Berita

5 Zat Kimia yang Kerap Digunakan untuk Obat Penjernih Air

24 Juni 2019
Obat Penjernih Air
3 menit

Usaha untuk menjernihkan air sering dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memakai obat penjernih air. Bagaimana dengan keamanannya?

Meskipun berbahan dasar zat kimia, namun bukan berarti obat penjernih air ini berbahaya dan akan merusak tubuh, kok!

Sebelum digunakan, obat penjernih air tersebut pasti telah melewati serangkaian uji coba dan penelitian untuk memastikan manfaat dan pengaruhnya.

Tak heran bila obat-obat penjernih air berikut ini telah digunakan secara luas untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Anda masih penasaran dan bertanya-tanya soal obat penjernih air dari bahan kimia? Yuk, simak ulasannya segera.

Berikut ini 5 jenis zat kimia yang kerap digunakan sebagai obat penjernih air:

5 Jenis Obat Penjernih Air dari Bahan Kimia

1. Tawas

Obat Penjernih Air

Tawas atau aluminium sulfat adalah jenis obat penjernih air yang paling banyak digunakan.

Kristal tawas sangat mudah larut dalam air, namun tingkat pelarutannya cukup berbeda tergantung pada jenis logam dan suhu air.

Tekstur tawas cukup mudah dikenali karena berbentuk serbuk seperti gula pasir dan berwarna putih.

Salah satu fungsi tawas yang paling penting yaitu untuk menghambat partikel-partikel kotoran dalam air sumur, sungai, atau air kran agar tetap mengendap di dasar.

Selain itu, tawas yang termasuk dalam kategori koagulan juga sangat ampuh digunakan untuk menetralkan kekeruhan dalam air.

Cara penggunaannya cukup mudah, Anda hanya perlu mencampurkan 3-5 sendok makan tawas untuk setiap 1.000 liter air.

2. Kaporit

Obat Penjernih Air

Berikutnya adalah kaporit. Kaporit atau kalsium hipoklorit adalah jenis obat penjernih air yang biasa digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Senyawa kimia ini sering digunakan sebagai disinfektan air karena dapat membunuh bakteri, kuman, serta virus penyebab penyakit.

Kaporit tersedia dalam bentuk serbuk dan bentuk tablet. Kaporit berbentuk tablet dipilih karena memiliki fungsi utama untuk strelisisasi air.

Caranya, kaporit tablet disuntikkan ke dalam klorinator lalu secara otomatis kaporit akan bercampur dengan air yang akan dijernihkan.

Meskipun aman, namun penggunaan kaporit berlebihan tak dianjurkan karena akan membahayakan.

Cukup gunakan sebanyak 1 sendok makan untuk setiap 1.000 liter air atau sekitar 15 gram per meter kubik air.

Baca Juga:

10 Cara Membuat Saringan Air Sederhana di Rumah Tanpa Repot

3. HCL

Obat Penjernih Air

Obat penjernih air berikutnya adalah HCL atau hydrogen chloride.

Biasanya HCL tidak digunakan untuk air minum, namun menjernihkan air kolam renang atau air untuk mandi.

HCL digunakan pada kolam renang untuk menjaga stabilitas kelembapan air (pH) karena biasanya kolam renang mudah terpapar pH berlebih.

Cara penggunaan HCL adalah dengan mencampurkannya ke dalam sebuah wadah, baru kemudian dituangkan secara merata.

Sama seperti obat kimia lainnya, penggunaan HCL untuk menjernihkan air pun sebaiknya tak dilakukan secara berlebihan.

4. TCCA Chlorine

Obat Penjernih Air

TCCA Chlorine adalah jenis obat penjernih air yang biasa dimanfaatkan untuk menjaga kandungan klorin dalam air agar tetap stabil.

Biasanya, obat ini digunakan untuk menjernihkan air kolam renang agar kadar pHnya seimbang di angka 7,00 – 7,60 dengan suhu 250 derajat celsius.

Seperti diketahui, kadar pH dalam air yang terlalu rendah akan bersifat asam kemudian membuat logam berkarat dan membahayakan bagi manusia.

Sebaliknya, kadar pH yang terlalu tinggi akan menyuburkan perkembangan mikroorganisme seperti alga, ganggang, dan lumut.

Meskipun seringkali digunakan untuk kolam renang, namun sebetulnya TCCA Chlorine tetap bisa digunakan untuk menjernihkan air sumur, sungai, dan air keran.

5. Trussi

Obat Penjernih Air

Sumber: salsabilapool.com

Trussi atau copper sulphate adalah obat penjernih air yang biasa digunakan untuk kolam renang, sama seperti kaporit dan TCCA Chlorine.

Bedanya, trussi digunakan untuk menghilangkan kotoran pada kolam renang terutama mikroorganisme seperti ganggang atau lumut.

Manfaat utamanya selain untuk membasmi mikroorganisme dalam air adalah untuk membuat air lebih jernih dan aman digunakan.

Meskipun begitu, trussi tetap aman kok untuk digunakan pada air sumur, sungai, ataupun air kran.

Baca Juga:

Cara Penjernihan Air Sederhana di Rumah untuk Minum dan Kebutuhan Harian

Itulah beberapa jenis obat penjernih air dari bahan kimia yang aman digunakan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi dan artikel menarik lainnya di Blog 99,co Indonesia.

Sedang mencari rumah impian? Cek saja di 99.co/id!

You Might Also Like