Berita Ragam

Mengenal Siklus Air di Bumi, dari Pengertian, Tahapan, hingga Jenisnya

Advertisement
2 menit

Air yang ada di bumi terus bergerak dalam rangkaian tahapan yang kamu kenal sebagai daur air. Yuk, kenali serba-serbi siklus air mulai dari pengertian, tahapan, hingga jenisnya berikut ini, Sahabat 99.

Air merupakan sumber daya penting untuk makhluk hidup di bumi, termasuk manusia.

Hampir semua kegiatan manusia bersentuhan dengan air setiap harinya.

Mulai dari mandi, membersihkan tangan, buang air, hingga untuk menghilangkan dahaga.

Untungnya, air adalah unsur yang akan selalu ada di muka bumi karena ia mengalami daur air atau siklus air.

Apa Itu Siklus Air?

Pertama, mari kita pahami apa makna dari istilah ‘siklus air’.

Menurut KBBI daring, kata ‘siklus’ berarti putaran waktu dengan rangkaian kejadian berulang yang teratur di dalamnya.

Selain itu, kata ‘siklus’ juga sepadan atau memiliki makna yang sama dengan ‘daur’.

Istilah daur air sendiri merujuk pada gerak perputaran air yang berubah wujud hingga kembali ke bentuk semula (Dinamika Hidrosfer, 2018).

Air akan bergerak dari bumi ke atmosfer, lalu kembali ke bumi secara terus menerus.

Tahap Perubahan Air di Bumi

tahap perubahan air di bumi

Ada empat tahap perubahan yang terjadi pada air selama ia bergerak.

Tahapan ini dikenal dengan istilah evaporasi, transpirasi, kondensasi, dan presipitasi.

Berikut penjelasan lengkapnya mengenai proses hidrologi air:

1. Evaporasi

Evaporasi merujuk pada tahap penguapan air yang berasal dari laut, sungai, danau, dan lainnya.

Penguapan terjadi akibat panas sinar matahari di pagi, siang, hingga sore hari.

Uap air yang berbentuk gas ini kemudian akan naik ke udara hingga mencapai atmosfer.

2. Transpirasi

Sama dengan evaporasi, transpirasi juga merupakan tahap penguapan.

Bedanya, tahapan ini terjadi pada jaringan makhluk hidup seperti tumbuhan.

Sinar matahari akan menyebabkan air yang ada di dalam makhluk hidup menguap dan masuk ke atmosfer.

3. Kondensasi

Berikutnya, uap air yang ada di atmosfer akan mengalami tahap kondensasi.

Bentuknya akan berubah dari gas atau uap menjadi partikel es yang sangat kecil.

Pemicu utama perubahan ini adalah suhu yang semakin rendah di atas langit.

Partikel es tersebut lalu akan saling menarik sehingga membentuk gumpalan awan.

4. Presipitasi

Tahap selanjutnya adalah presipitasi, yakni awan yang mencair dan turun ke bumi.

Ini terjadi akibat air yang terkondensasi mencapai titik jenuh, Sahabat 99.

Semakin banyak kondensasi air di awan, maka akan semakin berat air hujan yang turun ke bumi.

Menariknya, jika tahap kondensasi terjadi dengan kondisi suhu di bawah titik beku, bentuk yang tercipta adalah salju.

3 Jenis Siklus Air

ilustrasi siklus air di bumi

Sumber: worldatlas.com

1. Siklus Pendek atau Kecil

Pada siklus pendek, air hanya berputar di langit dan laut atau sumber air lainnya.

Uap air dari laut akan naik ke atmosfer dalam bentuk gas.

Kemudian di titik tertentu, ia akan jatuh kembali dalam bentuk air di permukaan laut.

2. Siklus Sedang

Kemudian ada juga yang dikenal sebagai siklus sedang atau menengah.

Di tahap ini uap air yang berasal dari laut akan bergerak mencapai daratan akibat tiupan angin.

Sambil bergerak, uap air tetap naik ke atmosfer untuk membentuk awan.

Lalu ketika mencapai titik jenuh, air akan turun dalam bentuk hujan di permukaan tanah.

Air hujan akan terserap oleh tanah, lalu mengalir ke sungai sebelum kembali ke laut.

3. Siklus Panjang atau Besar

Seperti sebelumnya, siklus ini diawali dengan air laut yang menguap akibat panas matahari.

Uap air kemudian akan tertiup oleh angin ke darat dan berubah menjadi awan yang mengandung kristal es.

Ketika mencapai titik jenuh, awan turun sebagai salju di daratan lalu membentuk glester.

Gletser yang mencair akibat panas matahari lalu akan berubah menjadi sungai yang mengalir ke laut.

***

Semoga informasinya bermanfaat ya Sahabat 99.

Pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita 99.co Indonesia.

Kamu juga bisa menemukan properti idamanmu di 99.co/id.

Ada beragam pilihan menarik, seperti kawasan Citadines Berawa Beach Bali.

Hanifah

Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts