Berita Ragam

Jadi Orang Terkaya Ketiga di RI, Prajogo Pangestu Ternyata Hanya Lulusan SMP & Pernah Jadi Sopir Angkot

Advertisement
2 menit

Familiar dengan nama Prajogo Pangestu? Ia merupakan orang terkaya ketiga di RI versi situs Forbes, lo. Menariknya, pria berusia 77 tahun ini ternyata bukan berasal dari keluarga konglomerat, Sahabat 99. Yuk, simak kisah hidupnya dalam artikel berikut ini!

Prajogo Pangestu memiliki nama asli Phang Djoem Phen.

Ia lahir pada tahun 1944 di kawasan Sambas, Kalimantan Barat.

Bagi sebagian orang, namanya memang terdengar asing karena jarang terdengar.

Namun tahukah kamu, ia merupakan orang terkaya ketiga di RI versi Forbes, lo.

Perjalanan Hidup Orang Terkaya Ketiga di RI

kisah hidup orang terkaya ketiga di RI

Sumber: detik.net.id

Meski namanya tidak familiar, perjalanan hidup Prajogo Pangestu sangat menarik untuk diulas.

Pasalnya ia bukan merupakan orang kaya hasil warisan dari keluarga konglomerat.

Prajogo memulai segalanya dari nol karena ia berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Saat masih kecil ia bahkan harus putus sekolah selepas pendidikan SMP.

Setelah itu ia sempat merantau ke Jakarta demi mengubah nasib, tetapi kembali lagi ke Kalimantan Barat karena tidak kunjung mendapat pekerjaan.

Ia lalu bekerja sebagai sopir angkot jalur Singkawang-Pontianak demi mencari nafkah.

Lama-kelamaan pekerjaan ini membuatnya gelisah karena tidak memberi peluang untuk berkembang.

Oleh sebab itu ia memutuskan untuk mencoba peruntungan di bidang bisnis dengan berjualan bumbu hingga ikan asin.

Di tahun 1960, keberuntungan mulai menghampirinya berkat perkenalan dengan pengusaha kayu asal Malaysia, Bong Sun On atau Burhan Uray.

Ia mendapat tawaran untuk bekerja di perusahaan Burhan yang bernama PT Djajanti Group.

Posisinya adalah penanggung jawab Hak Pengusahaan Hutan (HTH) di Kalimantan Tengah.

Tujuh tahun berselang, ia sukses naik ke posisi General Manager Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur.

Merintis Karir di Bidang Perkayuan

prajogo orang terkaya ketiga di RI

Sumber: batamnews.co.id

Selang setahun menjadi General Manager, Prajogo memutuskan untuk resign dan membuka bisnis perkayuan sendiri.

Ia membeli CV Pacific Lumber Coy dengan modal pinjaman bisnis dari bank BRI dan mengubah namanya menjadi PT Barito Pacific Lumber.

Selain itu, Prajogo juga mencoba melakukan ekspansi bisnis dengan mendirikan PT Chandra Asri Petrichemical Center dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk.

Sayangnya di tahun 1998 ia harus berhadapan dengan krisis moneter sehingga perusahaannya terbelit utang yang cukup besar.

Namun berbekal tekad yang kuat, Prajogo berhasil memulihkan keuangan perusahaan dan bahkan mendirikan perusahaan induk bernama Barito Group.

Saat ini perusahaannya bahkan dikenal sebagai perusahaan sektor sumber daya alam terbesar di Indonesia.

Ia juga sukses menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai $7,6 miliar atau setara Rp106,4 triliun.

***

Semoga informasinya bermanfaat ya Sahabat 99.

Pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi 99.co/id untuk menemukan hunian idamanmu.

Ada beragam pilihan hunian menarik yang bisa kamu temukan, misalnya saja kawasan Kingland Avenue.

Hanifah

Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts