KPR

KPR Syariah Semakin Diminati karena Alasan Ini. Siasat Beli Rumah tanpa Rugi?

2 menit

KPR syariah menunjukkan perkembangan yang positif seiring berjalannya waktu, terutama di tahun 2020. Ketahui sebabnya pada ulasan berikut ini!

Di masa pandemi ini, penjualan rumah terlihat masih stabil.

Industri properti merupakan satu dari sedikit cabang sumber ekonomi negara yang masih berjalan dengan lancar.

Di bulan Mei lalu, data Statistik Perbankan Syariah (SPS) yang dirilis oleh OJK di bulan Juli menunjukkan angka pemilikan rumah.

Dalam data tersebut, tercatat pembiayaan Unit Usaha Syariah dan Bank Umum syariah dalam kategori kepemilikan hunian mencapai Rp86 ribu triliun.

Nilai di atas menunjukkan peningkatan sekitar 16% dari tahun sebelumnya yang berhenti pada angka Rp74 ribu triliun.

Berdasarkan data tersebut, terbukti KPR syariah lebih diminati oleh masyarakat luas ketimbang KPR konvensional.

KPR Syariah Semakin Diminati, Disebut Sebagai Tren Positif

negosiasi

Dilansir dari Kompas, tren perkembangan fasilitas KPR syariah sejalan dengan sistem perbankan syariah di Indonesia.

Kredit syariah terbukti melejit lebih tinggi dibandingkan dengan KPR konvensional yang hanya tumbuh single digit.

“Tren positif KPR syariah ini juga tercermin dari hasil survei Consumer Sentiment Study H2 2020, di mana terjadi kenaikan preferensi konsumen untuk memilih KPR syariah menjadi 35% responden pada semester II 2020 dari sebelumnya 29% responden pada semester I 2020 naik,” kata Marine seperti dikutip dari Kompas, Rabu (26/08/2020).

Berbicara soal KPR konvensional, programnya mengalami penurunan yang cukup drastis.

Baca Juga:

Cara Mengajukan KPR BRI dengan Mudah | Syarat hingga Biaya

Angkanya turun ke 29% di semester II 2020, jauh dari jumlah responden sebesar 37% pada semester I 2020 lalu.

Menurut survei yang dilakukan dari Januari sampai Juni 2020 tersebut, peminat KPR konvensional terdiri dari kelas menengah ke atas.

Alasan Mengapa Kredit Syariah Digandrungi Masa

KPR syariah digemari banyak orang karena jumlah cicilannya yang tetap atau fixed rate.

Hal tersebut dinyatakan oleh 74 persen responden survey Statistik Perbankan Syariah (SPS).

Angka di atas merupakan peningkatan dibandingkan dengan jumlah 69 persen di tahun lalu.

Selain karena alasan bunga cicilan yang tetap, masyarakat lebih memilih kredit syariah karena keyakinan agama, yaitu sebesar 70% responden.

Program ini berlaku dengan menentukan suku bunga tetap karena akad kreditnya sudah didasarkan atas harga hunian.

Perjanjiannya pun tidak bisa diubah karena dilakukan sejak awal.

Maka dari itu, para nasabah KPR syariah tetap akan membayar besar cicilan yang sama sampai masa tenggang berakhir.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan KPR konvensional yang menggunakan suku bunga mengambang, atau floating rate.

Suku bunganya didasari oleh Bank Indonesia dan bisa turun naik tergantung pasar properti.

Baca Juga:

9 Syarat dan Cara Penting Melakukan Pengajuan KPR untuk Wiraswasta

Semoga ulasannya bisa bermanfaat ya, Sahabat 99…

Untuk kamu yang berencana membeli rumah lewat program KPR, bisa hitung biayanya dengan kalkulator KPR.

Pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan pilihan proyek properti idaman seperti Jakarta Garden City hanya di 99.co/id

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts