Berita Berita Properti

12 Masjid Tertua di Indonesia, Bukti Perkembangan Arsitektur Nusantara

4 menit

Sejarah perkembangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara sangatlah panjang, namun bisa dilihat buktinya dari beberapa masjid tertua di Indonesia.

Masjid-masjid tertua yang ada di Indonesia ini menjadi saksi bisu bagaimana agama Islam berkembang di Indonesia hingga menjadikan negeri ini menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Bangunan masjid tersebut tak hanya berusia tau hingga berabad-abad, tapi juga menyimpan jejak sejarah akulturasi budaya Nusantara dengan agama Islam.

Ada masjid yang kental dengan sentuhan Jawa seperti Masjid Agund Demak dan bahkan ada masjid yang menggunakan arsitektur Hindu.

Mau tahu apa saja masjid tertua di Indonesia? Simak daftar berikut ini, yuk!

Masjid Tertua di Indonesia

1. Masjid Saka Tunggal, Jawa Tengah

Masjid Saka Tunggal

sumber: detik.com

Masjid Saka Tunggal tercatat sebagai masjid tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1288.

Bukti bahwa masjid ini merupakan masjid yang paling tua di Indonesia terdapat pada salah satu tiang di dalam masjid.

Pada tiang tersebut terpahat angka 1288. Berarti masjid ini dibangun sekitar lima abad setelah Candi Borobudur, lima tahun sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit, dan dua abad sebelum era wali songo.

Saat ini, Masjid Saka Tunggal telah mengalami banyak perombakan dengan sentuhan kekinian.

Namun meski demikian, sebagian besar bentuk bangunannya masih asli.

Baca Juga:

13 Masjid Terbesar di Dunia | Indonesia Masuk Urutan ke Berapa?

2. Masjid Wapauwe, Maluku

Masjid Wapauwe

sumber: republika.co.id

Masjid tertua kedua di Indonesia adalah Masjid Wapauwe yang terletak di Kaitetu, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Berdasarkan catatan sejarah, Masjid Wapauwe dibangun pada tahun 1414.

Masjid ini dibangun dengan ukuran 10 x 10 m dan menggunakan gaba-gaba (pelepah sagu) dengan atap rumbia.

Selain menjadi masjid tertua kedua di Indonesia, kabarnya Masjid Wapauwe juga menyimpan Al-Qur’an tertua di Indonesia.

3. Masjid Sunan Ampel, Jawa Timur

Masjid Sunan Ampel

sumber: republika.co.id

Masjid Sunan Ampel dibangun pada tahun 1421 oleh Raden Achmad Rachmatullah atau dikenal sebagai Sunan Ampel.

Dilihat dari arsitekturnya, masjid ini menggunakan perpaduan arsitektur Jawa kuno dengan arsitektur Islam Arab.

4. Masjid Agung Demak, Jawa Tengah

Masjid Agung Demak

sumber: popbela.com

Masjid Agung Demak dibangun pada abad ke-15 oleh Raden Patah yang merupakan sultan pertama Kerajaan Demak.

Keberadaan masjid ini sangat erat dengan penyebaran ajaran Islam di Nusantara dan disebut sebagai tempat berkumpulnya Wali Songo pada masa itu.

Arsitektur Masjid Agung Demak juga disebut sebagai cikal bakal arsitektur masjid yang menggunakan atap limas bersusun.

5. Masjid Agung Sang Ciptarasa, Jawa Barat

Masjid Agung Sang Ciptarasa

sumber: liputan6.com

Masjid Agung Sang Ciptarasa dibangun pada tahun 1478 oleh Sunan Gunung Jati dan ia menunjuk Sunan Kalijaga sebagai arsiteknya.

Sunan Kalijaga tak sendiri merancang masjid ini, tapi memboyong arsitek Majapahit bernama Raden Sepat yang waktu itu menjadi tawanan perang Demak-Majapahit.

Masjid ini terletak di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon.

6. Masjid Sultan Suriansyah, Kalimantan Selatan

Masjid Sultan Suriansyah

sumber: gontornews.com

Masjid Sultan Suriansyah, sesuai dengan namanya, masjid ini dibangun oleh Sultan Suriansyah yang merupakan sultan pertama dari Kesultanan Banjar.

Dilihat dari sejarahnya, masjid ini menjadi masjid tertua di pulau Kalimantan.

Masjid yang dibangun pada tahun 1526 ini dirancang dengan gaya tradisional khas Banjar menggunakan atap tumpang tindih dan bagian mihrabnya memiliki atap terpisah.

7. Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah

Masjid Menara Kudus

sumber: kompas.com

Masjid Menara Kudus dibangun pada tahun 1549 dan memiliki tampilan yang berbeda dari bangunan masjid pada umumnya.

Arsitektur masjid ini menggunakan arsitektur Hindu, alhasil tampilannya menyerupai sebuah candi.

Berkat tampilannya yang tak umum ini, masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di indonesia yang ikonik.

8. Masjid Agung Banten, Banten

Masjid Agung Banten

sumber: javatravel.net

Masjid Agung Banten merupakan masjid tertua di Banten karena sudah berdiri sejak tahun 1522 pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin.

Arsitektur masjid ini terlihat unik, sebab atap bangunan utamanya bertumpuk lima menyerupai pagoda.

9. Masjid Mantingan, Jawa Tengah

Masjid Mantingan

sumber: republika.co.id

Masjid Mantingan merupakan salah satu masjid yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya di pesisir utara Pulau Jawa.

Masjid ini dibangun oleh Ratu Kalinyamat pada tahun 1559

Arsitektur masjid ini juga tampil berbeda dibanding kebanyakan masjid, sebab bangunan masjid ini banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan Tionghoa.

10. Masjid Tuo Kayu Jao, Sumatera Barat

Masjid Tuo Kayu Jao

sumber: kemdikbud.go.id

Masjid Tuo Kayu Jao dijadikan sebagai salah satu cagar budaya di Sumatera Barat karena usianya yang sangat tua.

Masjid ini dibangun pada tahun 1599 dengan arsitektur khas Minangkabau yang menggunakan material-material tradisional.

Walaupun telah banyak mengalami pemugaran, bangunan masjid ini masih terjaga keasliannya.

11. Masjid Tua Palopo, Sulawesi Selatan

Masjid Tua Palopo

sumber: republika.co.id

Salah satu masjid paling tua di Indonesia adalah Masjid Tua Palopo yang merupakan peninggalan Kerajaan Luwu.

Masjid ini didirikan oleh Datu Pajung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanagi Sultan Abdulla Matinroe yang merupakan raja dari Kerajaan Luwu.

Baca Juga:

8 Masjid di Indonesia dengan Arsitektur Menakjubkan. Cocok untuk Wisata Religi!

12. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

Masjid Raya Baiturrahman

sumber: bisnis.com

Masjid Raya Baiturrahman adalah ikon Aceh yang menjadi satu-satunya bangunan yang tetap berdiri meski diterjang tsunami dahsyat pada tahun 2004 silam.

Masjid ini didirikan dibangun tahun 1878 dan baru selesai tahun 1881. 

Namun, banyak catatan sejarah yang menyebutkan bangunan asli Masjid Raya dibangun pada tahun 1612 saat pemerintahan Sultan Iskandar Muda menggunakan arsitektur khas Aceh.

Pada masa itu, masjid ini digunakan sebagai benteng pertempuran melawan Hindia Belanda yang menyebabkan bangunan aslinya terbakar.

Kemudian pemerintah Belanda membangun kembali masjid ini sebagai bentuk permintaan maaf.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Sentraland Avenue?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts