Berita

Inilah Langkah-Langkah Mengajukan KPR yang Perlu Anda Tahu!

1 Juli 2018
2 menit

Mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) bisa dibilang merupakan salah satu hal yang tricky. Agar permohonan dapat diterima, bukan hanya syarat, Anda pun perlu mengetahui secara jelas langkah-langkah mengajukan KPR.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengajukan KPR:

Langkah 1: Pilih Properti

Sebelum Anda membeli properti pastikan Anda telah memilih properti yang sesuai. Apabila properti dikelola pengembang/developer, pastikan bahwa perijinan dan reputasinya jelas. Sedangkan apabila Anda memilih properti second, pastikan juga kelengkapan dokumen-dokumennya. Selain itu kondisi properti seperti lokasi dan keadaan fisik perlu diperhatikan.

Langkah 2: Memilih Bank

Menentukan bank sebagai pemberi kredit perlu menjadi pertimbangan matang.

Biasanya orang akan memilih bank yang memberikan bunga kredit paling rendah dan persyaratan yang tidak terlalu ribet.

Pertimbangan lain memilih bank juga karena si pemohon kredit telah memiliki account/rekening di bank yang bersangkutan.

Bagi Anda yang menggunakan jasa agen properti, biasanya akan dibantu proses kepengurusan KPR hingga proses selesai.

Sementara itu, beberapa developer juga rata-rata juga melakukan kerja sama dengan bank-bank tertentu.

Langkah 3: Pengisian Formulir Kredit dan Pembayaran DP

Sebelum mengajukan kredit ke pihak bank, pemohon kredit akan diwajibkan mengisi form pengajuan kredit yang telah disiapkan oleh bank.

Pengisian form kredit juga disertai dengan penyerahan dokumen-dokumen persyaratan kredit.

Untuk properti baru, beberapa developer  akan menarik pembayaran untuk booking fee sebelum melakukan pembayaran down payment.

Besar down payment yang harus diserahkan oleh pembeli biasanya berkisar antara 30-50% dari harga jual properti atau tergantung dari ketentuan masing-masing bank.

Langkah 4: Analisis Risiko Kredit dan Survei Aset

Langkah mengajukan KPR satu ini merupakan tahapan penting.

Bank akan melakukan survey untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan Anda dalam membayar angsuran.

Besar angsuran bulanan biasanya maksimal 33.3% dari total pendapatan tetap suami/pemohon kredit, atau istri atau gabungan suami dan istri.

Bank akan melakukan cek rekening koran selama 3 – 6 bulan terakhir.

Pihak bank juga akan cek semua pengeluaran Anda per bulan dengan cara memanggil Anda untuk wawancara dan juga melakukan pengecekan via Bank Indonesia (BI Checking).

Pengecekan tersebut meliputi :

  • Tanggungan kredit
  • Biaya hidup perbulan seperti makan, transport, sekolah anak, asuransi, dll
  • Status dalam BI, pernah menjadi BI Blacklist atau tidak.

Bank juga akan melakukan survey aset properti (property appraisal) untuk menentukan harga jual dan legalitas properti yang dimaksud:

  • Nilai aset properti sesuai harga pasar yang berlaku
  • Legalitas dokumen seperti: Sertifikat IMB, Setifikat Tanah, Sertifikat Sarusun (untuk apartemen/office space), SPPT PBB, Asuransi Unit Properti, Surat Kuasa Jual, Surat Hibah, Surat Warisan, dll,

Setelah bank melakukan survei aset properti, bank akan menentukan apabila bisa lanjut ke proses akad kredit atau masih memerlukan dokumen-dokumen tambahan untuk disiapkan.

Langkah 5: Akad Kredit

Setelah bank melakukan survey akan dilanjutkan dengan akad kredit. Sebelum terjadi akad kredit ada biaya-biaya administrasi yang harus dikeluarkan oleh pemohon kredit, biaya-biaya tersebut meliputi:

Pelunasan BPHTB – Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Besarnya 5% dari harga jual properti sebelum pajak.

Asuransi FIDUCIA (bisa juga digantikan dengan Asuransi Jiwa dengan nilai yang ditanggungkan harus sama atau lebih besar dari nilai properti yang akan dibeli)

Provisi Kredit, besarnya relatif sama pada suatu bank dengan bank lainnya

Asuransi Unit Properti (biasanya ditanggung oleh developer)

Biaya notaris untuk pengikatan kredit secara hukum

Setelah biaya administrasi kredit terpenuhi akan dilakukan penAndatanganan akad kredit antara pihak bank dan pemohon kredit.

Setelah akad kredit, bank akan mengucurkan dana kredit yang biasanya akan ditransfer langsung ke rekening pengembang/developer atau penjual apabila Anda membeli properti second.

Waktu pencairan dana kredit biasanya memakan waktu 1-7 hari kerja.

Langkah 6: Pembayaran Angsuran

Besarnya dana kredit yang dikeluarkan oleh bank menjadi nilai kredit yang wajib dilunasi sesuai jumlah dan jangka waktu yang telah disepakati pada akad kredit.

Bayarlah cicilan bulanan tepat waktu, karena akan berpengaruh terhadap pengawasan bank.

Umumnya pihak bank akan melakukan review bunga kredit secara berkala setiap 3 atau 6 bulan sekali.

Langkah 7: Pelunasan Kredit

Pelunasan cicilan KPR bisa dilakukan setelah semua pembayaran cicilan bulanan dipenuhi sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan oleh bank, atau kurang dari jangka waktu yang ada.

Setelah Anda melunasi semua cicilan KPR Anda akan mendapatkan surat pelunasan utang dari bank dan sertifikat asli kepemilikan properti yang Anda beli.

Temukan informasi mengenai properti idaman Anda lainnya di blog UrbanIndo.

Tulisan ini merupakan perbaruan dari artikel Seluk-Beluk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 
Bagian 2: Langkah-Langkah Pengajuan KPR yang tayang pada 12 April 2013

editor: tiara syahra

You Might Also Like