Gaya Hidup Kesehatan

Melanoma Adalah Jenis Kanker Kulit yang Paling Berbahaya. Cek Gejalanya!

4 menit

Tahukah kamu, melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang disebut paling berbahaya. Penyakit ini umumnya menyerang orang yang tinggal di kawasan tropis seperti Indonesia. Berikut penjelasan lengkap terkait melanoma yang perlu kamu pahami!

Tiba-tiba ada tahi lalat baru yang muncul di tubuhmu?

Parahnya, tahi lalat ini menimbulkan rasa perih yang tak kunjung?

Hati-hati, bisa jadi ini merupakan gejala awal melanoma, Sahabat 99.

Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit, berikut informasi selengkapnya!

Melanoma Adalah Jenis Kanker Kulit Berbahaya

melanoma adalah jenis kanker kulit

Sumber: eltribuno.com

Untuk kamu yang tidak familiar, melanoma dikenal sebagai jenis kanker kulit yang paling berbahaya dan serius.

Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada sel yang bertanggung jawab memproduksi melanin atau melanosit.

Melanin sendiri merupakan pigmen yang memberi warna pada bagian kulit, rambut, hingga bola mata manusia.

Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan sel yang abnormal baik di punggung, kaki, lengan, maupun wajah, seperti gejala kanker kulit pada umumnya.

Untuk melanoma sendiri, pertumbuhan sel akan tampak seperti tahi lalat di kulit.

Bintik ini kemudian akan menyebar ke sekitarnya dan bahkan masuk ke organ dalam seperti hati, tulang, atau paru-paru.

Tak jarang, bintik melanoma muncul di lapisan bawah selaput putih mata pasien.

Berbagai Tipe Kanker Melanoma

1. Superficial Spreading Melanoma

Kanker melanoma terbagi menjadi empat jeni atau tipe, Sahabat 99.

Pertama ada superficial spreading melanoma, tipe yang paling umum diderita pasien.

Bintik tahi lalat biasanya akan muncul di permukaan anggota tubuh dengan bentuk yang tidak simetris dan berantakan.

Tak hanya itu, tahi lalat akan menyebar perlahan dan kamu tidak bisa menghilangkan tahi lalat ini dengan cara biasa.

2. Nodular Melanoma

Berikutnya ada nodular melanoma, yang gejalanya muncul di area kepala dan leher.

Tipe melanoma ini adalah yang pertumbuhannya paling cepat dan agresif.

Ia tumbuh di area baru secara tiba-tiba, bahkan meski di area tersebu tidaka da tahi lalat sebelumnya.

Dari segi bentuk, nodular melanoma cenderung tebal dibanding bintik melanoma lainnya.

Warnanya bisa hitam, merah, pink, atau bahkan menyerupai warna kulitmu.

3. Lentigo Maligna Melanoma

Dibanding kedua tipe melanoma sebelumnya, tipe ini lebih jarang terjadi.

Tak hanya itu, lentigo maligna melanoma cenderung menyerang mereka yang berusia lanjut.

Tampilannya lebih seperti noda membandel di permukaan kulit dengan warna kecokelatan.

4. Acral Lentiginous Melanoma

Terakhir, ada tipe acral lentiginous melanoma yang paling langka.

Tipe ini lebih sering ditemukan pada orang yang memiliki kulit gelap dan kemunculannya sama sekali tak dipengaruhi sinar matahari.

Bintik melanoma akan muncul di area telapak tangan, telapak kaki, atau di bagian bawah kuku jari.

Faktor Risiko Melanoma Adalah

Penyebab utama terjadinya kanker melanoma sebenarnya masih belum diketahui dengan pasti.

Namun berdasarkan penelitian, faktor risiko utama kondisi ini adalah genetik dan lingkungan.

Serta paparan radiasi ultraviolet yang terlalu berlebihan setiap harinya.

Oleh sebab itu, mereka yang tinggal di kawasan khatulistiwa disebut lebih berisiko terkena melanoma.

Selain itu, berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko melanoma:

  • Memiliki kulit yang putih
  • Ada riwayat keluarga penderita melanoma
  • Sistem kekebalan tubuhnya cenderung lemah
  • Pernah mengalami luka bakar yang parah
  • Memiliki banyak tahi lalat di tubuhnya
  • Mengalami freckles atau bintik cokelat pada kulit
  • Memiliki kondisi xeroderma pigmentosum, di mana sel kulit tidak mampu memperbaiki kerusakan DNA

Berbagai Gejala Kanker Melanoma

gejala kanker kulit tahi lalat

Sumber: conehealth.com

1. Gejala Melanoma yang Terlihat Adalah

Gejala kanker melanoma yang terlihat tentu saja berkaitan dengan bercak atau tahi lalat yang muncul di kulit.

