Berita Berita Properti

Ini 8 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membangun Rumah di Perbukitan!

2 menit

Sedang berencana untuk membangun rumah di perbukitan? Jangan samakan dengan daerah datar, sebab ada hal-hal yang harus diperhatikan, lo!

Memiliki rumah dengan suasana sejuk, damai, dan tentunya pemandangan indah pasti menjadi dambaan setiap orang.

Lokasi yang menawarkan keunggulan tersebut adalah perbukitan. Maka tak heran jika banyak orang yang membangun rumah atau bahkan villa di dataran tinggi.

Meski demikian, cukup jarang orang yang ingin membangun hunian permanen di area perbukitan, kecuali sebagai tempat berlibur.

Kalau kamu termasuk ke dalam segelintir orang yang ingin hidup di daerah yang sejuk dan indah, simak dulu apa yang harus diperhatikan dalam membangun rumah di perbukitan!

Membangun Rumah di Perbukitan

1. Memilih Lokasi yang Layak

rumah di bukit

sumber: dezeen.com

Hal pertama yang harus diperhatikan ketika ingin membangun rumah di perbukitan adalah memastikan kelayakan lokasi yang dipilih.

Kelayakan dalam hal ini mencakup dua hal, keamanan lahan untuk dibangun rumah dan keamanan lingkungan sekitar.

Pastikan lahan jauh dari tebing yang curam dan tidak dikelilingi tebing supaya rumah tetap mendapat sinar matahari.

Selain itu, di daerah sekitar sebaiknya juga ada rumah-rumah yang turut dibangun untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Aksesnya Tidak Terlalu Sulit

Masalah umum yang dihadapi di daerah perbukitan atau bahkan pegunungan adalah sulitnya akses karena jalan yang tersedia kurang memadai.

Oleh karena itu, ketika memilih daerah perbukitan, sebaiknya pastikan akses menuju lahan sudah memadai.

Jika tidak, nantinya kamu pasti akan benar-benar kesulitan, baik saat proses pembangunan rumah maupun ketika rumah sudah selesai dibangun.

3. Cek Kemiringan dan Kestabilan Tanah

Membangun rumah di perbukitan erat kaitannya dengan membangun rumah di lahan miring, sebab rata-rata daerah perbukitan pun lahannya miring.

Struktur tanah yang tidak kuat sangat rentan mengalami longsor. Maka dari itu, pastikan kemiringan dan kestabilan tanah memadai.

Pilihlah lokasi yang memiliki kontur tanah keras namun tidak berbatu. Tanah berbatu kurang disarankan karena akan mempersulit proses konstruksi.

4. Memilih Material yang Sesuai

Saat memilih material, pilihlah jenis material yang awet, kokoh, bisa menghalau intensitas hujan serta angin, dan mampu menyesuaikan dengan lokasi rumah.

Dalam hal ini, kebanyakan rumah perbukitan cenderung menggunakan material kayu karena mampu menyatu dengan lingkungan sekitar.




Rumah yang dibangun di area bukit juga umumnya dibuat lebih ramah lingkungan, contohnya menggunakan panel surya.

5. Membangun Dinding Penahan Tanah

Rumah yang dibangun di lahan miring harus memiliki pondasi yang kuat agar struktur rumah dapat terjaga.

Lahan miring cenderung rentan mengalami longsor, apalagi jika struktur tanahnya tidak kuat.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya membangun dinding penahan tanah atau retaining wall.

6. Sesuaikan Desain Rumah dengan Kondisi Geografis

Berada jauh dari pemukiman padat, membuat rumah di area bukit lebih dekat dengan alam.

Artinya, kamu harus menyesuaikan desain rumah dengan kondisi geografis sekitar.

Contoh sederhananya seperti memberi jarak antara beberapa meter antara rumah dan pepohonan untuk menghindari risiko batang tumbang.

Agar supaya desain rumah benar-benar sesuai, sebaiknya kamu mempertimbangkan menggunakan jasa arsitek.

7. Cek Kondisi Air Daerah Setempat

Beberapa area perbukitan dan pegunungan identik dengan kekeringan karena sulitnya air, terutama ketika masuk musim kemarau.

Tak jarang orang harus menggali sumur kedalaman puluhan meter untuk menemukan sumber mata air.

Sebagai langkah antisipasi, pelajari terlebih dahulu karakter wilayah tersebut dan buat cadangan air dengan memasang tandon penampung air hujan.

8. Pastikan Lokasi Mendapat Akses Utility Services

layanan rumah

sumber: gasandelecricityconnections.co.uk

Umumnya, daerah perbukitan sulit mendapatkan utility services atau layanan seperti listrik, air, kabel telepon, sampai dengan jaringan internet.

Alasannya sudah jelas karena letaknya yang jauh dari pemukiman padat atau bahkan terpencil.

Maka dari itu, setidaknya wilayah yang dipilih sudah mendapatkan akses layanan tersebut.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Cisarua?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts