Berita Berita Properti

Kuota Pembiayaan Rumah Subsidi Ditambah Pemerintah. BTN Sebut Permintaan Sangat Tinggi!

2 menit

Tingginya peminat akan rumah subsidi, membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah kuota KPR FLPP kepada Bank Tabungan Negara. Tambahan kuota ini diharapkan dapat mensukseskan Program Satu Juta Rumah.

Beberapa waktu lalu, Kementerian PUPR baru saja mengumumkan akan menambah kuota KPR FLPP sebanyak 23.562 unit kepada BTN.

Dengan begitu, total KPR FLPP yang disalurkan oleh BTN menjadi 104.562 unit.

Direktur Consumer and Commercial Lending BTN, Hirwandi Gafar, menyambut baik inisiatif Kementerian PUPR tersebut.

“Tambahan kuota ini memang diperlukan di tengah permintaan pasar yang cukup tinggi terhadap pembiayaan rumah subsidi,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip dari Bisnis.com, Senin (9/8/2021).

Tambahan Kuota untuk Rumah Subsidi

penambahan kuota rumah subsidi

sumber: radarlombok.co.id

Dari total 23.562 tambahan kuota pembiayaan rumah subsidi tersebut, sebanyak 8.562 di antaranya akan dialokasikan untuk BTN Syariah.

Hirwandi mengatakan bahwa potensi penyaluran KPR FLPP masih cukup tinggi hingga akhir tahun 2021.

Diprediksi, hingga akhir tahun 2021, potensi tambahan penyaluran KPR untuk rumah bersubsidi ini bisa mencapai 67.619 unit.

“Kami berharap pada kuartal IV/2021 pemerintah dapat menambah lagi kuota KPR FLPP lebih dari 40.000 unit, karena permintaan dan potensi penyalurannya yang diproyeksikan masih cukup tinggi hingga akhir tahun ini,” ucap Hirwandi.

Hirwandi juga mengapresiasi Kementerian PUPR yang mendukung pemulihan ekonomi melalui sektor properti.




Selain itu, KPR FLPP juga dinilai berperan penting dalam terwujudnya Program Satu Juta Rumah.

“Kami akan terus berinovasi, bersinergi, serta melakukan pembenahan dan efisiensi dalam proses penyaluran KPR FLPP,” katanya.

Rapor Penyaluran KPR FLPP

perumahan bersubsidi di Indonesia

sumber: Antara Foto/Yulius Satria Wijaya via Indonesia.go.id

Melansir Bisnis.com, pada semester pertama tahun ini, BTN telah mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 5,59% secara year on year (yoy).

Pada periode sebelumnya, total penyaluran kredit sebesar Rp251,83 triliun.

Kemudian periode kali ini, total penyaluran kredit menjadi Rp265,9 triliun.

KPR Subsidi tercatat masih menjadi motor penggerak utama penyaluran kredit BTN dengan kenaikan sebesar 11,17% yoy.

Tercatat, pada semester I tahun 2021, jumlah kredit KPR Subsidi yang telah cair adalah Rp126,29 triliun.

Di sisi lain, kredit konsumer nonperumahan juga tercatat meningkat 17,47 persen yoy hingga menjadi Rp5,42 triliun per Juni 2021.

Pada akhir Juli 2021, BTN tercatat telah menyalurkan KPR FLPP untuk 76.381 unit dengan nilai kredit mencapai Rp11,08 triliun.

Dari total jumlah tersebut, sebanyak Rp2,02 triliun disalurkan oleh BTN Syariah.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembelian 14.202 unit rumah.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di Bali, bisa jadi Damara Village di Kuta Selatan adalah jawabannya.

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts