Berita Ragam

Ironi di Balik Patung Soeharto yang Dimusnahkan dari Markas Kostrad karena ‘Urusan Surga dan Neraka’

2 menit

Patung Soeharto yang sebelumnya berada di Markas Kostrad musnah. Kejadian ini bermula ketika Letjen TNI (Purn) Azym Yusri Nasution menemui Dudung Abdurachman yang kini menjabat sebagai Pangkostrad Letjen TNI.

Melansir detik.com, Azym Yusri Nasution sempat menyampaikan curahan hatinya yang masih mengganjal terkait patung Soeharto di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam penturannya, Dudung Abdurachman menceritakan hal yang melatarbelakangi hilangnya patung Presden RI ke-2 tersebut.

Dudung pun menirukan apa yang diucapkan oleh AY Nasution kala itu.

Menurut Dudung sebagaimana penuturan AY Nasution, AY Nasution memohon agar dapat menarik patung Soeharto dan memusnahkannya.

Alasan tersebut dikemukakan AY Nasution karena ia berpegang pada ajaran agama Islam yang menganggap bahwa patung diharamkan dan tidak boleh.

Sementara, pembuat patung Soeharto adalah dirinya sendiri.

Lebih lanjut, AY Nasution berujar jika dirinya tak mau nanti meninggal masuk neraka.

Persinggungan batin dengan neraka ini yang menjadi salah satu pemicu dimusnahkannya patung tersebut.

Tanggapan Pangkostrad Dudung Abdurachman

dudung abdurachman

sumber: gridoto.com

Tak bisa mengambil keputusan sendiri, Dudung Abdurachman pun memanggil Ir. Kostrad dan Kaskostrad dan meminta pendapat dari keduanya.

Dudung mengizinkan pemusnahan patung tersebut dengan alasan lantaran patung dibuat sendiri oleh AY Nasution.

“Bagaimana dengan pendapatnya AY Nasution ini, memang beliau menghendaki demikian karena beliau yang membuat, saya katakan kalau yang membuat sesepuh terdahulu dan itu merupakan sejarah yang dibuat sesepuhnya terdahulu ya pasti akan saya larang,” katanya.




Apalagi, AY Nasution disebut-sebut membuat patung itu secara pribadi, bukan kedinasan.

Apabila suatu saat institusi akan buat lagi, Dudung merasa tak masalah.

Pendapat Gatot Nurmantyo Terkait Hilangnya Patung Soeharto

gatot nurmantyo

sumber: sonora.id

Sementara itu, Gatot Nurmantyo selaku mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan menanggapi hilangnya patung Pak Harto dan berharap semua presiden dihormati.

“Di mana-mana patung Bung Karno ada, bahkan nama Soeharto-Hatta [sebagai] jalan ada. Pak Harto mantan presiden, ada jasanya juga, mana sih ada patung seperti itu? Patung kecil pun musnah,” katanya.

“Ini kan satu hal yang sangat ironis,” tambahnya dalam wawancara di channel Youtube Karni Ilyas.

Menukil CNN Indonesia Gatot Nurmantyo mengatakan jika paham PKI tengah menyusup ke militer Indonesia.

Hilangnya patung Pak Harto disebut-sebut menjadi indikasi.

Di sisi lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menganggap tudingan Gatot tidaklah ilmiah.

***

Semoga ulasannya bermanfaat Sahabat 99.

Simak terus informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di sektar Tangerang Selatan, bisa jadi Anwa Residence adalah jawaban yang tepat.

Cek selengkapnya di www.99.co/id.




Hendi Abdurahman

Penulis 99.co Indonesia. Membahas sekaligus mengupas tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts