Berita Ragam

11 Langkah Budidaya Ikan Koi untuk Pemula. Mudah tapi Harus Telaten!

4 menit

Ikan koi merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak diminati orang. Dilihat dari tren tersebut, budidaya ikan koi pun tampaknya menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.

Banyak orang menyukai ikan koi karena warnanya yang sangat cantik.

Warna ikan koi yang paling umum dipelihara adalah kombinasi warna oranye dan putih.

Kombinasi warna yang menyegarkan mata ini bakal membuat akuarium atau kolam ikan terlihat lebih memukau.

Biaya perawatan ikan koi juga relatif lebih murah, karena ikan ini mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Selain itu, dalam feng shui, ikan koi dipercaya membawa keberuntungan karena melambangkan kekayaan, kebahagiaan, dan nasib baik.

Melihat fakta tersebut, pasti menguntungkan banget kan untuk berbisnis ikan koi?

Sebelum memulainya, kamu harus tahu terlebih dulu cara ternak ikan koi.

Nah, kali ini 99.co Indonesia akan membagikan sejumlah informasi mengenai langkah budidaya ikan koi untuk pemula.

Yuk cek uraian lengkapnya di bawah ini!

11 Langkah Budidaya Ikan Koi

1. Mencari Induk yang Berkualitas

induk ikan koi berkualitas

sumber: pertanianku.com

Langkah budidaya ikan koi yang pertama adalah dengan mencari indukan berkualitas.

Kamu bisa mendapat induk yang baik di toko ikan hias.

Namun, jika kesulitan mendapat induk yang memiliki gen bagus, kamu bisa menghubungi komunitas pecinta ikan koi.

Anggota komunitas pecinta ikan koi biasanya memelihara indukan ikan berkualitas untuk diikutkan dalam kontes.

Banyak dari mereka juga tidak memiliki waktu atau keterampilan untuk mengawinkan ikannya.

Maka dari itu, kamu bisa bekerja sama dengan pencinta ikan koi untuk mendapat induk berkualitas.

Sebagai timbal balik, kamu dapat memberikan satu atau dua ekor ikan koi hasil ternakan kamu kepada pemberi pinjaman induk ikan koi.

Lalu, bagaimana cara membedakan indukan berkualitas dan yang tidak?

Nah, berikut adalah ciri-ciri indukan ikan koi berkualitas:

  • Umur indukana jantan dan betina yang dikawinkan matang, setidaknya menginjak 2 tahun;
  • Jenis ikan koi yang dikawinkan harus sama;
  • Bentuk tubuh ideal, yaitu memiliki lekukan dan jika dilihat dari atas seperti torpedo;
  • Ikan koi berenang secara tenang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat;
  • Ikan berwarna cerah dan kontras;
  • Di dalam kolam, gerak ikan gesit dan tidak banyak diam.

2. Pembuatan Kolam Budidaya Ikan Koi

kolam budidaya ikan koi

sumber: kampustani.com

Setelah memiliki induk ikan koi berkualitas, cara ternak ikan koi selanjutnya adalah menyiapkan kolam ikan.

Sebenarnya, ikan koi mudah beradaptasi dan bisa tinggal di manapun, semisal kolam dari tanah, kolam beton, dan akuarium.

Namun, kamu harus menghindari menempatkan ikan koi dalam kolam yang terbuat dari terpal.

Idealnya, ikan koi tinggal dalam kolam plesteran seukuran 3×6 meter dengan kedalaman 60 cm dan ketinggian air 40 cm.

Kolam juga harus terkena sorot sinar matahari agar ikan koi sehat.

Selain itu, kamu harus memperhatikan lubang keluar masuk saluran air agar sirkulasi selalu terjaga.

Hal penting lainnya, kamu tidak bisa memasukkan induk ikan koi begitu kolam selesai dibuat.

Kamu harus menunggu semen kolam kering, barulah masukkan air ke dalam kolam tersebut.

Setelah mengendapkan air selama 24 jam, baru kamu bisa memasukkan ikan koi ke dalam kolam tersebut.

Untuk menghilangkan bau semen saat kolam baru dibuat, taruhlah pelepah pisang di kolam tersebut.

3. Siapkan Media Ikan Koi Bertelur

Ada beberapa langkah yang harus kamu siapkan untuk membuat media ikan koi bertelur atau kakaban:

  • Siapkan ijuk atau tali rafia dan bilah bambu (panjang tali rafia atau ijuk tergantung pada besarnya ikan koi).
  • Tancapkanlah bilah bambu di kolam sebagai penyangga ijuk atau tali rafia.
  • Rekatkanlah ijuk atau tali rafia ke bambu tersebut.

4. Cara Memijahkan Ikan Koi

media bertelur koi

Salah satu proses paling penting dalam budidaya ikan koi adalah proses pemijahan.

