Berita, Berita Properti

Mengenal Aturan Penandatanganan Akta Jual Beli (AJB)

3 November 2015
1 menit

Proses jual beli rumah merupakan proses perpindahan properti dari pihak penjual kepada pihak pembeli yang telah melakukan transaksi.

Melakukan transaksi dalam jual beli rumah tentunya membutuhkan beberapa persyaratan yang tercantum dalam berkas tertulis berupa akta.

Mengenal aturan penandatanganan AJB akan membantu Anda selama menjalani proses menjual rumah.

AJB memuat bukti tentang pemindahan kepemilikan rumah secara sah yang telah dilakukan oleh pihak penjual kepada pembeli rumah.

Bukti kepemilikan rumah yang sah dalam AJB merupakan bukti yang dikeluarkan oleh notaris yang benar-benar tertera status hukumnya. Kepemilikan AJB menjadi keharusan yang wajib dimiliki oleh pemilik rumah yang sah.

Pada dasarnya, mekanisme penandatanganan AJB dilakukan berdasarkan aturan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang menyatakan bahwa pembeli telah melunasi seluruh biaya pembelian rumah yang dijanjikan.

Proses penandatanganan AJB berdasar pada Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Kep. Menpera) No. 09/KPTS/M/1995 tentang Pedoman Pengikatan Jual Beli Rumah yang menyatakan bahwa AJB harus ditandatangani oleh penjual dan pembeli di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam hal sebagai berikut,

Bangunan Rumah Telah Selesai Dibangun dan Siap Dihuni

Hal ini wajib dipenuhi oleh pihak penjual rumah, baik berupa developer ataupun individual. Pihak penjual terlebih dahulu harus menyelesaikan pembangunan rumah di tanah yang dijanjikan untuk dijual kepada pembeli. Rumah yang dijanjikan tersebut harus dapat dipastikan telah selesai dibangun serta layak dan siap dihuni oleh pihak pembeli.

Pembeli Telah Membayar Lunas Seluruh Harga Tanah dan Bangunan Rumah

Persyaratan ini wajib dipenuhi oleh pihak pembeli. Setelah rumah selesai dibangun dan siap dihuni, pembeli harus melunasi biaya pembayaran dari seluruh harga tanah dan bangunan rumah yang telah dijanjikan untuk dibeli. Hal-hal lain yang menyangkut biaya pembayaran pajak dan tagihan terkait pembelian rumah pun harus dilunasi untuk dapat memenuhi persyaratan penandatanganan AJB.

Proses Permohonan Hak Guna Bangunan Atas Tanah Telah Selesai

Hal ini wajib dipenuhi oleh pihak penjual dan pembeli yang berkaitan dengan keikutsertaan pihak notaris atas tanah dan bangunan rumah yang dijanjikan.

Permohonan Hak Guna Bangunan atas Tanah dan Bangunan harus secepatnya diproses dan didasarkan atas nama penjual untuk selanjutnya dialihgunakan oleh pembeli.

Demikianlah perihal mengenal aturan penandatanganan AJB yang dapat Anda kenali dengan mudah. Semoga bermanfaat!

 

You Might Also Like