Berita Ragam

Orang Miskin Diminta Sadar Diri Tak Gelar Resepsi Pernikahan, kok Bisa? | Ini Cerita Lengkapnya!

2 menit

Masyarakat tengah dihebohkan dengan pernyataan salah satu pejabat pemerintahan. Pasalnya, ia menyatakan bahwa ada baiknya pemerintah melarang orang miskin untuk menggelar resepsi pernikahan. Maksudnya apa, ya?

Tampaknya pejabat pemerintahan sedang bersemangat membuat panduan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh warga miskin.

Pasalnya, baru-baru ini ada oknum pemerintah yang menyatakan bahwa sebaiknya orang miskin dilarang gelar resepsi pernikahan.

Pernyataan ini merupakan respon atas pandangan oknum lainnya yang menyatakan orang miskin sebaiknya tak menikahi orang miskin lagi.

Berikut cerita selengkapnya!

Usulan Orang Miskin Dilarang Gelar Resepsi Pernikahan

pernyataan dedi mulyadi soal resepsi pernikahan orang miskin

Sumber: kompasiana.com

Sabtu (8/8/2012) lalu, anggota DPR RI Dedi Mulyadi, membuat pernyataan mengejutkan.

Dilansir dari vice.com, ia menyatakan bahwa,  “Yang harus dibuat regulasi oleh pemerintah adalah orang berpenghasilan rendah dilarang buat pesta perkawinan karena akan melahirkan kemiskinan baru,”.

Pasalnya, ia pernah melihat seorang ibu menangis karena anaknya dapat saweran Rp10 juta.

Bukan karena tersinggung, melainkan bahagia sebab ia baru saja menggadaikan tanah untuk pernikahan anak tertuanya.

Ini menunjukkan betapa masyarakat cenderung memaksakan diri untuk melangsungkan resepsi pernikahan.

Padahal jika tak mampu, mereka cukup melangsungkan akad nikah saja tanpa perlu pesta.

Oleh sebab itu, sebaiknya pemerintah membuat regulasi terkait boleh tidaknya masyarakat miskin menggelar resepsi.

Respon dari Pernyataan Oknum Lainnya

muhajir effendi

Sumber: derapzone.com

Setelah diusut lebih lanjut, ternyata pernyataan ini keluar sebagai respon atas ucapan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendy.

Beliau menyatakan bahwa penyebab lahirnya kemiskinan baru adalah pernikahan sesama orang miskin.

“Sesama keluarga miskin besanan kemudian lahirlah keluarga miskin baru sehingga ini perlu ada pemotongan mata rantai keluarga miskin. Kenapa? Karena kemiskinan itu pada dasarnya basisnya adalah di dalam keluarga,” ujar Muhadjir.

Pernyataan inilah yang awalnya membuat geger masyarakat.

Pasalnya, ia tampak seperti menyalahkan masyarakat miskin dan berupaya mengatur kehidupan mereka.

Terlebih, perkara siapa menikahi siapa merupakan ranah privasi, yang tak seharusnya dikomentari siapapun.

Baca Juga:

Dampak Corona, Angka Pengangguran & Kemiskinan Diprediksi Melonjak Tajam!

Perspektif yang Sama-Sama Bermasalah

Keduanya tentu merasa apa yang disampaikan merupakan solusi untuk memberantas kemiskinan.

Sayangnya, keduanya tak menyadari bahwa prespektif mereka sebenarnya sama saja.

Sama-sama tidak tepat dan bermasalah, serta rawan menyakiti perasaan masyarakat.

Mengapa tidak tepat dan bermasalah?

Melalui pernyataan tersebut, mereka tampak sama-sama meminta orang miskin untuk sadar diri.

Tak hanya itu, pemerintah terkesan mengambinghitamkan orang miskin.

Seolah, merekalah yang menyebabkan kemiskinan untuk diri mereka sendiri.

Padahal, jika pun harus ada yang disalahkan, menurut Bhima Yudhistira, ekonom INDEF, maka pemerintah adalah penjahat utamanya.

Pasalnya, salah satu penyebab kemiskinan adalah ketidakmampuan sistem dan struktur sosial memberi kesempatan orang miskin untuk ‘naik kelas’.

“Mereka dimiskinkan karena struktur ekonomi memang tidak berpihak pada mobilitas kelas bawah. Dan akan bertambah terus kalau pemerintah abai,” kata Bhima dilansir dari vice.com.

Jadi, permasalahan utamanya tidak terletak pada siapa yang dinikahi ataupun resepsi pernikahan.

Melainkan pada kinerja pemerintah untuk menghilangkan kemiskinan dengan pemerataan fasilitas dan akses informasi.

Baca Juga:

Siap-Siap! Rumah Tak Layak Huni di Sleman Mendapat Dana Rehabilitasi Rp15 Juta

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Tertarik memiliki rumah dekat sawah?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu sekarang!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts