Berita Berita Properti

8 Material Ramah Lingkungan Terbaik untuk Membangun Rumah | Ada Material dari Jamur Juga!

3 menit

Sebuah konstruksi bangunan, tidak hanya harus nyaman untuk penghuni, tetapi juga ramah lingkungan. Untuk mendukung hal tersebut, semua konstruksi bangunan hunian perlu menggunakan material ramah lingkungan.

Isu lingkungan yang berkaitan dengan pemanasan global membuat gaya hidup banyak orang berubah.

Kini, lebih banyak orang menggunakan beragam barang yang lebih ramah lingkungan.

Hal ini pun turut membawa perubahan di sektor properti.

Banyak orang ingin membangun rumah menggunakan material yang lebih bersahabat dengan lingkungan.

Tentu kamu juga ingin membangun rumah yang ramah lingkungan kan?

Maka dari itu, kali ini 99.co Indonesia akan membagikan kepada kamu informasi mengenai sejumlah material ramah lingkunan untuk membangun rumah.

Material Ramah Lingkungan untuk Membangun Rumah

1. Material Ramah Lingkungan dari Tanah

dinding tanah

sumber: rammedearthworks.com

Kamu bisa lo membangun rumah bermodalkan material tanah.

Teknik ini sebenarnya telah digunakan ribuan tahun lalu dan terbukti menghasilkan konstruksi bangunan yang cukup kuat.

Cara menggunakan tanah sebagai bahan konstruksi bangunan adalah dengan memadatkannya dan menyangganya menggunakan rangka kayu.

Dengan begitu, kamu akan mendapatkan dinding yang kekuatannya tidak kalah dari beton.

Selain itu, keunggulan material ini adalah rumah terasa lebih sejuk dan alami.

Baca Juga:

Mengenal Seluk-beluk Kayu Pinus, Material Murah Berkualitas dan Ramah Lingkungan!

2. Mycelium

material ramah lingkungan dari mycelium

sumber: certifiedenergy.com.au

Material ramah lingkungan ini mungkin cukup asing di telinga banyak orang.

Material ini terbuat dari jamur yang tumbuh di limbah pertanian, semisal jerami.

Mycelium biasa digunakan sebagai perekat bahan bangunan.

Selain itu, mycelium juga bisa digunakan sebagai pengganti panel dinding, peredam suara di studio musik, dan insulator ruangan saat musim panas.

3. Ashcrete

ashcrete

sumber: buildingmaterials.com.my

Aschrete merupakan material yang terbuat dari abu terbang dan berfungsi sebagai perekat.

Abu terbang ini dihasilkan dari pembakaran batu bara.

Kekuatan daya rekat ashcrete sangat tinggi dan tidak kalah dari semen.

Sampai saat ini, pemanfaatan ashcrete sebagai perekat bangunan masih terus dikembangkan.

4. Batang Jerami

rumah batang jerami

sumber: smarterhomes.org.nz

Jika ingin membangun rumah bernuansa tradisional dan ramah lingkungan, batang jerami adalah salah satu solusinya.

Biasanya batang jerami digunakan sebagai dinding, untuk menggantikan bata, kayu, dan gipsum.

Selain sebagai dinding, batang jerami juga bisa kamu manfaatkan sebagai isolator panas dan peredam suara.

Kelebihan material ramah lingkungan ini adalah menghasilkan insulasi yang baik jika disusun secara tepat.

5. Bambu

material ramah lingkungan dari bambu

Bambu adalah salah material yang paling sering digunakan sebagai pengganti kayu.

Selain di rumah-rumah tradisional, kini beberapa rumah makan juga menggunakan bambu sebagai dinding untuk menambah kesan alami.

Bobot yang ringan namun kuat menahan beban berat adalah kelebihan material bambu.

Selain itu, bambu juga dapat tumbuh dengan cepat di alam dan cukup mudah ditemukan.

Kelebihan lain material ini adalah dapat menjadi material bangunan tahan gempa.

6. Material Ramah Lingkungan dari Kayu

material ramah lingkungan dari kayu

sumber: oldhouseonline.com

Kayu sudah lama menjadi material yang digunakan banyak orang untuk membuat bangunan rumah.

Material ini dinilai lebih bersahabat dengan lingkungan dibandingkan beton atau baja.

Namun, penggunaan kayu juga harus diimbangi dengan pengelolaan hutan yang baik.

Penggunaan kayu dapat memberikan kesan tradisional dan hangat pada interior rumah.

7. Hempcrete

rumah dari hempcrete

sumber: cannabisreportworld.com

Pernahkah kamu mendengar material hempcrete?

Material ini berasal dari serat tanaman hemp.

Serat tersebut kemudian dicampur dengan kapur untuk membuat sebuah material yang mirip dengan beton.

Kelebihan material ini adalah memiliki bobot yang ringan namun dapat menahan beban yang berat.

8. Batu Alam

dinding batu alam

sumber: homezideas.com

Material ramah lingkungan yang terakhir adalah batu alam.

Batu alam banyak digunakan untuk membuat dinding eksterior, tangga, dan lain-lain.

Batu alam dapat menghadirkan kesan alami pada lingkungan rumah kamu.

Kelebihan material ini adalah tahan terhadap goresan dan tahan lama.

Baca Juga:

9 Teknologi Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Nilai Jual Rumah. Canggih & Keren!

Itulah 8 material ramah lingkungan untuk membangun rumah rekomendasi 99.co Indonesia.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang sedang mencari material pembangunan rumah.

Kamu sedang mencari rumah di Tangerang?

Bisa jadi Atlanta Village Gading Serpong adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts