Berita Berita Properti

Percepat Pembangunan Kawasan Industri Batang, Pemerintah Bangun Akses Jalan dan Rusun

2 menit

Kementerian PUPR telah mulai membangun infrastruktur dasar di Kawasan Industri Batang.

Presiden Jokowi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau langsung pembangunan di Kawasan Industri Batang pada Rabu (21/4/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga turut hadir.

Percepatan pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dilakukan pemerintah sebagai upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Akses Jalan Kawasan Industri Batang Mulai Dibangun

pembangunan kawasan industri batang dipercepat

sumber: dokumentasi Kementerian PUPR

Melasir situs resmi Kementerian PUPR, KIT Batang akan dibangun di atas lahan seluas 4.300 hektare.

Dari total luas lahan tersebut, kini hampir 450 hektare di antaranya telah siap digunakan untuk kegiatan industri yang berkaitan dengan teknologi.

Salah satu infrastruktur penting yang dibangun di kawasan industri ini adalah akses jalan yang terhubung dengan Jalan Tol Batang-Semarang.

Pembangunan akses KIT Batang sepanjang 3,1 kilometer dengan anggaran Rp540 miliar telah mencapai 49%.

Kemudian, anggaran sebesar Rp185 miliar disiapkan untuk membangun jalan kawasan 1A sepanjang 4 kilometer dan Jembatan Kali Mata Air sepanjang 120 meter.

Berdasarkan data dari pelaksana proyek yaitu PT Wijaya Karya (Persero), progres pembangunan fisik telah mencapai 45%.

Di sisi lain, kawasan Ruas 1B sepanjang 3,6 kilometer dan Jembatan Kali Kembar sepanjang 80 meter juga sedang dibangun.

Infrastruktur tersebut dibangun dengan biaya APBN sebesar Rp163 miliar.

Kontraktor untuk proyek ini adalah PT PP-MO (KSO) yang terikat kontrak sejak Desember 2020 sampai Juni 2021.

Pembangunan Infrastruktur Pendukung Lingkungan Hidup

Lahan proyek Kawasan Industri Batang

sumber: Bisnis.com

Di sektor sumber daya air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menyiapkan beberapa infrastruktur berikut:

  • Bendungan Singai Urang seluas 29,32 m³;
  • Bendungan Kedung Langgar seluas 142 hektare;
  • Mata Air sepanjang 400 meter;
  • Brontok 770 meter;
  • Pelabuan 861 meter;
  • Pesanggrahan 100 meter.

Selain itu, drainase di KIT Batang juga sudah mulai dibangun.

Progres pembangunan drainase pun kini telah mencapai sekira 8%.

Kemudian, Kementerian PUPR juga tengah menyiapkan infrastruktur pengelolaan sampah, di antaranya adalah:

  • Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu berkapasitas 35 ton per hari;
  • Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 285 liter per detik;
  • Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 18.000 m³ per hari.

Pembangunan Rusun di Kawasan Industri Batang

Selain itu, untuk memfasilitasi pekerja di kawasan industri tersebut pun tidak perlu repot-repot mencari hunian di Kabupaten Batang.

Pasalnya, di kawasan ini juga akan dibangun 10 tower rumah susun lima lantai.

Total luas lahan yang dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun ini adalah 5.735 m².

Setiap towernya bisa dihuni oleh 257 orang.

Pembangunan rusun ini diharapkan dapat meningkatkan efisien kerja bagi para pekerja.

Presiden Jokowi Berharap dapat Tingkatkan Perekonomian

Presiden Jokowi kunjungi KIT Batang

sumber: setkab.go.id

Presiden Jokowi berharap pembangunan KIT Batang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya berharap segera dapat dibangun dan bisa dipakai untuk dapat menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya serta membuka peluang seluas-luasnya, sehingga juga ada arus modal masuk atau capital inflow pada Negara kita untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional kita,” kata Presiden Jokowi, dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR, Kamis (22/4/2021).

Sementara, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa pembangunan kawasan industri ini dilakukan dengan menggunakan tenaga kerja lokal dan produk dalam negeri.

“Pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana APBN harus menggunakan produk dalam negeri, atau kalaupun produk dari luar, harus punya pabrik di sini,” kata Basuki.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Batang?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts