Berita Ragam

7 Manfaat Hidup Rukun di Rumah Bersama Keluarga. Belajar Saling Mengerti!

3 menit

Menjaga hubungan yang erat dalam sebuah rumah adalah kewajiban bagi setiap anggota keluarga. Untuk itu, kita perlu peka dan memahami tentang manfaat hidup rukun di rumah bersama keluarga.

Sering kali orang lupa bahwa sebenarnya keluarga berfungsi sebagai tempat pendidikan pertama sebelum masuk ke dalam tatanan masyarakat.

Banyak dijumpai orang tua yang sepenuhnya membebankan tanggung jawab pendidikan kepada lembaga pendidikan, padahal pondasi pendidikan selayaknya terbangun sejak dari keluarga.

Ini karena dari keluargalah seorang anak belajar tentang etika, sopan santun, moralitas, dan nilai-nilai kehidupan.

Selain itu, orang tua selayaknya mampu memberikan bimbingan serta edukasi agar anak memiliki tingkah laku dan pola pikir yang positif.

Dengan demikian, timbulnya stres karena hubungan yang tak harmonis dan konflik dalam keluarga dapat diminimalisir.

Yuk, simak selengkapnya tentang manfaat hidup rukun di rumah!

Manfaat Hidup Rukun di Rumah

keluarga bahagia

1. Mencegah Penuaan Dini

Manfaat hidup rukun di rumah yang pertama adalah mencegah penuaan dini, sebagai dampak positif hubungan harmonis dan minim konflik.

Keseharian keluarga kamu pasti akan dihiasi dengan sapaan hangat, senyuman, canda tawa, dan rasa bahagia sebagai keluarga.

Hal ini lebih dititik beratkan pada hubungan suami istri yang mana memang harus dijaga kesehatan hubungannya agar anak-anak juga merasakan dampak baiknya.

Baca Juga:

10 Manfaat Hidup Rukun dengan Tetangga di Rumah | Ghibah? Minggir Dulu!

2. Menurunkan Tingkat Stres

Sebagai orang tua, pasti kamu disibukkan dengan berbagai aktivitas di luar rumah; bisa jadi terkait pekerjaan atau masalah lainnya yang dapat memicu stres.

Dengan kondisi seperti ini, jika hubungan keluarga kamu tidak harmonis, tentunya tingkat stres akan semakin meningkat dan semakin membuat pening.

Selayaknya, ketika sampai di rumah, hal yang kamu dapat adalah rasa tenang berkumpul bersama keluarga.

Maka dari itu inilah pentingnya menjaga hubungan harmonis agar dapat merasakan manfaat hidup rukun di rumah.

keluarga hidup rukun di rumah

sumber: stocksy.com

3. Menyehatkan Mental

Tingkat stres yang tak kunjung reda akan terus-terusan menumpuk dan mengikis kesehatan mental.

Beda ceritanya jika kamu mampu menjaga hubungan harmonis dalam keluarga dan keluargamu berfungsi sebagaimana mestinya.

Keluarga bisa menjadi tempat mencurahkan isi hati, saling bercerita tentang hari yang dilalui, dan tentunya merasa tidak hidup sendirian.

Ketika kondisi ini tercapai, kesehatan mental kamu akan senantiasa terjaga.

4. Menguatkan Fisik

Rasa bahagia yang tercipta dari hubungan harmonis dalam keluarga juga akan berdampak baik terhadap kesehatan dan kekuatan fisik kamu.

Lalu, rasa bahagia tersebut akan berkembang menjadi keinginan untuk tetap hidup bersama keluarga lebih lama lagi.

Saat keinginan tersebut tertanam dalam hati dan pikiran, kamu akan semakin termotivasi untuk mewujudkannya dengan cara hidup sehat bersama keluarga.

keluarga sehat

5. Membantu Perkembangan Otak Anak

Setelah kebahagian pasangan suami istri tercapai, dampaknya akan otomatis terasa kepada anak-anak.

Menurut penelitian, kebahagian dan interaksi positif dalam keluarga akan membantu perkembangan otak anak.

Setiap anak tentu membutuhkan rasa aman dan dicintai dari kedua orang tua mereka agar sang anak pun terbantu dalam mengatasi kesulitan hidupnya.

6. Memaksimalkan Bakat Anak

Pada dasarnya setiap manusia tercipta berbeda-beda dan setiapnya memiliki bakatnya sendiri.

Bakat yang dimiliki setiap manusia akan semakin baik berkembang jika diasah sejak usia dini.

Untuk itu, dukungan orang tua menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan bakat anak.

bakat anak

sumber: pomelody.com

7. Menghargai Pendapat

Dalam kehidupan berkeluarga, setiap anggotanya berhak berbicara dan didengarkan pendapatnya oleh anggota keluarga yang lain ‒ bukan hanya komunikasi satu arah.

Dengan demikian, setiap anggota keluarga akan belajar pentingnya menghargai perbedaan pendapat orang.

Hal ini khususnya berlaku terhadap hubungan orang tua dan anak, di mana biasanya anak jarang diberi kesempatan untuk berpendapat dan hanya diminta untuk mendengarkan.

Dampak buruknya adalah anak jadi enggan atau bahkan tidak bisa untuk mengemukakan pendapat.

Baca Juga:

10 Tips Perencanaan Keuangan untuk Keluarga Muda. Amankan Tabungan!

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan baru di Jakarta?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts