Berita

5 Pameran Kebun Binatang Manusia di Dunia | Nomor 4 Paling Biadab!

3 menit

Foto-foto kebun binatang manusia ini bikin miris, sebuah bukti kekejian dan kebiadaban bangsa asing di masa lampau.

Memiliki kulit dan tampilan fisik yang berbeda dari orang kulit putih merupakan sesuatu yang amat langka di masa lalu.

Ini lah alasan asal usul penjara manusia, di mana setiap insan yang terlihat berbeda, maupun itu secara tampilan dan tempat mereka berasal akan diambil dari rumah mereka dan dijadikan tontonan layaknya binatang.

Parahnya lagi, tindakan tidak manusiawi ini masih terjadi di tahun 1950-an, menandakan peradaban manusia dan cara berpikir kita yang amat terbelakang dan tidak berkembang.

Perlakuan keji di masa kolonial ini merupakan bukti dan peringatan bahwa kita sebagai manusia tidak harus bertindak lebih baik dalam mengatasi problema ras dan perbedaan fisik.

Intip kebrutalannya pada foto-foto kebun binatang manusia di bawah ini.

5 Foto Kebun Binatang Manusia: Saksi Bisu Kekejaman Masa Kolonial

1. Kebun Binatang Manusia di Amerika Serikat Memenjarakan Bangsa Filipina

kebun binatang manusia

Setelah masa perang antara Amerika Serikat dan Filipina di tahun 1904, dimenangkan oleh pihak Barat…

…Pemerintah AS memutuskan untuk memenjarakan penduduk asli Filipina dari suku Igorot dan menjadikan para tawanan tersebut sebagai tontonan warga.

Penjara bangsa Filipina ditempatkan di lahan terbuka dengan pagar bambu sebagai pembatas “kandang”.

Pinggang mereka dirantai, semuanya hanya diberi makan sehari sekali, belum lagi tindakan para tentara dan bangsa barat yang memperlakukan mereka seperti binatang.

Kebun binatang manusia yang ditempatkan di St. Louis ini bertahan selama lebih dari 10 tahun.

2. Bukti Keji Tindakan Christopher Colombus pada Suku Indian

Sejarah suku Indian di Amerika Serikat sangat kelam.

Suku asli Amerik Serikat ini sudah diperlakukan secara buruk oleh bangsa asing dari ratusan tahun yang lalu.

Pertama, rumah dimana mereka tinggal dijajah dan diambil oleh bangsa barat sehingga banyak dari mereka yang tidak hanya kehilangan tempat tinggal, namun juga mati karena perang gerilya.

Setelah perang, para penjajah yang dipimpin oleh Christopher Colombus pun menculik sebagian dari suku Indian dan mempertontonkan mereka layaknya binatang di dalam kandang.

Wanita, pria, hingga anak kecil ditali pada kayu, sebagian dari mereka digiring mengelilingi kota layaknya binatang sirkus.

Sejarah kelam ini sayangnya tidak pernah ditulis di buku-buku pelajaran Amerika Serikat.

Christopher malahan dianggap sebagai pahlawan nasional AS, bukan seorang pencuri lahan dan penjajah keji seperti yang sebenarnya terjadi di masa lalu.

Baca Juga:

Donald Trump Ancam Hancurkan 4 Situs Penting Iran yang Penuh Sejarah Ini

3. Kebun Binatang Manusia di Belgia Tahun 1958

kebun binatang manusia

Di tahun 1958, pemerintah Belgia menyiapkan pameran spesial untuk memperingati 200 hari kemajuan budaya, sosial, dan teknologi merela pascaperang.

Sungguh ironis, perayaan ini melibatkan kebun binatang manusia yang menampilkan suku asli Kongo yang didandani sebagaimana layaknya orang kulit putih pada masa itu.

Penduduk asli Kongo dibiarkan berkeliaran di dalam pagar yang terbuat dari kayu seperti kandang binatang.

Menurut sejarah Belgia, alasan memajang orang kulit hitam asal Kongo adalah sebagai pembelajaran perbedaan budaya bagi bangsa kulit putih.

Namun, alasan ini terdengar sangat tidak sensitif, mengingat sejarah pembudakan yang dialami oleh orang kulit hitam dari dulu sampai sekarang.

4. Tawanan Dibiarkan Berdiam di Air dalam Waktu Lama

Pada perayaan 200 hari budaya Belgia…

…Mereka dengan sengaja membangun desa dan lingkungan khas suku Kongo agar terlihat lebih autentik.

Pemerintah Belgia membangun gubuk jerami, area memburu, dan danau buatan kecil yang biasanya dipakai suku Kongo untuk membersihkan diri.

Tawanan asal Kongo dipaksa untuk melakukan apa yang diminta oleh penduduk Belgium.

Tidak sedikit dari mereka yang dipaksa berdiam di dalam air untuk berenang dan mempraktekan cara mereka membersihkan diri selama berhari-hari.

5. Banyak Budak dan Tawanan yang Meninggal karena Cuaca Ekstrem

kebun binatang manusia

Ketika mengunjungi kebun binatang, kamu pasti melihat setidaknya ada semacam bangunan perlindungan untuk menjaga binatang selalu aman dan nyaman saat musim berganti.

Fasilitas ini tidak diberikan untuk tawanan dan para budak asal Kongo yang dijadikan tontonan warga asing di masa lampau.

Mereka dibiarkan tinggal di gubuk jerami tipis, terkadang tanpa perlindungan sama sekali sehingga banyak dari mereka yang tewas karena cuaca dingin atau panas yang tidak terkendali.

Selain cuaca yang tidak menentu, para tawanan juga banyak yang meninggal karena kelaparan dan kekurangan gizi.

Baca Juga:

7 Wanita Terpintar Sepanjang Sejarah yang Mengubah Dunia. Ternyata ada Dari Indonesia!

Semoga bermanfaat, Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan pilihan properti idaman di 99.co/id

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts