Hukum

Kalau Menikah dengan WNA, Bagaimana Nasib Kepemilikan Properti?

2 menit

Tak jarang sebelum menikah, seseorang sudah memiliki harta benda, termasuk properti. Lalu, bagaimana jika sang pemilik properti ini menikah dengan Warga Negara Asing (WNA)? Kabarnya, ada aturan mengenai kepemilikan properti WNA di Indonesia. Bagaimana nasib kepemilikan properti ini?

Perhatikan Status Tanah

Jangan hanya berpatokan pada UU Perkawinan, perlu diketahui juga perihal status tanah dari properti tersebut. Status tanah ini sendiri terbagi tiga, yaitu hak milik, hak guna bangunan, dan hak pakai. Lalu, apa bedanya?

Berdasarkan Pasal 21 UU No.5 Tahun 1960 tentang Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, tertulis bahwa properti yang dibangun di atas tanah hak milik hanya bisa dimiliki oleh WNI.

Masih dalam UU yang sama, tepatnya Pasal 36, dijelaskan juga mengenai kepemilikan properti yang dibangun di atas HGB. Tertulis bahwa properti tersebut hanya bisa dimiliki oleh WNI dan badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

Bagaimana dengan hak pakai? Hal yang satu ini tercantum dalam Pasal 42. Properti yang berada di atas hak pakai dapat dimiliki oleh WNI, WNA yang berkedudukan di Indonesia, badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia, dan badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia.

Pamella Fricylia

Salah seorang Writer di UrbanIndo.com. Pada akhirnya lebih memilih menjadi penulis daripada jurnalis. Selalu yakin bahwa aksara dan logika dapat membentuk rangkaian kata penuh makna. Berikan komentar dan mari berdiskusi!
Follow Me:

Related Posts