Berita Ragam

7 Mukjizat Nabi Musa yang Disebutkan dalam Al-Qur’an. Tak Sebatas Membelah Laut Merah!

3 menit

Allah memberikan banyak mukjizat Nabi Musa untuk membuktikan kenabiannya, terutama untuk menghadapi kekejian Firaun yang berbuat sewenang-wenang.

Perlu dicatat, Allah selalu memberikan mukjizat kepada para nabi dan rasulnya sesuai dengan kondisi umat yang didakwahi.

Selain berfungsi sebagai bukti kenabian, mukjizat juga berfungsi sebagai senjata untuk melemahkan usaha orang-orang kafir dalam menentang ajaran yang dibawa nabi dan rasul Allah.

Seperti halnya mukjizat Nabi Muhammad, Sang Rasul terakhir diberi beberapa mukjizat untuk menandakan kenabiannya saat menghadapi kaum kafir pada zamannya.

Nah, berikut ini mukjizat Nabi Musa yang diberikan oleh Allah…

 Bukti Mukjizat Nabi Musa

musa membelah laut merah

sumber: cagnz.org

1. Tongkat Berubah Menjadi Ular

Salah satu mukjizat Nabi Musa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an adalah mampu mengubah tongkat menjadi ular.

Dikisahkan Firaun menentang Nabi Musa untuk membuktikan kenabiannya.

Atas perintah Allah, Musa kemudian melemparkan tongkatnya dan tongkat tersebut pun berubah menjadi ular besar.

Mukjizat ini disebutkan dalam surah Al-Qasas ayat 31:

وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ ۖ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ

Artinya: dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): “Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.

2. Tangan Bersinar

Selain tongkat yang bisa berubah menjadi ular, tangan Nabi Musa juga bisa mengeluarkan cahaya.

Mukjizat tersebut terjadi sebelum Musa berencana menemui Firaun.

Ada dua tafsir terkait hal ini, yakni yang menyebutkan tangan Nabi Musa berkilau mengeluarkan cahaya dan yang menyebutkan kulit tangan Nabi Musa yang awalnya coklat berubah menjadi putih.

Mukjizat ini disebutkan dalam surah Al-Qasas ayat 32:

اسْلُكْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ وَاضْمُمْ إِلَيْكَ جَنَاحَكَ مِنَ الرَّهْبِ ۖ فَذَانِكَ بُرْهَانَانِ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

Artinya: Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan, maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir’aun dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik.”

3. Menghukum Firaun dengan Kekeringan dan Wabah

Firaun meminta para penyihir dari berbagai wilayah untuk datang ke Mesir dengan tujuan menantang Nabi Musa.

Para penyihir menunjukkan ilmu sihirnya dengan mengubah tali menjadu ular, lantas Nabi Musa membalasnya dengan mengubah tongkat menjadi ular besar.

Ular miliki para penyihir kemudian habis dilahap ular Nabi Musa dan melihat hal tersebut para penyihir akhirnya memilih beriman kepadanya.

Mengetahui hal tersebut, Firaun murka dan berjanji menyiksa siapaun yang beriman kepada Nabi Musa.

Nabi Musa pun berdoa kepada Allah untuk menghukum Firaun sebagaimana disebutkan dalam surah Al-A’raf ayat 130:

وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

kisah nabi musa

sindonews.com

4. Menghukum Firaun dengan Meluapkan Sungai Nil

Hukuman terhadap Firaun tidak hanya terhenti di situ saja, tapi Allah juga meluapkan Sungai Nil.

Disebutkan bahwa belalang diperintahkan untuk memakan tanah dan kutu serta katak diperintahkan untuk mengubah air Sungai Nil menjadi darah.

Bencana yang melanda Firaun dan kaumnya disebutkan dalam surah Al-A’raf ayat 133:

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Artinya: Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

5. Melenyapkan Harta Firaun

Tak hanya bencana dan wabah saja, Nabi Musa juga berdoa kepada Allah untuk melenyapkan harta miliki Firaun dan pengikutnya.

Disebutkan dalam surah Yunus ayat 88, uang dan perhiasan diubah menjadi batu:

وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَىٰ أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ

Artinya: Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami — akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih”.

6. Mengeluarkan Air dari batu

Salah satu kisah Nabi Musa menerima mukjizat Allah adalah ketika ia memukulkan tongkatnya pada sebuah batu dan dari batu tersebut keluar 12 sumber mata air.

Air tersebut digunakan untuk minum 12 suku Bani Israil yang merupakan kaum dari Nabi Musa sebagaimana disebutkan dalam surah Al-A’raf ayat 160.

7. Membelah Laut Merah

Mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Musa adalah kemampuan untuk membelah laut merah saat dikejar oleh tentara Firaun.

Peristiwa ini menyelamatkan Nabi Musa beserta kaumnya dan membinasakan Firaun beserta bala tentaranya.

Disebutkan dalam surah Thaha ayat 77-78, berikut mukjizat Nabi Musa membelah laut merah:

وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًا لَا تَخَافُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَىٰ.فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِهِ فَغَشِيَهُمْ مِنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ

Artinya: Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Tangerang Kota?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts