Berita Ragam

Mengenal Tindak Kejahatan Carding dan Cara Antisipasinya. Waspada!

3 menit

Kemajuan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif, tapi juga ada negatifnya. Salah satunya muncul modus kejahatan yang disebut dengan carding.

Tindak kejahatan ini bertujuan untuk mencuri informasi terkait kartu kredit yang kamu miliki dengan berbagai cara.

Dampaknya sangat merugikan, sebab jika pelaku telah mengantongi informasi yang diinginkan, mereka bisa menggunakan kartu kredit yang kamu miliki.

Tentunya kamu pasti akan kehilangan uang, bahkan nominalnya bisa tak tanggung-tanggung.

Pasti kamu tidak ingin hal seperti menimpamu, kan?

Sebagai antisipasi, sebaiknya kamu menyimak penjelasan terkait carding berikut ini!

Apa Itu Carding?

carding adalah

sumber: kreativv.com

Carding merupakan tindak kejahatan pencurian informasi kartu kredit milik orang lain untuk kemudian dimanfaatkan oleh pelaku dalam melakukan transaksi secara online atau pencairan saldo yang terdapat dalam kartu kredit tersebut.

Melihat hal ini, tentu tindak kejahatan ini terbilang berbahaya dan bisa sangat merugikan orang lain yang data kartu kreditnya dicuri.

Pelaku dari tindak kejahatan ini disebut sebagai carder atau frauder yang tujuannya memang mencuri informasi kartu kredit.

Secara umum, ada dua jenis model transaksi yang rentan terkena pencurian informasi kartu kredit, yakni:

1. Card Present

Card Present merupakan transaksi menggunakan kartu fisik melalui mesin EDC (Electronic Data Capture) melalui merchant.

Pada model transaksi ini, pelaku bisa mendapatkan informasi kartu melalui teknik skimming menggunakan alat card skimmer.

Alat tersebut digunakan untuk merekam informasi kartu kredit korban. Biasanya, pelaku menyembunyikan alat tersebut di bawah meja kasir.

Pelaku akan mengambil data setelah kartu kredit digesekkan pada mesin EDC.

penipuan carding

sumber: telegraph.co.uk

2. Card Not-Present

Berbanding terbalik dengan card present, card not-present merujuk kepada transaksi yang dilakukan secara online melalui telepon atau internet.

Jenis transaksi ini lebih berisiko karena tidak menggunakan kartu fisik, jadi pelaku lebih mudah mendapatkan informasi yang ingin dicuri.

Teknik yang umum digunakan pada jenis ini adalah hacking dan phishing.

Phishing dilakukan dengan cara menghubungi target melalui telepon atau email dengan cara menyamar sebagai pihak yang berwenang.

Contohnya, pelaku meminta verifikasi informasi kepada target dengan mengaku sebagai petugas bank atau sejenisnya.

Bahaya Tindak Kejahatan Carding

bahaya carding

sumber: indogamers.com

1. Kehilangan Uang Secara Misterius

Dampak paling berbahaya dari tindak kejahatan ini adalah kehilangan uang secara misterius karena carder sulit dilacak.

Bahkan kamu bisa tidak akan sadar bahwa informasi kartu kreditmu telah dicuri.

Mungkin baru menyadari ketika tagihan kartu kredit membengkak atau uang hilang secara tiba-tiba yang tentunya tanpa sepengetahuanmu.

Apalagi untuk transaksi online, kamu harus benar-benar waspada dan menjaga kerahasiaan informasi pembayaran yang kamu miliki.

Beruntung kini sistem pembayaran telah dilengkapi dengan sistem One-Time Password (OTP) untuk mencegah tindak kejahatan ini.

2. Pemerasan dan Pengurasan Kartu Kredit

Meski sistem pembayaran telah dilengkapi dengan OTP, kerap dijumpai kasus pemerasan dan pengurasan uang karena kelalaian dalam menjaga kode OTP yang dimiliki.

Hal ini biasanya terjadi karena phising, di mana korban seolah-olah dibuat percaya oleh pelaku untuk menginformasikan kode tersebut.

Agar tidak tertipu, kamu harus mengecek identitas orang yang menghubungi.

3. Keresahan dalam Menggunakan Kartu Kredit

Sebelum ada sistem keamanan seperti OTP, orang pasti akan merasa ragu untuk menggunakan kartu kredit setelah mengetahui modus kejahatan seperti ini.

Pada dasarnya, menggunakan kartu kredit bukanlah sebuah masalah jika kamu bisa menjaga informasinya dengan benar.

Cara Antisipasi

cara antisipasi carding

sumber: ustranscorp.com

Agar terhindar dari tindak kejahatan ini, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

  1. Apabila kamu bertransaksi di toko yang menggunakan mesin EDC, pastikan kamu bisa melihat langsung mesin tersebut.
  2. Apabila kamu melakukan transaksi secara online, pastikan situs tempat kamu bertransaksi sudah dilengkapi dengan enkripsi data dan terpercaya. Selain itu, hindari transaksi online pada area hotspot
  3. Jangan sekali-kali kamu memberikan informasi kartu kredit dan identitas kepada pihak manapun, sekalipun orang yang bertanya mengaku sebagai pihak bank atau sebagainya.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Sentraland Avenue?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts