Berita Berita Properti

Memahami Jenis Gambar Kerja pada Ruang Lingkup Pembangunan Properti

4 menit

Sahabat 99, apakah kamu pernah mendengar dengan istilah gambar kerja? Bagi kalangan arsitek, gambar semacam ini sudah tidak asing lagi karena merupakan bagian dari pekerjaan sehari-hari. Nah, artikel ini membahas mengenai gambar kerja yang bisa kamu pelajari. Disimak, ya.

Dalam pembangunan properti khususnya rumah, ada banyak sekali tahapan yang harus dikerjaan dari nol sampai selesai.

Salah satu yang dikerjakan adalah gambar kerja.

Menurut arsitek Bondan Prihastomo, gambar kerja adalah gambar acuan yang digunakan untuk merealisasikan antara ide ke dalam wujud fisik.

Dalam prosesnya, kontraktor pelaksana lapangan akan meminta gambar ini kepada arsitek untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan proyek.

Gambar semacam ini harus bisa dibaca dan dipahami oleh kontraktor pelaksana dengan spesifikasi dan syarat-syarat teknik pembangunan yang jelas, lengkap dan teratur.

Selain itu, perhitungan kuantitas pekerjaan dan perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan juga harus, jelas, tepat, dan terinci.

Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari pengguna jasa, gambar kerja dianggap sebagai rancangan akhir dan siap digunakan untuk proses selanjutnya.

Makanya, semua itu harus dipersiapkan dengan baik.

Manfaat dan Fungsi Gambar Kerja

Dengan adanya gambar semacam ini, maka akan memudahkan semua pihak terkait yang terlibat dalam proses pembangunan rumah tersebut.

Gambar kerja yang dibuat harus secara rinci, lengkap dan akurat guna memudahkan kontraktor dan pihak lainnya.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut manfaat dan fungsi gambar kerja:

  • Membantu kontraktor untuk menciptakan wujud fisik sesuai dengan ide sang arsitek dari awal sampai akhir.
  • Arsitek tidak perlu untuk mengawasi setiap detail dari semua unsur pembangunan.
  • Merupakan perjanjian kerja dengan kontraktor.
  • Mempersingkat waktu dan biaya karena kontraktor bisa mengintepretasikannya dengan cepat dan benar.
  • Kontraktor akan mudah merealisasikan bangunan dengan tepat tanpa harus diawasi.
  • Arsitek menyajikan dokumen pelaksanaan dalam bentuk gambar dan tulisan.
  • Panduan yang baik untuk pembangunan sehingga rumah tidak dibangun sembarangan.
  • Dokumen gambar ini biasanya dibutuhkan untuk pengurusan IMB yang diminta oleh pemerintah daerah.
  • Bisa digunakan pada saat mengajukan kredit renovasi rumah ke bank.
  • Dimanfaatkan untuk menghitung biaya sebagai dasar Rencana Anggaran Bangunan (RAB).

Tak hanya itu, gambar semacam ini juga sangat berpengaruh dalam pembangunan properti.

Berikut pengaruh gambar kerja untuk pemangunan seperti dikutip arsitag:

  • Kekuatan bangunan: karena dimensi, perletakan, dan bahan bangunan sudah diperhitungkan dan dijelaskan dengan rinci.
  • Efisiensi pemakaian bahan dan biaya: jumlah keseluruhan bahan bangunan dan cara pengerjaan serta waktu¬† yang dibutuhkan untuk penyelesaian desain sudah dipertimbangkan dengan baik.
  • Pelaksanaan yang sistematis dan termonitor dengan baik.

Bagian-Bagian Gambar Kerja

1. Block Plan

gambar kerja

Sumber: arsitag

Sahabat 99, blockplan dalam gambar kerja ini merupakan gambar dua dimensi yang menunjukkan detail dari rencana yang akan dilakukan terhadap sebuah kavling tanah.

Ini termasuk rencana jalan, listrik, utilitas air bersih dan air kotor, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.

