Berita

5 Lokalisasi Terbesar di Indonesia yang Beroperasi Sampai Saat Ini

3 menit

Meskipun banyak lokalisasi terbesar di Indonesia yang kini sudah dinyatakan ditutup, namun praktik ilegal ini masih marak di berbagai wilayah lainnya.

Kalijodo, Dolly, Saritem dulu sempat begitu terkenal sebagai kawasan lokalisasi terbesar di Indonesia.

Namun, perlahan-lahan, satu per satu lokalisasi tersebut ditutup oleh pemerintah atas nama moral dan ketertiban masyarakat.

Sayangnya, banyak pihak yang meragukan tindakan penutupan tersebut bisa efektif untuk mencegah tingkah para tuna susila kembali berkeliaran.

Di sisi lain, tindakan penutupan tersebut dipandang sebagai sebuah hal yang sia-sia karena di tempat lainnya praktik ini masih marak terjadi.

Polemik pun semakin membesar karena tindakan yang dilakukan pemerintah cenderung tebang pilih dan tak merata.

Buktinya, masih banyak lokalisasi terbesar di Indonesia yang namanya tak begitu tersohor, masih aktif hingga saat ini.

Meskipun diterpa isu penutupan, toh sebagian besar dari lokalisasi tersebut tetap berdiri kokoh dan tetap beroperasi tanpa kendala.

Berikut ini beberapa lokalisasi terbesar di Indonesia yang masih aktif beroperasi jual beli lendir hingga saat ini.

5 Lokalisasi Terbesar di Indonesia yang Masih Aktif Hingga Kini

1. Sintai, Batam

lokalisasi terbesar di Indonesia

Sumber: tribunnews.com

Salah satu lokalisasi terbesar di Indonesia yang masih aktif saat ini yaitu lokalisasi Sintai di Batam.

Pusat lokalisasi legal ini tepatnya terletak di Tanjung Uncang, Batuaji, sekitar 30 km arah barat daya dari Kota Batam.

Meskipun lokasinya terletak di Kota Batam, namun tanpa diduga ternyata banyak wanita tuna susila (WTS) yang asalnya dari Jawa Barat.

Menurut data yang dihimpun oleh opsi.id, setidaknya sekitar 300 WPS atau 70 persen di antaranya merupakan warga Jawa Barat.

Sangat mengejutkan ya!

2. Sarkem, Yogyakarta

lokalisasi terbesar di Indonesia

Sumber: liputan6.com

Sarkem, begitulah orang-orang lebih mengenal nama salah satu lokalisasi terbesar di Indonesia yang ada di Kota Yogyakarta ini.

Sarkem merupakan akronim dari nama Pasar Kembang yang menjadi pusat mangkalnya para WTS di wilayah Yogyakarta.

Siapapun yang pernah ke Malioboro pasti takkan kesulitan menemukan Sarkem yang letaknya memang persis saling berdampingan.

Hal paling menarik dari lokalisasi Sarkem adalah sejarahnya yang panjang yang dimulai sejak era kolonial Belanda sejak tahun 1818.

Baca Juga:

Bule Jatuh Miskin & Rugi Miliaran Rupiah Setelah Nikahi Wanita Indonesia

3. Gang Sadar, Banyumas

lokalisasi terbesar di Indonesia

Sumber: tribunnews.com

Beberapa waktu silam, tersiar kabar bahwa lokalisasi Gang Sadar di Banyumas akan ditutup oleh pemerintah.

Namun, hingga kini proses tersebut masih belum menemui titik terang dan belum direalisasikan.

Lokalisasi Gang Sadar merupakan tulang punggung kedua setelah objek wisata Baturraden bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

Ketika Baturraden ramai, Gang Sadar pasti ramai, dan ketika Baturraden sepi, Gang Sadar tetap ramai.

Itulah mengapa, kawasan ini sangat diandalkan oleh banyak masyarakat dan bahkan telah menjadi penopang ekonomi utama selama puluhan tahun.

4. Dadap, Tangerang

lokalisasi terbesar di Indonesia

Sumber: sindonews.com

Tak jauh dari ibu kota, tepatnya di Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang juga terdapat salah satu lokalisasi terbesar di Indonesia.

Lokalisasi ini lebih dikenal masyarakat sebagai lokalisasi Dadap dan menjadi tujuan wisata lendir alternatif bagi yang enggan menuju ibu kota.

Posisi lokalisasi ini pun sangat strategis, hanya sekitar lima kilometer saja dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Tak heran bila lokalisasi ini selalu laris tak peduli apapun musimnya.

Beberapa tahun lalu memang sempat ada tindakan penutupan, namun, warga kembali membangun bisnis prositusi di tempat tersebut karena tak ada kelanjutan rencananya.

5. Limusnunggal, Bogor

lokalisasi terbesar di Indonesia

Sumber: indoplaces.com

Tak jauh berbeda, lokalisasi terbesar di Indonesia yang terletak di Bogor ini juga pernah mengalami tindak penutupan dari pemerintah.

Namun, seolah-olah hanya gimmick, proses penutupan tersebut dan mendapatkan tindak lanjut dan kemudian dibiarkan begitu saja.

Akhirnya, para WTS eks lokalisasi Limusnunggal pun bereksodus dan menyebar ke daerah-daerah sekitarnya.

Kini, keberadaan mereka pun bak jamur di musim hujan yang semakin sulit ditertibkan.

Baca Juga:

Siapa Sangka, Tingkat Korupsi di Indonesia Tertinggi Ada di Daerah Ini!

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Jangan lupa bookmark blog 99.co Indonesia untuk informasi menarik lainnya.

Ingin cari properti? Pastikan untuk mencarinya di 99.co/id.

Elmi Rahmatika

Scribo ergo sum. I write, therefore I am.

Related Posts