Berita, Berita Properti

Mengapa Generasi Milenial Sulit Punya Rumah? Ini 8 Alasannya!

1 Agustus 2019
milenial susah punya rumah
2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa milenial sulit punya rumah atau mencicil rumah di dalam kota. Ini disebabkan karna kenaikan pendapatan tidak sebanding dengan kenaikan harga tahan. Apa benar?

Berapa sih Penghasilan Milenial?

Istilah milenial kini sering digunakan untuk menyebut mereka yang lahir pada rentang waktu 1980 hingga awal 2000.

Melansir dari detikFinance, Ketua DPD REI DKI Jakarta, Amran Nukman mengatakan dirinya perhatian pemerintah terhadap kaum milenial sudah tampak di beberapa sektor.

Menurutnya, kebanyakan dari milenial mempunyai penghasilan di atas Rp5 Juta.

Sehingga, tidak dapat subsidi perumahan dari pemerintah. Padahal untuk membeli rumah komersial dengan harga Rp200 juta – Rp500 juta-an pun sulit.

Amran mengusulkan agar kaum milenial dapat memiliki hunian dengan cara:

  • Diberi fasilitas membeli rumah semi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan kisaran harga Rp 140 Juta – Rp 500 Juta,
  • Ada 50% subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), dan
  • Mereka diberi keringanan PPN dan PPh (dilihat dari sisi pajak).

Baca Juga:

13 Aplikasi Pengatur Keuangan Terbaik untuk Milenial. Bisa Hemat Jutaan!

Alasan Kaum Milenial Sulit Punya Rumah

Ada beberapa permasalahan yang berasal dari kaum milenial itu sendiri.

Yuk kita simak apa saja?

1. Pengeluaran Konsumsi Milenial Tinggi

Menurut pengamatan SMF, generasi milenial hanya berharap memiliki hunian sendiri.

Tetapi, di sisi lain mereka juga berfokus untuk konsumsi sehari-hari bukan membeli rumah.

Iya sih, terkadang banyak milenial yang belum punya wawasan yang luas mengenai tips membeli rumah.

Menurut Ananta Wiyogo, Direktur Utama SMF pun sama, ia menyatakan ada lebih dari 50% proporsi belanja keluarga muda di 17 kabupaten kota untuk konsumsi.

2. Kenaikan Harga Vs Kenaikan Upah Milenial

Untuk kasus ini sih sudah sebaiknya kaum milenial mengantisipasi harga tanah yang naik setiap tahun.

Jika kenaikan harga dan upah tidak seimbang, itu tidak termasuk masalah.

Sementara itu, untuk kaum milenial kedua hal tersebut sering bertolak belakang.

Berdasarkan data Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Bank Indonesia, dalam satu dekade kenaikan harga hunian mencapai 39,7 persen.

Sedangkan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) di seluruh Indonesia per tahun dengan memperhatikan perkembangan tingkat inflasi masih belum sebanding.

3. Suku Bunga

Ananta mengatakan permasalahan selanjutnya adalah suku bunga pembelian rumah di Indonesia masih belum sesuai dengan karakteristik anak muda.

4. Milenial Si Pekerja Kreatif

Rendahnya kepemilikan rumah pada usia muda dipengaruhi oleh faktor pekerjaan.

Saat ini banyak sekali generasi milenial yang lebih memilih untuk memiliki usaha sendiri yang tidak memiliki slip gaji.

“Milenial kebanyakan kerja informal tidak ada slip gaji dan kita berusaha mencari solusi untuk milenial yang tidak punya slip gaji. Pendapatanya besar tapi enggak ada slip gaji dan boros juga, itu gaya hidupnya,” ungkap Ananta.

5. Pola Pikir

Kaum milenial perlu mempunyai pemikiran atau mindset bahwa rumah adalah kebutuhan pokok.

Darisini kaum milenial akan mengerem sedikit pengeluaran yang tidak dibutuhkan dan menyisihkannya untuk tabungan masa depan.

Ingat, rumah tidak hanya per kategori cluster lho.

Sahabat, 99 bisa membeli dengan bentuk lain seperti, apartemen atau rumah susun.

6. Terlalu Konsumtif

Melansir dari Tirto.id, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menjelaskan hasil survei di 17 kabupaten/kota yang terdapat keluarga dari generasi milenial.

Rata-rata mereka menghabiskan 50 persen pengeluaran untuk aktivitas konsumtif yang bukan untuk investasi.

7. Ingin Rumah yang Harganya Terjangkau

Dikutip dari detikFinance, milenial menginginkan rumah yang terkoneksi dengan TOD (Transit Oriented Development) namun harganya tetap terjangkau.

Memang masih ada daerah yang paling affordable di Jakarta, seperti, Depok, Pulo Gadung, dan Bekasi.

Ya, resiko-nya adalah bisa jadi rumahmu akan jauh dengan lokasi kantor.

8. Menunggu Dirumahkan

Dilansir dari detikFinance, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan saat ini harga rumah terus mengalami kenaikan.

Namun, generasi milenial masih sulit punya rumah sebab gaji bulanan tak mampu meng-cover cicilan.

Sebab itu. ada 81 juta milenial di Indonesia yang menunggu punya rumah (dirumahkan).

Baca Juga:

Ini Desain Rumah Milenial Impian Terkini. Stylish dan Efisien!

Semoga artikel ini bermanfaat,ya!

Jangan lupa baca informasi-informasi menarik seputar properti dan hunian di Blog 99.co Indonesia

Dapatkan pula properti idaman dengan harga terjangkau dalam situs 99.co/id .

***CYN/BAP

You Might Also Like