Berita

Negaranya Mati Listrik, Australia Gratiskan Iuran. Kalau Indonesia?

5 Agustus 2019
mati listrik indonesia
2 menit

Di zaman yang serba modern seperti sekarang, manusia sangat bergantung pada listrik untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Namun, bagaimana jadinya jika terjadi mati listrik dalam beberapa jam ke depan?

Minggu kemarin (4/8/2019), masyarakat di beberapa wilayah di Pulau Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten mengeluh karena tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

Pasalnya, terjadi pemadaman listrik dari siang hari yang berlangsung hingga malam hari.

Selain itu, kondisi ini juga turut memengaruhi sinyal operator seluler yang tentunya menghambat komunikasi.

Mati Listrik Setengah Hari, Australia Gratiskan Iuran Sebulan

mati listrik indonesia

Ternyata, mati listrik hingga setengah hari pernah terjadi juga di Australia.

Seperti dilansir dari internasional.kompas.com, salah seorang warga Indonesia yang menetap di Australia dibuat kagum dengan penanganan pemerintah ketika terjadi pemadaman.

Singkat cerita, terjadi gangguan listrik akibat pohon yang tumbang di sebuah kawasan di Australia.

Dengan sigap, perusahaan listrik di sana langsung membereskan masalah tersebut.

Setelah sekitar setengah hari, listrik pun akhirnya kembali normal.

Beberapa hari kemudian, rumah-rumah yang terkena pemadaman tersebut diberikan kompensasi berupa cek sebesar 90 dolar Australia (sekitar Rp900 ribu-an).

Kurang lebih, nominal tersebut sama dengan membayar listrik selama sebulan di sana.

Baca Juga:

Tren Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Sumber Listrik Terhemat!

Petinggi Negara di Jepang Membungkukkan Badan Jika Terjadi Pemadaman Listrik

Jepang adalah negara lainnya yang memiliki cara tersendiri dalam menghadapi permasalahan yang satu ini.

Seperti dilansir dari liputan6.com, Tulus Abadi selaku Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut petinggi negara Jepang akan membungkukkan badan ketika terjadi pemadaman listrik.

“Menteri Energi Jepang membungkukkan badan 20 menit sebagai bentuk permintaan maaf pada rakyat Jepang,” ungkap Tulus.

Dirut PLN Minta Masyarakat untuk Ikhlas

Jika dibandingkan dengan negara maju, Indonesia terlihat menggunakan cara yang sederhana dalam menangani situasi pemadaman listrik.

Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani, memimpin keterangan pers di Pusat Pengatur Beban (P2B) terkait pemadaman listrik.

Dalam kesempatan tersebut, Sripeni menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan PLN yang menderita akibat pemadaman sejak pukul 11.45 WIB.

“Nah penormalan pelanggan memang masih lama, bisa 4-5 jam lagi. Mudah-mudahan tidak lewat sampai pukul 00.00 WIB ya. Kami berupaya seoptimal mungkin,” jelas Sripeni, seperti dilansir di cnbcindonesia.com.

Penyebab Padamnya Listrik

Gangguan pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungran-Pemalang adalah penyebab padamanya listrik yang melanda sebagian wilayah di Pulau Jawa.

PLN membutuhkan banyak sekali waktu untuk mengembalikan situasi menjadi seperti sedia kala.

Baca Juga:

Tagihan Bengkak? Cek 5 Perangkat Elektronik Boros Listrik Ini di Rumah!

Malahan, beberapa wilayah ada yang tidak mendapatkan pasokan listrik lebih dari 12 jam.

***

Simak informasi dan tulisan menraik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, cari segala kebutuhan propertimu hanya di 99.co/id, ya!

 

You Might Also Like