Berita Ragam

Kuliah di Luar Negeri Bukan Cuma Mimpi, Cerita Ridhan Fawwaz Bisa Kamu Tiru!

4 menit

Kuliah di luar negeri, adalah mimpi bagi banyak orang dan hanya sedikit yang mampu mewujudkannya. Ridhan Fawwaz adalah salah satunya, ia berhasil meraih beasiswa untuk cicipi pendidikan di Rusia.

Berasal dari sudut Kabupaten Cianjur, tepatnya di Cibeber, tak membuat Ridhan Fawwaz takut untuk memiliki mimpi besar.

Fawwaz, sapaan akrabnya, berhasil meraih mimpi yang ia jaga sedari duduk di bangku SMA.

Ia diterima untuk melanjutkan pendidikan S2-nya di Voronezh State University, Rusia, mengambil jurusan Advertising and Public Relations.

Walau asa kuliah di luar negeri sempat redup, mimpi itu kembali menyala tatkala Fawwaz menimba ilmu di salah satu kampus swasta di Bandung.

Kepada Berita 99.co Indonesia, Fawwaz bercerita banyak mengenai permulaan ia bisa berkuliah di Rusia dan proses adaptasi yang begitu berat ketika belajar di sana.

Walau tengah sibuk dengan Ujian Tengah Semester (UTS) ia masih menyempatkan diri untuk berbincang dengan kami melalui pesan singkat WhatsApp.

Berikut cerita lengkap Fawwaz yang kuliah di luar negeri!

Menjaga Mimpi Kuliah di Luar Negeri

kuliah di luar negeri

Sejak duduk di bangku SMA, Fawwaz berkeinginan kuat kuliah di luar negeri.

Namun, harapanya tersebut tak langsung terwujud lantaran ia gagal dan akhirnya menempuh pendidikan S1 di salah satu universitas tinggi swasta di Bandung.

Lalu, mimpi itu kembali menyala saat Fawwaz mendapatkan program magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Bulgaria.

“Setelah semester 6, alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti internship program di KBRI Sofia, Bulgaria. Dari sanalah tumbuh kembali semangat untuk berkuliah di luar negeri,” ungkap Fawwaz.

Setelah mendapatkan gelar sarjana, ia tak lantas mencari kerja, tetapi langsung menuju ‘Kampung Inggris’, di Pare, Kediri.

Tujuanya untuk memperdalam kemampuan bahasa Inggris dan mencari informasi beasiswa.

“Setelah satu bulan berlalu di Pare, saya mendapatkan informasi bahwa ada satu program beasiswa yang sedang buka yaitu Russian government scholarship.”

“Terdapat program Russian Government Scholarship yang di mana mananggung semua biaya pendidikan dari awal sampai selesai dan memberikan uang saku setiap bulannya kepada para awardee.”

“Saya mengikuti seleksi berkas diawal. Lalu dinyatakan lolos untuk tahap wawancara di Jakarta. Satu bulan setelah itu saya dinyatakan lolos sebagai scholarship awardee,” tutur Fawwaz.

Proses Adaptasi Bahasa yang Tak Mudah

kuliah di rusia

Perjuangan tak berhenti di sana, seusai berhasil pergi ke Rusia untuk melanjutkan pendidikan, tantangan selanjutnya adalah adaptasi bahasa.

Pasalnya, proses pembelajaran di sana menggunakan pengantar bahasa Rusia.

Ia mengaku, perlu perjuangan setiap harinya untuk mengerti dan mempelajari setiap materi perkualiahn.

“Kesulitan paling besar belajar di sini adalah bahasa. Semua pembelajaran di kelas menggunakan pengantar bahasa rusia. Sehingga perlu effort yang cukup besar setiap harinya dalam mempelajari materi kuliah,” jelasnya.

Di sana, menurut Fawwaz, ada sistem lisan yang menguji kemampuan mahasiswa dalam penguasaan materi pembelajaran setiap waktunya.

“Jadi kita akan diberikan beberapa pertanyaan sesuai dengan banyaknya materi kuliah, lalu kita cukup mengambil dua pertanyaan saja yang dipilih secara acak.”

Hal itu cukup berat dan membuat nilai Fawwaz di awal semester tak maksimal.

Again, karena penguasaan bahasa yang blum lancar, sehingga kesulitan untuk menjelaskan materi kuliah yang sudah kita pelajari, sehingga nilai yang diberikan pun cukup mengecewakan,” kenang Fawwaz.




Proses adaptasi itu berlangsung hingga satu semester, sampai akhirnya ia sanggup mengimbangi sistem belajar dan kemampuan bahasa Rusia mulai ia kuasai dengan baik.

