Berita Berita Properti

Ini Manfaat Tapera yang Penting Jika Kamu Sudah Memiliki Rumah!

2 menit

Tapera adalah program baru pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Tetapi, apa manfaat tapera bila peserta sudah mempunyai rumah?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pada 20 Mei 2020.

Berdasarkan PP Penyelenggaraan Tapera Pasal 5, pemerintah mewajibkan masyarakat pekerja dan pekerja mandiri untuk menjadi peserta.

Salah satu syarat mengikuti Tapera ialah berusia paling rendah 20 tahun atau sudah menikah.

Manfaat Tapera untuk Peserta yang Sudah Mempunyai Rumah

tapera

Sumber: jawapos.com

PP tersebut mengatur proses pengelolaan dana Tapera yang mencakup kegiatan pengerahan, pemupukan, dan pemanfaatan untuk pembiayaan perumahan bagi peserta.

Program ini disebut-sebut sebagai solusi untuk memiliki rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dana yang sudah ditabung kedalam Tapera nantinya akan dijadikan sumber biaya untuk membangun rumah yang murah dan layak.

Baca Juga:

Sah! Jokowi Teken Pp Tapera. Mekanismenya Potong Gaji & Wajib untuk Pekerja

Namun, bagaimana bila peserta sudah memiliki rumah saat mendaftarkan diri dalam program Tapera?

Ini dia manfaat tapera bagi peserta yang sudah memiliki rumah.

1. Membiayai Renovasi Rumah

renovasi rumah

Dikutip dari Kompas.com, Komisioner BP Tapera, Adi Setianto, menjelaskan bahwa peserta MBP Tapera dapat memanfaatkan dananya untuk membiayai renovasi rumah.

Tapera akan memberikan bantuan dana hingga Rp15 juta per rumah.

Tapi, manfaat fasilitas tapera ini hanya bisa dipakai sekali selama menjadi peserta Tapera.

2. Manfaat Tapera Bisa Membangun Rumah di Lahan Milik Sendiri

membangun rumah

Jika tidak mempunyai rumah tapi memiliki tanah, kamu bisa mendapatkan dana Tapera berupa pembangunan rumah di lahan sendiri.

Simpanan Tapera ditetapkan sebesar 3 persen dari gaji/upah dan ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5 persen dan karyawan sebesar 2,5 persen.

Adi melanjutkan, simpanan peserta akan dikelola dan diinvestasikan oleh BP Tapera secara transparan bekerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bank Kustodian, dan Manajer Investasi.

Baca Juga:

Peserta Tapera Bisa Ajukan KPR Bunga Rendah. Kenali Dulu Syaratnya!

Peserta juga dapat memantau hasil pengelolaan simpanannya setiap saat melalui berbagai kanal informasi yang disediakan oleh BP Tapera dan KSEI.

Untuk masyarakat yang mampu (berpenghasilan cukup atau tinggi) dana yang sudah ditabungkan pada Tapera dan tidak digunakan hanya boleh diambil ketika sudah pensiun.

Seperti yang terdapat pada pasal 23 ayat 2 RUU Tapera.

List Pemotongan Gaji Karyawan / PNS

Dengan adanya Tapera, gaji karyawan akan dipotong lagi.

Adapun besaran pembayaran akan tergantung dari besaran gaji.

Semakin besar gaji, semakin besar pula pemangkasan iuran-iuran tersebut.

Berikut ini simulasi daftar pemotongan gaji pekerja penerima upah (PPU) sebesar Rp5 juta/bulan dengan status lajang.

1. Iuran Tapera (2,5%) = Rp125.000

Sedangkan sisa 0,5% lainnya akan ditanggung oleh pemberi kerja.

2. Iuran BPJS Kesehatan (1%) = Rp50.000

Sisa 4 persen lagi dibayarkan oleh perusahaan.

3. Iuran Jaminan Hari Tua (2%) = Rp100.000

Sisa 3,7% lagi akan ditanggung oleh perusahaan pemberi kerja.

4. Iuran Jaminan Pensiun (1%) = Rp50.000

Sisa 2% akan ditanggung oleh pemberi kerja.

5. PPH 21 x 5% = Rp8.750

Pajak ini dipotong dari gaji karyawan yang dihitung dari pendapatan selama 1 tahun.
Jadi, total potongan gaji per bulannya kurang lebih Rp333.750.

***

Semoga bisa memberi informasi baru untukmu, ya!

Baca berita properti lainnya dalam Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari harga rumah murah? Temukan di 99.co/id.

Follow Me:

Related Posts