Berita

Setelah Randi, 1 Lagi Mahasiswa Halu Oleo Kendari Meninggal Dunia

27 September 2019
mahasiswa kendari meninggal
2 menit

Gejolak demonstrasi mahasiswa yang menolak RKUHP berlangsung di Jakarta dan sejumlah kota lainnya di Indonesia. Sangat disayangkan, aksi ini dinodai dengan sejumlah kekerasan. Di Kendari, demonstrasi berujung dengan meninggalnya dua mahasiswa Mahasiswa Halu Oleo Kendari.

Randi, Mahasiwa Kendari yang Tewas Tertembak Peluru

Randi namanya.

Ia merupakan mahasiswa jurusan Budidaya Perairan Universitas Halu Oleo Kendari angkatan 2016.

Bersama rekan-rekan almamaternya pada 26 September 2019, Randi melakukan demonstrasi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara untuk menolak RUU KPK dan RKUHP.

Lelaki yang masih berusia 21 tahun ini dikabarkan meninggal pada hari itu dengan luka tembak di dada kanan.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi mata yang dikumpulkan tirto.id, polisi yang berjaga membuyarkan demonstran tak hanya dengan gas air mata dan meriam air, namun juga menggunakan tembakan berpeluru.

Peluru itu pun salah satunya bersarang di dada Randi yang kabarnya ditembak dari jarak dekat.

Randi roboh, lalu rekan-rekan sesama mahasiswa membawanya ke RS Korem yang berjarak sekitar 450 meter dari lokasi kejadian.

Ia langsung diberikan pertolongan dengan dipompa dadanya lima kali oleh dokter namun tak tertolong. Randi menghebuskan nafas pada pukul 15.44 WITA.

Berdasarakan keterangan dokter yang memeriksa, luka tembak yang bersarang di dada kanan tersebut memiliki kedalamam 10 cm dan lebar cm.

Hal tersebut disampaikan La Ode Pandi Sartiman, seorang wartawan dan Koordinator Divis Advokasi Aliansi Jurnalis Independen Kota Kendari.

Setelah diperiksa di RS Korem, jenazah mahasiswa Kendari tersebut dibawa ke RSUD Abunawas untuk diautopsi dan setelah dibawa pulang ke kampung halamannya.

Video Kedatangan Ayah Randi Pasca Melaut

Kabar meninggalnya Randi langsung diberitahukan sanak keluarga di Kendari pada keluarga di Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia.

Namun berita ini tidak langsung diketahui sang ayah.

Pasalnya sang ayah merupakan nelayan yang ketika itu masih berada di tengah laut untuk bekerja.

Dihimpun dari berbagai sumber, sanak keluarga harus menjemput ayah Randi dari tengah laut untuk melihat jenazah anaknya yang tewas ditembak.

Video kedatangan ayah Randi yang pulang dan mendapati rumahnya penuh orang terisak pun viral di dunia maya.

Yusuf, Mahasiswa Kendari yang Meninggal Setelah Sempat Kritis

mahasiswa kendari meninggal

Belum lagi reda luka, hari ini (27/9/19) dikabarkan ada satu lagi mahasiswa Kendari yang meninggal dunia. M. Yusuf Kardawi namanya.

Masih berusia 19 tahun, ia merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Kendari. Pada kamis (26/9/19), Yusuf mengalami luka parah di bagian kepala.

Ia dilarikan ke RS Bahteramas dan dikabarkan kritis. Berdasarkan informasi dari news.detik.com, Yusuf dioperasi pada pukul 18.45 dan tim dokter baru keluar setelah pukul 21.40 waktu setempat.

Yusuf mengalami luka bocor pada dahi kiri dengan diameter 4 cm.

Luka tersebut membuatnya kehilangan sangat banyak darah dan membutuhkan 16 kantong darah saat operasi dilakukan.

You Might Also Like