Kuliah di Luar Negeri = Kaya Pengalaman

beasiswa kuliah di rusia

Berstatus sebagai mahasiswa internasional, diakui Fawwaz membuatnya cukup sulit untuk bersaing dengan mahasiswa Rusia.

Namun begitu, tak membuat nyali Fawwaz ciut.

Di luar perkuliahan, ia mengikuti badminton club dan sering mewakili kampusnya berkiprah pada berbagai turnamen.

“Beberapa kali mengikuti badminton tournament untuk mewakili kampus dan mendapatkan gold medal mengalahkan Russian students. See? Nothing is impossible!” papar Fawwaz.

Hingga saat ini, ia sudah belajar di Rusia 2.5 tahun, selama itu Fawwaz mendapatkan banyak pengalaman dan keuntungan.

Misalnya, kini kemampuan bahasa Rusianya mumpuni, mimiliki jejaring luas dengan mahasiswa asing di penjuru dunia, hingga mendapatkan kesempatan mengikuti international conference dalam ranah penelitian.

“Serta bergabung dengan beberapa international organization yang mungkin cukup jarang di temukan di Indonesia,” tambahnya.

Kampus sendiri, dikatakan Fawwaz, menawarkan 2 pilihan untuk tempat tinggal, yakni asrama kampus dan apartemen yang harus dicari sendiri.

Ia akhirnya memilih fasilitas asrama karena berbagai alasan.

“Saya memilih untuk tinggal di asrama kampus bersama international students lainnya selain untuk meningkatkan kemampuan bahasa kita, jarak dari asrama menuju kampus pun cukup dekat.”

Terlebih jika memilih apartemen, ia harus mencari sendiri dan perlu mengeluarkan biaya sendiri.

“Jika ingin sewa apartemen, kita benar-benar harus mencari sendiri tempatnya. Tapi sekarang tidak cukup sulit untuk menemukannya, karena sudah banyak aplikasi pencarian apartemen di Rusia. Harga yang ditawarkan cukup mahal sekitar 10 ribu rubel atau 2 juta rupiah setiap bulannya,” ujar Fawwaz.

Fasilitas asrama yang disediakan cukup lengkap, di antarannya: ruang belajar, ruang kesehatan, dan area olahraga.

“Di sini setiap kamarnya sudah terdapat dapur dan toilet. Kemudian satu kamar maksimal di huni oleh 3 org pelajar. Lalu ada lift, kemudian ruang belajar di lantai 1, ruang kesehatan, dan fasilitas olahraga.”

Ketika Rindu Kampung Halaman

kuliah di rusia

Tak hanya belajar, beban berat lainnya ia rasakan ketika rindu keluarga dan kampung halaman di Indonesia.

Ia mempunyai cara sendiri untuk mengobati rasa rindunya tersebut.

“Kurang lebih sudah hampir 2,5 tahun saya tidak pulang ke Indonesia, membuat rasa rindu akan akan kampung halaman semakin memuncak,” tutur Fawwaz.

“Untuk mengurangi rasa rindu tersebut biasanya saya rutin setiap minggunya menanyakan kabar keluarga. Selain itu saya cukup aktif menggunakan social media, agar dapat melihat beberapa aktivitas teman-teman yang dirindukan dan saling memberikan support satu sama lain,” tambahnya.

Terakhir, Fawwaz memberikan petuah kepada kamu yang bermimpi kuliah di luar negeri.

Jangan menyerah dengan mimpi, itulah kira-kira yang ingin Fawwaz sampaikan.

Selain itu, mimpi harus disertai dengan keyakinan tinggi bahwa kamu mampu untuk merengkuhnya.

“Bagi teman-teman di Indonesia yang memiliki mimpi kuliah di luar negeri untuk jangan pernah menyerah sampai kalian mewujudkan mimpi tersebut.”

“Yakini bahwa everyone has their own time, so take your time and start now. Kamu akan berhadapan dengan berbagai rintangan, but don’t worry! Semua rintangan akan sesuai dengan kemampuan kamu untuk melewatinya. Jika saya bisa, maka jelas kalian pun pasti bisa!” ungkap Fawwaz.

***

Semoga kisah dari Ridhan Fawwaz dapat menginspirasi dan bermanfaat, Sahabat 99.

Ikuti informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di daerah Tangerang? Pilih saja Daru Raya!

Selengkapnya dapat kamu cek di www.99.co/id.




Insan Fazrul

Penulis 99.co Indonesia. Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, melanjutkan karier sebagai penulis lepas yang fokus dengan tema gaya hidup dan sepak bola. Kini, sepenuhnya menulis di Blog 99.co Indonesia dengan banyak membahas seputar properti, khususnya desain rumah.
Follow Me:

Related Posts