Tips & Trik

MAU JADI AGEN PROPERTI ? SIMAK DULU 5 UNSUR PENTING INI !

3 Agustus 2017
MAU JADI AGEN PROPERTI ? SIMAK DULU 5 UNSUR PENTING INI !

MAU JADI AGEN PROPERTI ? SIMAK DULU 5 UNSUR PENTING INI !

Broker atau agen properti memegang peranan penting dalam industri properti.  Lewat peranan mereka,  penjualan sebuah produk properti dapat moncer atau laris manis diburu konsumen.  Bagi agen properti,  bisnis properti tentu sangat menggiurkan karena persenannya yang cukup besar.  Namun,  apakah menjual suatu produk properti itu mudah? Belum tentu.  Seorang agen juga harus memiliki ilmu yang harus dipelajari.  Berikut 5 kecapakan yang harus dimiliki seorang broker atau agen properti.

MAU JADI AGEN PROPERTI? SIMAK DULU 5 UNSUR PENTING INI !

MAU JADI AGEN PROPERTI? SIMAK DULU 5 UNSUR PENTING INI !

1. Unsur fisik (tangiable)

Tangiabel adalah unsur-unsur fisik yang kudu dimiliki oleh seorang agen misalnya fisik kantor yang baik,  cabang yang jamak,  agen-agen yang rapi.  Unsur-unsur seperti ini tentu akan membuat konsumen merasa nyaman dan merasa mendapat pelayanan yang baik.  Coba bayangkan jika calon pembeli datang ke kantor broker yang kumuh atau jelek.  Tentunya mereka akan malas duluan.

2. Keyakinan (assurance)

Unsur ini berhubungan dengan keyakinan dan keamanan. Konsumen tentu akan memilih agen yang akan membuat investasi mereka aman.  Yang paling ditakutkan oleh konsumen adalah jika properti yang mereka beli ternyata bermasalah. Oleh karena itu,  adanya keyakinan konsumen agar investasi mereka aman perlu dimiliki agen.

Baca Juga :  Mudik Lebaran, Ini Tips Biar Rumah Tetap Aman!

3. Kecakapan (reability)

Reability adalah unsur keandalan.  Calon pembeli yang merasa broker properti andal akan yakin bahwa broker properti akan menepati janjinya.  Jika bertemu dengan klien,  para agen akan selalu tepat waktu dan tidak obral janji.  Tak hanya itu,  keandalan teknologi juga membuat konsume  lebih nyaman.  Banyaknya listing yang dimiliki broker adalah salah satu keandalan yang dimiliki broker.

4. Ketanggapan (responsiveness)

Responsiveness berkaitan dengab unsur kecepatan.  Siapa yang tidak ingin propertinya terjual dengan baik dan cepat.  Oleh karena itu agen properti harus bisa cepat dan tanggap jika terjadi masalah.  Sebagai contoh kasus,  jika urusan jual beli melibatka  pihak ketiga seperti notaris dan bank,  maka sistem yang ada harus bisa membantu si pembeli properti untuk mendapatkan notaris dan approval dari bank dengan cepat.

5. Pendekatan Personal (empathy)

Empathy atau pendekatan individu di sini dalam pengertian agen properti harus mampu membangun hubungan yang baik dengan para klien.  Agen properti harus memiliki pendekatan yang baik dengan para klien dan mengerti kebutuhan klien.

Baca Juga :  Dapur Tidak Nyaman? Jangan-Jangan Anda Melakukan Kesalahan Ini!
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like