Berita

Tak Hanya di Sulteng, Daerah Ini Disebut Berpotensi Terkena Likuifaksi

22 Oktober 2018
Likuifaksi
2 menit

Bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu mengungkap sebuah fenomena mengejutkan. Banyak rumah di Balaroa serta Petobo yang tenggalam di dalam tanah. Hal ini ternyata diakibatkan oleh tanah yang mencair atau yang lebih dikenal sebagai likuifaksi.

Likuifaksi di Petobo dan Donggala

Fenomena tanah yang mencair di Petobo dan Donggala dijelaskan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar.

Dikutip 99.co dari idntimes.com, ia menyebutkan likuifaksi dapat terjadi padai area yang terbentuk oleh tanah muda, atau masih berusia ratusan tahun.

Lebih lanjut Rudy menyebutkan…

…Akibat guncangan gempa, lapisan tanah muda tersebut pun mudah lepas sehingga tak memiliki daya dukung tanah alias amblas.

Fenomena tanah yang seolah mencair ini pun berpotensi terjadi lebih besar di area dengan lapisan pasir yang tebal.

Daerah Indonesia yang Terancam Kena Likuifaksi

Tak hanya di kedua daerah tersebut, likuifaksi atau liquefaction pun disebut-sebut bakal mengancam sejumlah daerah di Indonesia.

Beberapa waktu lalu tersebar informasi mengenai sepuluh kecamatan di Bandung yang berpotensi “tenggelam” akibat pencairan tanah.

Dikutip 99.co dari inews.id, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Bidang 1 Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (PIPW), Bappelitbang Kota Bandung, Andry Heru Santoso.

Informasi tersebut didapatkan berdasarkan riset hasil kerja sama antara Bappeda Kota Bandung dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Geodesy Research Group, dan International Decade for Natural Disaster Reduction.

Penelitian yang dilakukan sekitar tahun 1992 hingga 2000 tersebut menyebutkan bahwa Kecamatan Antapani, Astanaanyar, Bandung Kidul, Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Kiaracondong, Lengkong, dan Regol berpotensi terkena likuifaksi.

Andry pun menyebutkan, karena baru disebut berpotensi, perlu ada pendataan dan perbaruan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Penejalasan LIPI soal Potensi Likuifaksi di Bandung

Likuifaksi yang berpotensi terjadi di sepuluh kecamatan di Bandung ini kemudian dijelaskan oleh Adrin Tohari, Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI.

Adrin mengemukakan fakta bahwa tanah di bagian selatan dan timur Kota Bandung memiliki struktur lempung.

Tanah lempung tersebut terbentuk dari akumulasi endapan danau Bandung purba yang telah mengering sejak jutaan tahun lalu.

Selanjutnya, hingga kedalaman 15 meter di bawah permukaan tanah pun tidak ditemukan adanya lapisan pasir.

Wilayah yang rawan terkena pencairan tanah umumnya terdapat sumber titik gempa, memiliki muka tanah air yang dangkal, dan terdapat kandungan pasir di dalam lapisan tanah.

Itulah mengapa menurutnya secara teori, Kota Bandung tidak akan mengalami likuifaksi.

Di sisi lain, karena memiliki struktur tanah lempung lunak, jika terjadi gempa di Bandung makan getaran yang terjadi akan terasa sangat kuat.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk Anda ya, Urbanites!

Perlu diketahui, Indonesia merupakan daerah yang rawan terkena gempa bumi.

Oleh karena itu, waspada bencana harus disadari bersama.

You Might Also Like