Pada block plan, harus tercantum keterangan skala, keterangan gambar, nama jalan, arah jalur lalu lintas, arah mata angin, vegetasi, perletakan dan nama bangunan di sekitarnya.

Pintu masuk bangunan berada pada bagian bawah gambar.

2. Site Plan

Sumber: arsimedia.com

Site plan pada gambar kerja ini adalah tata letak suatu elemen desain yang ditempatkan dalam sebuah bidang menggunakan media yang sebelumnya sudah dikonsep terlebih dahulu.

Dari site plan, bisa diketahui akses ruang dari tapak, perletakan ruang dan hubungannya dengan ruang lain dan dengan tapak, juga view yang didapat setiap ruang.

3. Denah

gambar kerja

Sumber: arsimedia

Selanjutnya dalam gambar kerja adalah denah yang menggambarkan tampak atas bangunan yang dipotong horizontal (biasanya setinggi 1 m dari ketinggian 0,00 bangunan), untuk memperlihatkan bagian lantai bangunan.

Denah menjelaskan secara detail dengan keterangan skala, ukuran ruang, nama ruang, ketinggian ruang, dan bukaan pada ruang.

Kemudian, perletakan furnitur di dalam ruang, arah mata angin sebagai acuan perletakan ruang di dalam tapak, serta garis potongan dan arah pandangnya.

4. Potongan/Section

gambar kerja

Sumber: arsitag

Section ini menjelaskan gambar suatu bangunan yang dipotong vertikal untuk memperlihatkan isi atau bagian dalam dari bangunan tersebut.

Bagian bangunan yang dipotong serta arah pandangnya disertakan dalam denah agar keseluruhan dapat dibaca secara komprehensif.

Pada gambar potongan juga diperlihatkan struktur bangunan dan dimensi ketinggian ruang, skala, dan material.

5. Gambar Kerja Potongan Struktural

Pada potongan struktural ini menjelaskan struktur yang digunakan termasuk dimensi, jarak perletakannya, dan bahan yang digunakan.

Gambar potongan juga bisa berupa perspektif tiga dimensi.

6. Gambar Kerja Tampak Fisik

Sumber: astudioarchitect

Ini menggambarkan wujud luar fisik bangunan secara dua dimensi.

Gambar tampak dapat digambar secara plain atau ditambah efek bayangan untuk mempertegas dimensi atau maju mundurnya bidang pada bangunan.

Pada gambar tampak akan disajikan dimensi bangunan, proporsi, gaya arsitektur, warna dan material bangunan, serta estetika bangunan.

Arah gambar tampak bisa disesuaikan dengan arah mata angin, atau pun view tertentu yang ingin ditampilkan.

7. Gambar Detail

Dalam gambar ini menyajikan berbagai gambar kerja secara lebih detail lagi.

Misalnya gambar detail struktur pondasi, detail sambungan kayu pada kuda-kuda, sampai detail desain furniture.

Baca Juga:

Segini Rincian Biaya Bangun Rumah Per Meter Tahun 2020. Benarkah Lebih Hemat?

8. Gambar Kerja Perspektif

gambar kerja

Sumber: arsimedia

Dikutip arsimedia, fungsi dari gambar kerja ini sangat besar bagi seorang arsitek karena dapat memberikan inspirasi dalam perancangan.

Perspektif merupakan proyeksi suatu benda (bangunan) dengan garis konvergen menuju ke sebuah titik pengamatan yang hasilnya hampir sama dengan pandangan manusia.

Karena letak dan bentuk objek yang berbeda, tinggi rendah jauh dekat pengamatan yang berbeda terjadi bermacam-macam prespektif.

  • Perspektif dengan satu titik hilang
  • Perspektif dengan dua titik hilang
  • Perspektif dengan tiga titik hilang
  • Perspektif bidang miring
  • Perspektif bayangan
  • Perspektif refleksi

Baca Juga:

Memahami Koefisien Lantai Bangunan dan Cara Menghitungnya. Penting untuk Hindari Sanksi!

Demikianlah penjelasan sederhana mengenai gambar kerja.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Ikuti artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cek rumah impianmu di www.99.co/id!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts