Berita Ragam

Kumpulan Puisi Senja Terbaik. Bisa Kamu Jadikan sebagai Curahan Isi Hati!

3 menit

Ingin membuat puisi senja tapi bingung harus memulainya dari mana? Sebagai inspirasi menulismu, simak beragam contoh puisi tentang senja di sini!

Senja adalah sebuah istilah untuk menunjukan waktu matahari mulai terbenam.

Biasanya, senja dikaitkan dengan perasaan cinta dan rindu dalam hati.

Tak heran jika senja banyak dinikmati oleh muda-mudi yang ingin mengungkapkan apa yang sedang mereka rasakan.

Salah satunya adalah dengan menuangkan perasaan melalui rangkaian kata yang dirajut menjadi sebuah puisi senja.

Dilansir dari kozio.com, yuk simak kumpulan puisi tentang senja sebagai contoh di bawah ini!

Kumpulan Puisi Senja Terbaik

1. Puisi Senja Tema Romantis

puisi senja tentang kesendirian

sumber: kompasiana.com

Puisi senja singkat ini cocok untuk dijadikan sebagai unggahan yang memiliki kata kata sedih di dalamnya.

“Senja Romantis” karya EM NurunNasrie

Aku berjalan
Di tengah padang
Sendiri..

Angin meliuk-liuk
Meniup ilalang
Pasir, bebatuan
Bermain tanpa batas

Di langit indah
Sekawanan burung pulang
Kembali ke sarang
Tempat menanti pasangan
Aku mengaduh

Duhai,
Aku di sini
Berkawan sepi
Langkah kaki
Semakin lelah bernyanyi

Aku masih di sini
Sendiri..
Menanti senja romantis
Mengisi hati…

2. Puisi Tentang Patah Hati

Jika puisi pendek sebelumnya tak cukup, kamu bisa menjadikan puisi di bawah ini sebagai inspirasi.

“Ingatan Kamu” karya Rara Dianda

Ku tatap senja dengan lekat sambil
Menahan perih yang mendenyut di dada
Bolehkan aku menyesal
Telah mengenalnya?

Bolehkan rasa cinta di hati ini tidak seharusnya ada?
Atau bolehkan aku
Memberontak marah pada Tuhan
Karena telah menciptakan fatamorgana ini?

Jeritan perih sedari tadi menusuk hati
Entah sudah berapa lama aku menatap langit
Yang berawarna oranye ini
Apapun yang kulakukan kuingin lupakan

Tetapi sakit
Yang menyayat hati
Masih saja
Tak bosan bersemayan di sana

Langit yang berwarna kemerah-merahan ini
Mungkin sudah bosan melihat guratan pilu
Andai kau tahu bahwa melupakanmu
Tak secepat langit indah ini menggelap

3. Puisi Tentang Rasa Cinta

puisi senja tentang rasa cinta

sumber: pixabay.com/users/le-loup-6087255

“Menjingga Bersamamu” karya Siti Nurlaela Sari

Ada kata yang sulit terucap
Ada bibir yang enggan bicara
Ada rasa yang enggan tuk diam
Ada rindu yang terus menguar

Semua itu karena kamu
Karena kamu yang kurindu
Karena kamu yang kucinta
Karena kamu rasa itu ada

Kau tahu,
Senja itu seperti kamu
Tak pernah bisa tergapai dengan jemariku
Tak bisa teraih oleh jutaan rindu

Terkadang,
Aku ingin seperti angin
Yang membawa puing kenangan
Yang membawa sejuta asa.

Aku ingin menjadi sejuta cahaya
Yang bisa membiaskan keindahanmu
Yang menjingga di langit sore
Yang bersinar layaknya senja

Tentu saja tak bisa
Aku hanyalah aku
Yang hanya punya kenangan biasa
Yang kebetulan ada kamu di dalamnya

4. Puisi Tentang Senja

“Senja yang Sepi”

Di ujung senja
Rintik hujan basahi
Jalan tergenang

Semesta sunyi
Langkah langkah terhenti
Tapak menepi

Jiwaku sunyi
Tanpa kau di sisi
Bagaikan mati
Hidupku tak berarti
Tak bisa ku berdiri




5. Puisi Senja tentang Penantian

karya sastra tema penantian

sumber: titikdua.net

“Menunggumu Dalam Senja” karya Liontin sepi

Tertembak amunisi waktu
Menembus otak
Iblisku!
Jarahilah jarak yang menjarak

Semakin meradang kaku
Beku membiru
Iblisku!
Cepatlah hancurkan pemisah itu

Cepatlah tiba bangsat
Kusedang sekarat
Berat!
Mencintaimu haruskah melara hebat

Sungguh merindumu laknat
Melarilah cepat
Merapat!
Mendo’a dalam empat roka’at

6. Puisi Senja Penuh Makna

“Aku dan Senja” karya Yunita Malistiani

Aku adalah senja
Bagai memberi bahagia
Selalu memberi cinta
Dan seolah memupuk asa

Pun senja adalah aku
Hadir antara perbedaan
Seolah memberi peringatan
Tiba waktu pergantian

Di penghujung September kering ini
Senja selalu cerah
Senja memberi cinta
Tapi tak bisa memupuk asa

Semburatnya nan jingga
Berkelumat dengan hitam
Membaur dengan gelap
Lenyap bersama kapas

Hadir dengan tangisan langit
Bersua dengan ribut
Bertanya pada senja
Engkau kenapa?

Jingga yang menua
Pada titik temu pergantian
Memberi satu suara
Aku sudah lengah.

7. Puisi tentang Masa Lalu

puisi senja tentang masa lalu

sumber: unsplash.com/@naeunani

Rasa sedih yang kamu alami bisa saja membuatmu terinspirasi untuk menuangkan kata-kata putus cinta pada puisi.

Puisi ini bisa saja menginspirasimu dalam membuat karya sastra yang mengagumkan.

“Hanya Angin Lalu” karya Siti Nurlaela Sari

Semburat jingga terbias di langit barat
Matahari seolah melambai sebelum tenggelam
Malam tiba tanpa perlu sepucuk surat
Tanpa harus berteriak jua ke seluruh alam.

Angin betiup menerpa rambutku
Dedaunan lunglai terbawa angin
Menerbangkan puing-puing asa
Berharap kenangan ikut terbang jua

Namun,
Sia-sia saja
Tak ada yang kuat menerbangkan rasa ini
Tak ada yang bisa hilangkan kenangan ini

Mata cokelatmu yang terbias mentari
Bibir tipismu melengkung tanpa henti
Harum tubuhmu berbaur lembabnya bumi
Kehangatan yang kukenang hingga kini.

Sayang,
Senja tak lagi indah tanpa hadirnya kamu
Sore tak lagi hangat tanpa pelukmu
Yang ada hanyalah rasa tuk menyendu

Kini, hanya sepi yang kunikmati
Waktu senja untuk menyendiri
Dan kenangan akan hadirnya kamu
Kuanggap hanya angin lalu Sukabumi.

***

Semoga artikel seputar puisi senja di atas bermanfaat untuk Sahabat 99.

Simak juga artikel mengenai kumpulan puisi lainnya hanya di Berita 99.co Indonesia.

Apakah kamu sedang mencari rumah berlokasi di Jakarta Barat?

Bisa jadi, Gallery West Residences adalah pilihan terbaikmu.

Selain itu, akses situs properti 99.co/id dan rumah123.com untuk temukan hunian idaman, karena kami selalu #AdaBuatKamu.




Emier Abdul Fiqih P

Sering berselancar lewat akun @emierfqh di berbagai media sosial yang ada

Related Posts