Berita

Mau Cicilan Rumah Jadi Ringan? KPR Take Over Solusinya!

30 November 2016
2 menit

Awalnya cicilan rumah tak seberapa, tapi semakin lama nominal terus berubah dan semakin mahal. Lama-lama cicilan membengkak dan terasa mencekik!  Hmm… kalau begitu, coba  KPR take over saja!

Apa sih itu?

Intinya, take over adalah solusi yang dapat membantu menurunkan cicilan rumah Anda. Berikut penjelasan lengkapnya:

Kenali Take Over KPR

Perlu Anda pahami terlebih dahulu bahwa  KPR take over adalah pemindahan pinjaman pembiayaan rumah atau KPR dari bank yang satu ke bank lainnya.

Misalnya begini, Anda sedang mengambil KPR di bank A dan cicilan mulai semakin tinggi karena persentase bunga sudah mengambang (floating).

Kemudian, Anda berharap cicilan bisa jadi kembali rendah.

Kalau Anda mengalami hal tersebut, maka gunakanlah  KPR take over.

Layanan ini adalah memindahkan KPR Anda ke bank lain yang Anda pilih. Kenapa  KPR take over bisa membantu Anda?

Apabila mengambil pinjaman KPR di bank baru, maka bunga per bulan yang biasa Anda bayar akan disesuaikan mengikuti kalkulasi bunga di bank yang baru.

Perlu diperhatikan bahwa bank seringkali menawarkan nilai bunga yang rendah secara tetap atau yang biasa dikenal dengan bunga fixed untuk kurun waktu tertentu, misalnya selama dua tahun.

Bukan hanya itu, tenor cicilan pun bisa diperpanjang, sehingga tagihan per bulan yang harus dibayarkan menjadi lebih kecil.

Berkas Pengajuan Take Over

Nah, tawaran yang menarik bukan?

Sekarang Anda ingin mengajukan  KPR take over, namun bingung bagaimana caranya?

Tenang saja, Anda hanya perlu menyiapkan beberapa berkas berikut:

  1. Fotokopi surat perjanjian kredit.
  2. Fotokopi sertifikat rumah (SHM/HGB).
  3. Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  4. Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah dibayar.
  5. Fotokopi bukti pembayaran angsuran.
  6. Buku tabungan asli bernomor rekening untuk pembayaran angsuran.
  7. Data diri (berupa fotokopi KTP, Kartu Keluarga, buku nikah, NPWP, slip gaji terakhir, surat keterangan kerja, surat keterangan penghasilan).

Bagaimana dengan Berkas Rumah?

Masalah dan pertanyaan yang muncul ketika akan mengajukan  KPR take over adalah bagaimana dengan dokumen jaminan yang ada di bank lama?

Tentunya sertifikat rumah dan berkas lainnya masih ada di bank lama, sedangkan Anda membutuhkan berkas tersebut untuk syarat pengajuan  KPR take over di bank baru.

Sebenarnya Anda tidak perlu bingung karena biasanya bank baru bisa melakukan pengecekan hanya dengan menggunakan fotokopi sertifikat.

Mengapa tampak mudah? Pihak bank baru bisa hanya memercayai berkas fotokopi karena pengecekan sudah dilakukan oleh bank sebelumnya.

Terkadang kredit akan sulit cair apabila pada waktu yang sudah ditentukan, pihak bank baru belum menerima sertifikat asli untuk syarat sebagai jaminan.

Meskipun demikian, biasanya pihak bank baru akan melunasi besaran pinjaman ke bank lama jika take over sudah disetujui.

Selanjutnya, sertifikat pun bisa diambil untuk kemudian disimpan menjadi jaminan di bank baru.

Keuntungan KPR Take Over

Sejak awal sudah dijelaskan bahwa  KPR take over sangat menguntungkan bagi Anda. Selain mendapatkan bunga yang lebih rendah, Anda juga bisa mendapatkan dana cair.

Kok bisa? Misalnya begini, harga rumah yang sedang dalam masa KPR nilainya Rp1 miliar dan cicilan yang sudah dibayarkan senilai Rp400 juta. 

Sisa cicilan yang belum dibayarkan adalah Rp600 juta dan nantinya menjadi tanggungan bank baru.

Perlu diketahui bahwa setiap nasabah memiliki kesempatan pinjaman hingga sebesar 80% dari harga rumah. 

Dengan kata lain Anda mendapatkan keuntungan tambahan tambahan dana cair senilai Rp200 juta dari total pinjaman rumah Anda. 

Dana cair ini dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya, seperti mengisi perabotan rumah Anda, mengembangkan bisnis, biaya pendidikan, dan lainnya.

Bukan hanya itu, masih banyak keuntungan dari KPR take over. Ingin tahu lebih jelasnya? Ini dia:

  • Bunga yang akan didapatkan bisa lebih rendah, sehingga Anda bisa membayarkan cicilan per bulan dengan nilai yang lebih rendah.
  • Anda bisa kembali mendapatkan bunga tetap (fixed) di bank baru, meskipun di bank lama Anda sempat terkena bunga mengambang (floating).
  • Jangka waktu pembayaran (tenor) bisa ditambah atau diperpanjang, sehingga nominal cicilan per bulan menjadi lebih rendah.

Kerugian Take Over

Layaknya dua sisi mata uang,  KPR take over juga memiliki keuntungan dan kerugian. Ini dia kerugian dari  KPR take over:

  • Proses pengajuan lebih rumit karena Anda harus berurusan dengan dua bank sekaligus.
  • Adanya tambahan biaya yang harus Anda siapkan untuk membayar denda karena melunasi pinjaman lebih cepat dari tenor yang telah disepakati. Siapkan juga dana untuk biaya pengurusan take over dari bank lama ke bank baru.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda!

You Might Also Like