Rumah, Tips & Trik

5 Kiat Jitu Membangun Rumah Tumbuh dengan Budget Terbatas

26 Januari 2020
rumah tumbuh
2 menit

Budget terbatas tapi ingin mulai membangun rumah? Tentu bisa! Aplikasikan konsep rumah tumbuh dalam pembangunan rumah impian. Meski memerlukan waktu lebih lama, dari segi pembiayaan konsep ini terbukti efektif.

Rumah tumbuh adalah hunian yang dirancang secara bertahap.

Biasanya ini dilakukan karena keterbatasan lahan dan minimnya biaya pembangunan.

Penambahan ruang bisa dilakukan secara horizontal maupun vertikal ketika memang dibutuhkan.

Namun pembangunannya memerlukan perencanaan biaya dan tahapan yang cermat.

Langkah Cermat Membangun Rumah Tumbuh

1. Desain Konsep Rumah Sesuai Luas Lahan

Bila Anda sudah yakin ingin membangun rumah tumbuh, tentukan arah tumbuh rumah terlebih dahulu.

Apakah ke atas (rumah bertingkat) atau ke samping? Jangan gunakan keduanya bersamaan.

Sesuaikan arah tumbuh dengan luas lahan, bila lahan tidak terlalu luas maka sebaiknya rancang rumah yang tumbuh ke atas.

Dan ingat, pengembangan rumah sebaiknya tidak mengubah kondisi ruang yang sudah ada serta sistem pencahayaan dan ventilasi di rumah.

Misalnya, jika memang ingin membangun rumah yang tumbuh ke atas, fondasinya harus sudah dibangun di tahap awal.

Baca Juga:

5 Tips Membangun Rumah Murah Dan Berkualitas Tahun 2020

2. Tentukan Skala Prioritas

Setelah menentukan konsep tumbuh rumah, tentukan ruangan apa saja yang menjadi prioritas.

Sebaiknya tuangkan dalam bentuk denah, agar lebih mudah membayangkannya.

Serta mencegah adanya perubahan dari denah awal, saat pembangunan tahap berikutnya dilakukan.

rumah tumbuh

Karena denah akan menjadi acuan pengurusan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pada tahap awal ruangan yang mengakomodasi kebutuhan utama harus menjadi prioritas.

Seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tamu.

Bila luas lahan terbatas, cukup buat satu ruangan besar terbuka multifungsi dimana dapur, ruang makan, dan ruang tamu dapat menyatu.

Prioritaskan juga instalasi pipa air kotor yang berukuran besar sejak awal, sebab penambahan ruang nantinya akan menambah volume buangan air.

3. Buat Rancangan Perhitungan Biaya Secara Mendetail

Pengeluaran utama dalam perhitungan biaya adalah untuk material, upah tenaga ahli dan pekerja konstruksi, serta biaya perombakan bangunan.

Anda harus mempertimbangkan seberapa efisien material yang digunakan, serta seberapa cepat pembangunan bisa dilakukan.

Bahan bangunan yang dipilih sebaiknya tahan lama dan tahan cuaca.

Harganya memang akan sedikit lebih mahal, tapi bahan berkualitas rendah akan memerlukan biaya perawatan yang lebih tinggi.

Selain itu perhitungkan kenaikan biaya yang mungkin terjadi akibat inflasi di tahapan selanjutnya.

Tidak seperti konsep pembangunan rumah biasa, membangun rumah tumbuh dilaksanakan dalam rentang waktu yang cukup lama.

Bisa dalam hitungan bulang hingga tahun.

Sementara harga bahan bangunan selalu naik setiap tahunnya.

Ini bisa diakali dengan menambah rencana biaya pembangunan tahap selanjutnya sebesar 5 sampai 10 persen dari tahap awal.

4. Buat Kalender Pembangunan

Jangan sampai pengerjaan rumah tumbuh molor dari waktu yang diperhitungkan.

Molornya waktu pengerjaan akan berpengaruh pada pengeluaran untuk membayar jasa.

rumah tumbuh

Karena itu Anda harus membuat kalender tahapan pembangun untuk menjadi acuan pengerjaan.

Agar ada target jangka waktu yang pasti.

Dalam menentukan target pengerjaan, perhitungkan berbagai masalah teknis yang mungkin terjadi,

5. Agar Rumah Tumbuh Tak Terlihat Seperti Rumah Belum Jadi

Pada dasarnya, rumah tumbuh memang sebuah rumah yang pengerjaannya belum selesai.

Tapi, tentu Anda tidak ingin hunian terlihat benar-benar seperti belum jadi.

Anda bisa mengakali tampilan rumah dengan beberapa cara.

Misalnya, bila ingin rumah tumbuh ke atas, bangun rumah berlangit-langit tinggi sejak awal.

Atau gunakan atap datar untuk menutup fondasi lantai dua yang akan dibangun.

Konsep interior open space juga bisa diterapkan pada penyelesaian tahap awal pembangunan.

Pada tahap pembangunan lanjutan, ruang terbuka ini bisa dikembangkan menjadi beberapa ruangan jika memang dibutuhkan.

Baca Juga:

Hemat Biaya & Mudah Dibangun Lagi, Desain Rumah Tumbuh Ini Layak Ditiru!

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di 99.co/id.

You Might Also Like