Namun, bentuknya tidak sama seperti tahi lalat pada umumnya, Sahabat 99.

Untuk membedakannya kamu bisa menggunakan rumus ABCDE, yakni:

  • A untuk asimetris, merujuk pada bentuk tahi lalat yang tak beraturan
  • B untuk border, merujuk pada bagian tepi tahi lalat yang kasar dan berantakan
  • C untuk color, merujuk pada warnanya yang tak wajar seperti putih pucat, merah muda, hitam, kebiruan, atau bahkan merah
  • D untuk diameter, perlu dicatat, ukuran tahi lalat normal seharusnya tidak lebih dari 0,6 cm
  • E untuk evolving, artinya tahi lalat akan mengalami perkembangan baik dari segi ukuran, bentuk, ataupun warna

2. Gejala Melanoma yang Tak Terlihat Adalah

Tak hanya area kulit, gejala melanoma juga bisa muncul di bagian yang tersembunyi.

Area-area ini sering luput dari perhatian karena tak terlihat.

Berikut area yang mungkin menjadi tempat munculnya gejala melanoma:

  • Area di bawah kaku, biasanya dialami mereka dengan pigmen kulit gelap
  • Area selaput lendir atau mukosa, misalnya hidung, mulut, anus, dan lainnya
  • Area mata, tepatnya di bagian uvea atau lapisan di antara bagian putih mata dan retina

3. Gejala Kanker Melanoma Lainnya

Selain gejala-gejala di atas, ada beberapa gejala lainnya yang perlu kamu perhatikan.

Gejala tambahan ini biasanya terjadi jika kondisimu sudah cukup parah.

Berikut gejalanya:

  • Timbul rasa perih berkelanjutan
  • Tahi lalat terasa gatal dan nyeri jika disentuh
  • Tahi lalat pecah dan berdarah
  • Terjadi pembengkakan kelenjar
  • Timbul sesak napas
  • Nyeri tulang, jika bercak sudah mencapai permukaan tulang

Pengobatan untuk Kanker Melanoma Adalah

Untuk tahap awal, pengobatan bisa dilakukan dengan pembedahan kulit untuk mengangkat area yang bermasalah.

Namun jika kondisimu terlanjur parah, perlu dilakukan

  • Operasi tahap lanjut oleh dokter
  • Kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker
  • Terapi radiasi dengan sinar X
  • Terapi biologis untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Terapi target, menggunakan obat khusus untuk melanoma

Cara Meminimalisir Risiko Kanker Melanoma

meminimalisir risiko melanoma

Sumber: celonis.com

1. Merubah Pola Hidup yang Dijalani

Untuk menurunkan risiko kanker kulit, kamu harus merubah pola hidup.

Salah satunya dengan menerapkan pedoman gizi seimbang untuk pola makan harianmu

Tak hanya untuk menjaga asupan nutrisi, tapi juga menjaga berat badan ideal dan kesehatan sistem imun.

Selain itu, sangat disarankan untuk berhenti merokok, Sahabat 99.

Pasalnya, ada banyak bahaya rokok untuk kesehatan tubuhmu.

2. Hindari Berjemur di Siang Hari

Tubuh manusia memang membutuhkan paparan sinar matahari.

Tetapi, sangat tidak disarankan untuk terkena paparannya di siang hari ketika matahari tengah terik-teriknya.

Pasalnya, sinar matahari di siang hari memiliki lebih banyak efek buruk dibanding manfaat.

Jika memang ingin berjemur, pastikan mengikuti panduan waktu berjemur yang tepat, ya.

3. Mengenakan Pakaian Tertutup Ketika Keluar Rumah

Saat keluar rumah di siang hari, jangan lupa kenakan pakaian yang tertutup.

Ini untuk mencegah sinar matahari menumpuk di area kulit dan memicu kanker.

Tak hanya itu, sangat dianjurkan untuk menggunakan tabir surya setiap akan beraktivitas di luar.

Kadar tabir surya yang baik untuk digunakan adalah yang mengandung SPF minimal 30.

4. Olahraga Rutin dan Hindari Stres

Berikutnya, jangan lupa untuk berolahraga di rumah secara rutin.

Olahraga bisa membantumu untuk terhindar dari stres dan depresi.

Sehingga tubuh lebih sehat dan bugar, terhindar dari risiko penyakit yang mematikan.

Beberapa olahraga yang dianjurkan adalah lari, yoga, kardio, dan lainnya.

***

Semoga informasinya bermanfaat, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Ingin memiliki properti Ruko Showroom Fashion?

Kunjungi 99.co/id dan segera dapatkan hunian impianmu!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts