Berita Ragam

Mengenal Sejarah Pramuka Indonesia, Sudah Ada Sejak Masa Penjajahan!

2 menit

Pramuka merupakan salah satu pengetahuan dasar di Indonesia. Hampir semua sekolah memiliki organisasi pramuka di dalamnya. Yuk, kenali sejarah pramuka di Indonesia, Sahabat 99.

Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia sudah ada bahkan sejak sebelum kemerdekaan.

Bahkan tokoh-tokohnya disebut memegang peranan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, lo.

Pramuka sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang artinya ‘jiwa muda yang suka berkarya’.

Untuk lebih memahami organisasi ini, yuk simak sejarah pramuka Indonesia dalam artikel berikut!

Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia

1. Masa Sebelum Kemerdekaan

sejarah organisasi pramuka indonesia

Sumber: museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id

Pramuka dulunya memiliki nama Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) dan berdiri di tahun 1912.

Saat Perang Dunia I, namanya kemudian berubah menjadi Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV).

Setelah itu muncul organisasi kepanduan bernama Javaansche Padvinders Organisatie yang dibentuk oleh S.P. Mangkunegara VII.

Rantai pembentukan organisasi serupa tidak berhenti sampai di sana, ada juga organisasi bernama Nationale Padvinderij yang didirikan oleh Budi Utomo.

Di tahun 1928, semuanya kemudian bersatu dalam Persaudaraan Antara Pandu Indonesia, bersamaan dengan terciptanya Sumpah Pemuda.

Namun usaha persatuan seluruh organisasi ini baru membuahkan hasil di tahun 1941.

Tepatnya ketika Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) menggelar Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem (PERKINDO).

2. Sejarah Pramuka di Masa Kemerdekaan

Sayangnya, dari tahun 1941-1945 organisasi kepanduan Indonesia masih terus mengalami masa sulit.

Hingga akhirnya sebulan setelah proklamasi beberapa tokoh kepanduan berkumpul di Yogyakarta.

Mereka kemudian membuat kesepakatan untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja sebagai solusi.

Panitia kerja tersebut dikenal sebagai Pandu Rakyat Indonesia dan terbentuk pada 27-29 Desember 1945 di Surakarta.

Namun, pemerintah sendiri baru mengakui keberadaannya sebagai satu-satunya organisasi kepanduan pada 1 Februari 1947.

3. Sempat Dilarang Pada Tahun 1948

sejarah organisasi kepanduan pramuka

Sumber: kompasiana.com

Keberadaan organisasi kepanduan kembali mengalami masalah di tahun 1948.

Pasalnya, Belanda melarang keberadaannya di beberapa wilayah yang masih mereka kuasai.

Hal ini mendorong berdirinya perkumpulan baru seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

Akibatnya, keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 yang mengakui Pandu Rakyat Indonesia sebagai satu-satunya wadah kepanduan pun dicabut pada 6 September 1951.

Setelahnya, wakil-wakil organisasi kepanduan mengadakan konferensi di Jakarta pada 16 September 1951.

Konferensi tersebut menghasilkan wadah baru berbentuk federasi bernama Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO).

IPINDO kemudian berhasil menjadi anggota kepanduan dunia di tahun 1953.

4. Namanya Berubah Menjadi Pramuka

Presiden Soekarno kemudian berupaya mengumpulkan tokoh gerakan kepanduan pada tahun 1961.

Ia menyatakan keinginannya untuk memperbaharui aktivitas kepanduan dan melebur seluruh organisasi dalam nama baru.

Nama yang dipiliha adalah Pramuka, yakni Praja Muda Karana.

Organisasi ini diresmikan pada 14 Agustus 1961 melalui Majelis Pimpinan Nasional.

Dalam acara tersebut ribuan anggota pramuka menyaksikan penyerahan panji pramuka dari Presiden Soekarno.

Di tahun yang sama, Dasa Darma Pramuka juga mulai dibuat dan terus mengalami perubahan hingga tahun 1978.

Tujuan Utama Organisasi Pramuka

tujuan organisasi kepanduan indonesia

Sumber: maxmanroe.com

Lantas apa sebenarnya tujuan utama dari keperadaan organisasi ini?

Pada dasarnya pramuka bertujuan untuk melatih generasi muda dalam memaksimalkan potensi mereka.

Potensi ini bisa dalam bentuk intelektual, spiritual, sosial, maupun fisik.

Tidak hanya itu, pramuka juga memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Membentuk karakter dan akhlak yang mulia para generasi muda
  • Menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa di dalam diri generasi muda
  • Menggali potensi diri dan meningkatkan keterampilan sehingga individu dapat bermanfaat bagi masyarakta dan negara

***

Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya, Sahabat 99.

Jangan lupa baca artikel inspiratif lainnya hanya di portal Berita 99.co Indonesia.

Ingin memiliki hunian di kawasan Branz BSD?

Pastikan hanya mencari di 99.co/id, ya!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts