Berita, Berita Properti

Mengintip Apartemen ‘Lego’ Berbentuk Unik Asal Palestina

4 Februari 2017
1 menit

Sebuah karya arsitektur yang cukup cerdas datang dari negara Palestina. Untuk mengatasi kekurangan perumahan warganya, rencananya, sebuah bangunan vertikal berbentuk lego akan segera dibangun.

Ide ini dikemukakan oleh sebuah kantor arsitektur bernama British Weston Williamson Studio. Arsitek yang menggawanginya, Weston Wililamson melihat, keterbatasan keuangan warga palestina membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan perumahan yang terjangkau. Untuk itulah konsep ini dibuat.

Seperti halnya proyek perumahan arsitek karya Chili Alejandro Aravena yang dirancang di Meksiko, proses pembangunan didesain untuk dilakukan secara bertahap, dengan kamar baru yang dapat ditambahkan mengikuti pertumbuhan penghuni.

Konsep ini tentu sangat menarik. Weston Williamson mengklaim bahwa kebutuhan mayoritas rumah tangga Palestina tidak terpenuhi oleh oleh pasar perumahan saat ini, dengan angka tidak mampu mencapai 70%.

“Pemasaran perumahan Palestina saat ini ditandai dengan kelebihan pasokan yang perumahan segmen atas  dan undersupply  bagi perumahan segmen bawah. Skema perumahan yang terjangkau dengan skala besar diperlukan untuk memenuhi permintaan perumahan,” kata Weston Williamson.

Ia menambahkan, berdasarkan parameter desain pada survei yang dilakukan oleh Israeli-Palestinian mediating organisation The Office of the Quartet and th World Bank, diperkirakan 70 persen rumah tangga Palestina tidak bisa membayar harga rumah dan mereka juga tidak memerlukan ukuran properti yang ditawarkan.

Apartemen Lego yang Tampak Seperti Mainan

Ya, bangunan yang terlihat seperti lego mainan ini memang terbilang unik. Dengan konsep ini, banyak ruang yang akan tercipta karena tidak runut sesuai pondasi di bawahnya.

Beberapa tipe kamar akan disiapkan mulai dari satu kamar tidur hingga tiga kamar tidur tentu tergantung finansial sang calon penghuni.

Yang menarik, setiap blok yang terdiri dari beberapa kamar akan memiliki balkon sendiri sehingga ruangan untuk berkumpul bersama keluarga akan semakin luas.

Tak hanya itu, untuk meningkatkan keintiman sesama warga, ruang komunal akan dibuat di lantai dasar sehingga di sana orang dapat beraktivitas, bersosialisasi dengan warga lain atau hanya sekadar bersantai.

Tak sekadar ruang komunal, setiap blok yang tersusun nantinya juga akan dibuat taman terbuka. Dengan begitu, meski berada di ruangan vertikal, penghuni masih dapat merasakan nuansa asri nan segar.

Untuk mendukung hunian yang sehat, sang arsitek juga akan membuat bukaan besar dengan partisi kaca pada masing-masing kamar sehingga paparan cahaya matahari yang berlimpah akan masuk ke dalam kamar.

Plus, tentunya pemandangan spektakuler yang dapat dinikmati para penghuni. Bagaimana, menarik bukan?  Semoga konsep ini bisa diterapkan di Indonesia ya!

You Might Also Like