KPR

Maturity Date Adalah Tanggal Jatuh Tempo dalam KPR. Benarkah Angsurannya Lebih Besar?

3 menit

Maturity date adalah tanggal jatuh tempo dalam sebuah masa peminjaman dana. Lalu, apa fungsinya dalam KPR? Yuk, simak uraian lengkapnya berikut ini!

Loan to maturity atau maturity date adalah salah satu unsur penting dalam kredit pemilikan rumah (KPR).

Pasalnya, ketika periode loan to maturity ini tiba, jumlah angsuran yang harus kita bayarkan kepada bank bisa berbeda dari angsuran biasanya.

Kok, bisa?

Untuk memahaminya lebih lanjut, yuk simak penjelasan lengkap mengenai maturity date berikut ini!

Maturity Date adalah Tanggal Jatuh Tempo dalam KPR. Angsurannya Lebih Besar?

1. Pengertian Maturity Date

maturity date adalah

Maturity date adalah tanggal jatuh tempo saat peminjam dana harus membayar seluruh angsuran, termasuk pokok dan bunganya.

Perbedaannya dengan angsuran reguler adalah loan to maturity berada di periode terakhir masa peminjaman atau tenor.

Sebagai contoh, Sahabat 99 membeli sebuah rumah dengan tenor KPR hingga 25 tahun.

Nah, pada tahun ke-25 lah kamu memasuki masa loan to maturity.

Pada periode tersebut, kamu harus memastikan bahwa semua pokok utang dan bunganya dapat terbayar.

2. Jumlah Angsuran

Jika menggunakan metode KPR reguler, biasanya jumlah angsuran yang harus dibayar saat maturity date sama seperti periode sebelumnya.

Namun, jika KPR menggunakan metode balloon payment, jumlah pembayaran saat maturity date dapat jauh lebih besar.

Sebagai informasi, balloon payment adalah salah satu metode kredit yang menetapkan pembayaran angsuran ringan di awal masa kredit.

Namun, kamu harus berhati-hati karena beban kredit akan dilimpahkan pada dua tahun terakhir masa tenor.

Pilihan Saat Menghadapi Maturity Date

Saat menghadapi tanggal jatuh tempo masa peminjaman, tentu sebaiknya kita melunasinya.

Namun, terdapat beberapa pilihan jika kita tidak bisa melunasinya secara tepat waktu.

Pilihan-pilihan yang bisa kamu ambil menjelang maturity date adalah sebagai berikut.

1. Melunasi Pinjaman Lebih Cepat

Hal terbaik saat menghadapi tanggal jatuh tempo KPR tentu dengan melunasinya.

Jika kamu tidak memiliki masalah keuangan, sebaiknya tidak perlu menunda pelunasan, ya!

Setelah lunas, kamu pun bisa langsung segera mengurus surat roya.

2. Restrukturisasi Kredit

restrukturisasi kredit



Kamu juga pasti bertanya-tanya, ‘kan, bagaimana jika kita mengalami kesulitan finansial menjelang maturity date?

Nah, jika hal itu terjadi, salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah mengajukan restrukturisasi kredit.

Jika bank menyetujui pengajuan restrukturisasi kredit, kamu bisa mendapat bantuan berupa

  • penurunan suku bunga kredit,
  • perpanjangan jangka waktu kredit,
  • pengurangan tunggakan bunga kredit,
  • pengurangan tunggakan pokok kredit,
  • penambahan fasilitas kredit, dan
  • konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.

3. Top Up Kredit

Pilihan lain yang bisa kamu lakukan saat mengalami kesulitan finansial jelang masa loan to maturity adalah mengajukan top up kredit.

Dengan mengajukan top up, bank akan menambah kredit kamu.

Fasilitas ini akan memberikan waktu lebih banyak untuk mengembalikan pinjaman.

Risiko dari opsi ini adalah jumlah utang kamu menjadi bertambah.

Tips Menghadapi Maturity Date

Maturity date adalah salah satu periode penting dalam masa peminjaman dana KPR.

Maka dari itu, agar cicilan KPR berjalan lancar sampai lunas, kamu dapat melakukan beberapa hal.

Yuk, simak tips di bawah ini!

1. Mengelola Keuangan

mengelola keuangan menghadapi maturity date

Ketika memiliki utang atau tanggungan cicilan KPR, kamu harus pintar dalam mengelola keuangan, apalagi jika cicilan kredit menggunakan metode balloon payment.

Dengan metode tersebut, tentu jumlah cicilan menjadi lebih besar menjelang berakhirnya masa tenor.

Maka dari itu, gunakanlah skala prioritas saat mengelola pengeluaran setiap bulannya.

2. Periksa Riwayat Kredit

Selain pengelola kekuangan yang baik, kamu juga harus memeriksa riwayat kredit kamu.

Pasalnya, jika nantinya kamu mengajukan top up atau restrukturisasi kredit, bank akan memeriksa riwayat kredit kamu.

Jika ditemukan masalah dalam riwayat kredit, tentu bank pun akan sulit mengabulkan pengajuan top up atau restrukturisasi kredit.

3. Pastikan Dokumen Lengkap

Jika hendak mengajukan restrukturisasi kredit, pastikanlah semua dokumen, termasuk yang berhubungan dengan keuangan sudah lengkap.

Hal tersebut berguna sebagai pertimbangan penting sebelum bank mengabulkan permohonan restrukturisasi kredit.

***

Itulah seluk-beluk mengenai maturity date dan tips saat menghadapinya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99, ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di Jakarta Utara, bisa jadi Manhattan Residence adalah jawabannya.

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts