Jika menggunakan KPR konvensional, ada kemungkinan nominal ini berubah setiap tahunnya.

Terlebih jika kamu menggunakan suku bunga fluktuatif.

Sementara jika menggunakan pembiayaan syariah, nominal angsuran tidak akan pernah berubah.

Sebab nilai angsurannya sudah dikalkulasi sedari awal tanpa perhitungan bunga.

3. Bunga Pinjaman untuk Pembiayaan Rumah

Ada dua jenis bunga pinjaman dalam KPR konvensional, yakni bunga tetap (flat) dan bunga mengambang (fluktuatif).

Apapun yang dipilih, umumnya selama 3-5 tahun pertama kamu maish bisa menikmati bunga rendah.

Kemudian barulah bunga pinjaman akan naik mengikuti suku bunga BI.

Namun dalam kredit syariah, tidak ada sistem bunga karena yang digunakan adalah margin keuntungan.

Margin keuntungan dalam kredit rumah syariah sudah ditetapkan sejak awal akad perjanjian.

4. Masa Tenor Pinjaman

Sistemnya yang berbunga memungkinkan bank konvensional untuk memberi tenor jangka panjang pada nasabah.

Bahkan tenornya bisa mencapai 20 tahun.

Sementara di bank syariah, tenor kredit paling lama adalah 15 tahun.

Hal ini karena tidak ada sistem bunga dalam kpr bank syariah, sehingga mereka tidak akan diuntungkan dengan tenor yang panjang.

5. Penalti dan Denda Keterlambatan

Pada KPR konvensional, ada penalti jika kamu melunasi kredit lebih cepat dari masa tenor.

Sebab pelunasan awal ini membuat bank tidak jadi mendapat keuntungan dari bunga kredit.

Namun sebaliknya, jika terlambat mengangsur denda yang diberikan tak mahal.

Hanya sekitar 1% dari nilai angsuran nasabah.

Pada kredit syariah, tidak ada penalti jika kamu melunasi angsuran lebih cepat.

Sayangnya, jika terlambat membayar angsuran kamu bisa mendapat denda hingga 5% dari nilai cicilan.

Baca Juga:

Selain KPR Syariah, Ini 5 Cara Lain Beli Rumah Tanpa Riba!

Lantas, Manakah yang Lebih Menguntungkan?

Kembali ke pertanyaan awal, manakah yang lebih menguntungkan untuk diambil?

Sebenarnya ini kembali lagi pada selera dan pandangan setiap orang.

Jika kamu ingin produk yang lebih Islami, baiknya pilih pembiayaan syariah.

Hal ini karena prinsip produknya sudah berpatokan pada syariat Islam, sehingga proses pembiayaannya tidak melibatkan bunga atau riba.

Konsekuensinya, kamu tidak akan bisa menikmati cicilan rendah karena nilai angsuran dikalkulasi berdasarkan margin keuntungan.

Selain itu, kamu harus tepat waktu menyetorkan angsuran jika tak ingin mendapat denda hingga 5%.

KPR Syariah Termurah

Jika sudah yakin untuk mengambil KPR bank syariah, saatnya menentukan bank yang tepat.

99.co Indonesia telah merangkum beberapa bank yang cukup menarik untuk dipilih.

Bisa dibilang, bank-bank ini menawarkan KPR syariah termurah dibandingkan bank lain.

  1. BNI Syariah, dengan DP sesuai dengan ketentuan FTV BI dan maksimum pembiayaan Rp25 miliar.
  2. BRI Syariah, dengan DP minimal 10% dan maksimum pembiayaan Rp3,5 miliar.
  3. BCA Syariah, dengan DP 10% dan margin efektif 16% per tahun.

***

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Malang dan sekitarnya?

Temukan beragam pilihan menarik di 99.co/id.

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts