Tips & Trik

Memburu Properti di Lokasi Emas? Simak 4 Tips Berikut Ini

13 Maret 2017
memburu porperti
2 menit

Lokasi adalah segalanya. Kalimat itu selayaknya pepatah sohor bagi siapapun mereka yang bergelut di bidang properti. Jargon sakti, “Lokasi, lokasi, lokasi,” masih tetap ampuh menjadi kriteria utama perburuan properti dari zaman ‘kuda gigit besi’ sampai ‘salam dua jari’.

Sampai kini para pemburu properti pun selalu mengudak-udak lokasi emas atau sunrise untuk investasi. Karena memang faktanya, lokasi selalu jadi faktor penentu apakah investasi properti seseorang mendapatkan untung atau malah merugi.

Itulah mengapa ilmu dalam memilah lokasi emas sangatlah diperlukan bagi para penggiat properti. Kalau tidak, maksud hati mendapatkan untung pun malah berujung buntung. Karenanya setiap investor perlu mempertimbangkan beberapa hal dulu sebelum sebelum memutuskan membelinya.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli properti di lokasi emas.

1. Kriteria

Kriteria di sini maksudnya adalah kriteria pribadi Kamu dalam memilih properti. Cobalah buat beberapa daftar pertanyaan tentang bagaimana sebetulnya properti yang ingin Kamu miliki. Tentukan tujuannya, apakah memang untuk berinvestasi atau sekedar sebagai tempat tinggal. Setelah itu, carilah properti yang sesuai dengan budjet investasi Kamu.

Jangan muluk, kalau tidak sanggup beli di tengah kota maka beli saja di daerah penyangga, dikawasan berkembang seperti kawasan Tangerang, Cikarang atau Bekasi , yang penting daerahnya berkembang dan aksesnya mudah. Itulah lokasi emas Kamu. Ingat, lokasi emas tidak harus di tengah kota.

2. Kepopuleran Sebuah Lokasi

Di Indonesia jelas kota yang paling sohor untuk investasi properti adalah Jakarta. Karena memang Jakarta adalah pusat ekonomi negera ini. Namun, kalau beli properti di Jakarta harganya pasti sudah sangat tinggi dan mungkin saja tidak sesuai dengan budjet yang Kamu miliki. Maka dari itu, Kamu perlu mempertimbangkan opsi lain untuk investasi di luar kota yang populer ini.

Investasi diluar kawasan yang populer seperti Tangerang bisa jadi jalan investasi yang menguntungkan, salah satunya Apartemen Serpong Garden, hunian vertikal yang mengusung konsep TOD (Transit Oriented Developer) ini tengah populer karena terhubung dan terintegrasi dengan Stasiun KRL Cisauk. Selain harganya yang sangat terjangkau, pastinya kawasan ini bisa menjadi imbas dari kawasan-kawasan populer yang lainnya.

Percayalah, kemahsyuran sebuah kota pasti menular ke kota-kota di sebelahnya. Jadi, jika Kamu ingin berinvestasi, pertimbangkanlah terlebih dahulu wilayah mana yang kira-kira bakal kena imbas—dari kota yang kepopulerannya sudah sampai titik puncak itu. Kelak, kota itulah yang bakal disebut sebagai lokasi sunrise.

3. Yield atau Gain

Yield berarti sewa. Gain berarti harga. Mana prioritas Kamu dalam berinvestasi? Jika ingin mengincar yield maka lokasi tengah kota adalah yang paling tepat. Tapi kalau tujuannya adalah peningkatan gain maka daerah berkembanglah yang patut dipilih. Karena sejatinya, wilayah tengah kota atau daerah berkembang adalah lokasi emas, tinggal mana yang menjadi prioritas Kamu saja.

4. Kedekatan Jarak dengan Tempat Tinggal

Terkadang, suatu wilayah yang cukup familiar akan membuat emosional seseorang memiliki properti di lokasi tersebut menjadi sangat tinggi. Hal ini bisa baik, bisa juga tidak. Karena sebetulnya, ada banyak sekali kekhawatiran ketika seseorang membeli properti dengan mengkamulkan emosional semata.

Satu hal yang bisa memperburuk kondisi seperti ini adalah jika membelinya tanpa mempertimbangkan hal-hal terkait budjet atau peluang lain di lokasi yang mungkin belum dikenal sama sekali. Jadi, tetaplah berhati-hati dalam memilih properti. Meskipun lokasinya bagus dan dekat dengan rumah Kamu, tapi timbang-timbanglah dulu lokasi lain yang mungkin saja lebih menguntungkan dan lebih sesuai dengan bujet yang Kamu miliki.

You Might Also Like