Hukum

Nomor Rumah Persis dengan Punya Tetangga. Mana yang Benar Nih?

30 November 2016
Nomor Rumah

Nomor rumah dobel dalam satu area RT/RW kerap terjadi dan dialami beberapa warga Indonesia. Biasanya hal itu timbul karena ada bangunan baru atau bahkan karena hal kecil yaitu, nomor tersebut dianggap sebagai pembawa untung. Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan ya?

Urbanites, angka atau kode berfungsi sebagai pengenal atau identitas untuk memudahkan orang mencari rumah kita berada. Walau terlihat sepele, kehadiran rumah yang beridentitas sama dengan rumah kita lambat laun bisa menimbulkan masalah lho.

Jika Anda mengalami hal demikian, hal pertama yang harus dilakukan adalah menanyakan kepada ketua RT/RW seputar penomoran tersebut. Pada dasarnya, Ketua RT/RW memiliki kewajiban untuk mendata tiap rumah baru yang dibuat di daerahnya, termasuk pula penomoran dari rumah tersebut.

Setelah melakukan pendataan, pihak RT/RW pun memiliki kewajiban untuk melaporkan kepada dinas terkait. Nah, jika nomor rumah dobel yang sama dengan rumah Anda belum terdaftar, maka Anda bisa meminta sang pemilik rumah untuk menggantinya menjadi nomor lain.

Baca Juga :  Cobain Nih, Jurus Anti Malas Membersihkan Rumah

Jangan ragu untuk melakukan hal ini, sebab Anda memiliki hak penuh atas nomor rumah tersebut karena rumah Anda-lah yang pertama kali terdaftar. Jika mereka enggan melakukannya, maka nomor rumah tersebut bisa diberikan partikel tambahan seperti huruf, misalnya nomor 7A.

Aturan Berbeda di Tiap Kota

Dasar aturan soal menentukan nomor rumah ini ternyata berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia lho, Urbanites. Jadi, apabila Anda mengalami hal serupa, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dulu seputar peraturan daerah yang berlaku di area tinggal Anda.

Misalnya di Batu, Malang, Jawa Timur, masalah ini diatur dan telah ditetapkan dalam Peraturan Walikota Batu Nomor 12 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penomoran Rumah Dan Bangunan Di Kota Batu atau disebut dengan Perwalkot Batu 12/2014.

Sementara itu, di Kota Yogyakarta, aturan ini ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pemberian Nomor Rumah/Bangunan dan Pemasangan Papan Nama Kepala Keluarga (Perda Kota Yogyakarta 7/1984).

Baca Juga :  Inspirasi Rak Unik untuk Buku Anda: 2

Sanksi Bagi yang Ngeyel

Setiap pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan tentu memiliki sanksi yang jelas, termasuk pada hal penentuan nomor rumah ini. Mereka yang melanggar dapat terkena teguran secara lisan, secara tulisan, hingga pelaporan kepada pihak desa/lurah untuk diberikan penataan lebih lanjut.

Disebutkan, pihak kepala dinas yang berwenang atas masalah ini bisa saja memerintahkan untuk mengambil/menyingkirkan nomor rumah atau bangunan yang masih ngeyel tersebut.

Semoga ulasan di Rabu Hukum kali ini dapat bermanfaat bagi Anda semua, Urbanites. Kunjungi terus blog UrbanIndo dan Forum Komunitas UrbanIndo untuk mendapatkan update terbaru soal dunia properti ya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like