Cara memijahkan atau cara mengawinkan ikan koi sebenarnya tidak sulit, tetapi kamu harus memperhatikan detail langkahnya.

  • Pertama, siapkan induk jantan sekira 3-5 ekor.
    Tujuannya adalah berjaga-jaga jika ada induk jantan yang tidak sehat.
  • Kemudian masukkanlah induk betina terlebih dulu ke dalam kolam, sekira pukul 16.00.
  • Sekira 3-5 jam setelah memasukan induk betina, masukkanlah induk jantan.
  • Biasanya, proses perkawinan terjadi pada tengah malam.
  • Telur nantinya akan menempel pada kakaban pada pagi hari.
  • Setelah proses perkawinan, pisahkan induk dari kolam tersebut agar telur selamat dan tidak dimangsa induk sendiri.

5. Penetasan Telur Ikan Koi

penetasan telur koi

sumber: bibitkan.net

Langkah budidaya ikan koi selanjutnya adalah penetasan telur ikan koi.

Berikut hal yang harus kamu perhatikan saat penetasan telur ikan koi:

  • Pastikan suhu air tetap terjaga antara 27-30 derajat Celcius.
    Jika suhu terlalu dingin, larva akan lama menetas. Sebaliknya, jika suhu terlalu panas, larva malah akan membusuk.
  • Kakaban harus terendam air agar telur menetas secara baik.
  • Telur akan menetas dalam waktu sekira 48 jam.
  • Jangan langsung memberi makan karena larva masih memiliki cadangan makanan untuk bertahan 3-5 hari.
  • Setelah 5 hari, berilah pakan hidup, semisal kutu air yang telah disaring.
  • Jika ikan koi sudah sepanjang 1,5 cm, berikanlah pakan cacing sutra.

6. Pakan Ikan Koi setelah 5 Hari

Setelah larva ikan koi berumur lebih dari lima hari, kamu bisa memberikan alternatif makanan yang lain.

Beberapa makanan yang bisa dimakan larva ikan koi adalah kuning telur dan kutu air yang sudah disaring.

Jika ikan koi sudah cukup besar, kamu bisa memberikan pakan kutu air yang tidak disaring, cacing sutra, dan artemia.

7. Pemisahan Ikan Koi

Setelah ikan mulai membesar, pindahkanlah ke kolam yang terpisah dari larva dan anak ikan koi.

Kamu bisa memindahkan seekor ikan koi ke kolam ikan koi dewasa ketika umurnya sudah tiga bulan.

8. Pembatasan Jumlah Ikan Koi

pembatasan jumlah ikan koi

sumber: Jawa Pos/Adennyar Wicaksono

Salah satu cara ternak ikan koi agar berhasil adalah membatasi jumlah ikan koi dalam satu kolam.

Jangan karena ingin mendapat untung yang banyak, kamu memaksakan banyak ikan berkumpul di satu kolam.

Dalam kolam seukuran 3 x 4 meter dengan kedalaman 60 cm, hanya boleh diisi maksimal oleh 250 ekor ikan koi.

Jika jumlah ikan koi terlalu banyak, bukannya untung, pertumbuhannya malah akan terhambat.

9. Jaga Kualitas Air Kolam

ilustrasi kualitasi air kolam budidaya ikan koi

Untuk menjaga kualitas ikan koi, kamu juga harus menjaga kualitas air kolam.

Selain memastikan sirkulasi air berjalan baik, kamu harus memperhatikan agar kolam tidak keruh.

Kolam bisa keruh karena kotoran yang dikeluarkan ikan koi di dalam kolam.

10. Mengganti Air Kolam Budidaya Ikan Koi

Kamu juga harus mengganti 10% air kolam seminggu sekali.

Hal yang perlu kamu ingat adalah jangan sampai mengganti seluruh air dalam kolam, karena ikan akan memerlukan waktu adaptasi.

Pergantian air secara keseluruhan dapat membuat ikan koi stres.

Selain itu, kamu juga perlu ingat bahwa kondisi air dapat memengaruhi warna ikan koi sebanyak 20%.

Warna ikan nantinya akan memengaruhi kualitas dan harga pasaran ikan.

11. Kadar Keasaman Kolam Budidaya Ikan Koi

Langkah budidaya ikan koi yang terakhir adalah menjaga kadar keasaman kolam.

Tingkat keasaman kolam yang baik untuk ikan koi adalah pada level 6,5 sampai 8,5.

Selain itu, jika menggunakan kolam dari semen, gunakanlah pelepah pisang untuk melapisi permukaan semen.

Hal ini diperlukan untuk menghilangkan bau semen yang dapat membuat ikan koi mabuk.

***

Itulah 11 langkah budidaya ikan koi yang bisa kamu lakukan.

Semoga artikel ini menginspirasi kamu yang ingin mencoba untuk membudidayakan atau memelihara ikan koi.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Bandung?

Bisa jadi Btari Summarecon adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts