Berita Berita Properti

Pembangunan Ibu Kota Baru Harus Dibarengi dengan Infrastruktur Kota Satelit agar Banjir dapat Teratasi

2 menit

Pembangunan ibu kota baru masih terus berlanjut, tetapi diharapkan pembangunan infrastruktur di kota satelit juga tidak dilupakan oleh pemerintah.

Dilansir dari sindonews.com, pemerintah masih tetap memastikan pengerjaan megaproyek ibu kota baru di Kalimantan Timur terus berlanjut.

Pendanaan pengembangan kawasan ini berasal dari swasta melalui kontrak Build Operate Transfer (BOT).

Namun selain ibu kota baru, para ahli juga menyarankan pemerintah untuk turut serta membangun infrastruktur kota satelit, seperti kota-kota di Kalimantan Selatan.

Hal ini dilakukan agar perhitungan neraca air dan tata ruang kota menjadi lebih baik, sehingga tidak akan terulang lagi banjir besar Januari 2021.

Banjir di Kalimantan Selatan Sangat Mengkhawatirkan

banjir di kalimantan selatan

sumber: suara.com

Pakar Hidrogeologi dan Sumberdaya Air Dr. Sci. Rachmat Fajar Lubis mengatakan banjir yang melanda Kalimantan Selatan sangatlah mengkhawatirkan.

Dampak dari banjir di Januari 2021 ini tidak hanya menghancurkan harta benda dan infrastruktur, tetapi mengakibatkan korban jiwa juga.

“Seiring pertumbuhan pembangunan dan masyarakat di wilayah ini, menghasilkan perubahan konsep tata ruang…

…Ditambah lagi dengan perubahan iklim yang memunculkan event-event cuaca ekstrem seperti perubahan intensitas hujan yang terjadi belakangan ini, membuat konsep bebas banjir ini harus dikaji ulang” ujar Rachmat.

Dirinya juga mengatakan Kalimantan adalah kawasan yang siklus tata airnya sangat rentan, sehingga perubahan tata ruang akan mengubah neraca keseimbangan air di Kalimantan.

Salah satu kota penyangga yang akan terkena banjir ketika terjadi perubahan tata ruang adalah kota Barabai yang terletak di kaki pegunungan Meratus dan terkena aliran sungai Barito.

Agar Banjir Tidak Terjadi di Ibu Kota Baru, Diperlukan Sosialisasi Bencana ke Masyarakat

gambar ibu kota baru

sumber: liputan6.com

Peneliti dari Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Iwan Ridwansyah, juga menyarankan sosialisasi pada masyarakat.

Masyarakat harus diberi wawasan dan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

“Selama musim hujan ini belum berakhir, potensi terjadi bencara hidrometeorologi masih ada, terutama kondisi tanah sekarang sudah jenuh akibat terisi hujan sebelumnya,” ucap Iwan.

Agar di masa depan ibu kota baru tidak akan terkena bencana, maka pemerintah harus membentuk upaya untuk mencegahnya.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah perencanaan tata ruang kabupaten atau kota yang berpotensi terkena bencana.

Kota rawan bencana harus dikelola ulang dengan analisis ilmiah berbasis kebencanaan, seperti tempat parkir air, agar banjir tidak terjadi kembali.

***

Itulah berita mengenai pencegahaan banjir di ibu kota baru.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu, Sahabat 99!

Kamu sedang mencari rumah di Tangerang?

Bisa jadi Kingland Avenue adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Shafira Chairunnisa

Jr. Content Writer for 99.co
Follow Me:

Related Posts