Berita Berita Properti

Menteri PUPR Usulkan Anggaran Pembiayaan Perumahan 2022 Naik Jadi Rp28,2 T. Ini Rincian Alokasinya!

2 menit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, berencana meningkatkan anggaran pembiayaan perumahan pada tahun 2022. Hal itu diungkapkannya dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu (2/6/2021).

Pada tahun ini anggaran pembiayaan perumahan mencapai Rp19 triliun.

Sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sementara, sisanya disalurkan pada tiga program lain, yaitu Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Basuki mengatakan, dengan meningkatnya anggaran ini, target jumlah unit rumah yang ditawarkan kepada masyarakat melalui berbagai program PUPR pun akan meningkat.

“Kalau tahun ini ada Rp 19 triliun, maka untuk tahun 2022 bantuan pembiayaan perumahan diperbesar menjadi Rp 28,2 triliun dengan target 1.169.945 unit rumah,” kata Basuki dalam rapat dengan Komisi V DPR RI, dikutip dari detik.com, Rabu (2/6/2021).

Anggaran Pembiayaan Perumahan 2022 Naik

menteri pupr basuki hadimuljono usulkan kenaikan anggaran pembiayaan rumah

sumber: dokumentasi Humas Sekretarian Kabinet

Sama seperti tahun ini, sebagian besar anggaran pembiayaan perumahan di tahun 2022 juga ditujukan untuk program FLPP.

Nantinya, anggaran untuk FLPP menjadi Rp23 triliun yang ditujukan untuk 200 ribu unit rumah.

Kemudian, program BP2BT mendapat porsi sebanyak Rp1,6 miliar untuk 42 unit rumah.

Sementara, untuk program Subsidi Selisih Bunga (SSB) diusulkan mencapai Rp4,39 triliun untuk 769.903 unit rumah.

Terakhir, anggaran program SBUM diusulkan sebesar Rp812 miliar untuk 200 ribu unit rumah.

Program Penyediaan Perumahan

ilustrasi rumah FLPP Kementerian PUPR

sumber: ppdpp.id

Di samping program pembiayaan perumahan, Kementerian PUPR menyiapkan anggaran penyediaan perumahan.

Untuk program tersebut, Kementerian PUPR telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk tahun 2022 melalui Ditjen Perumahan.

Sebanyak Rp1,5 triliun akan digunakan Ditjen Perumahan untuk membangun 1.963 rumah susun.

Pembangunan rumah susun tersebut ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah, pekerja, aparatur sipil negara, dan lembaga pendidikan keagamaan yang telah bekerja sama.

“Lalu ada pembangunan rumah khusus sebanyak 2.481 unit, anggarannya Rp 420 miliar. Ini untuk masyarakat terdampak program pemerintah, bencana alam, dan konflik sosial,” kata Basuki.

Kemudian, Kementerian PUPR juga akan membangun rumah swadaya sebanyak 101 ribu unit dengan anggaran Rp2,3 triliun.

Selain itu, ada juga anggaran untuk membangun sarana dan prasarana pada 20.500 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp200 miliar.

Terakhir, sebanyak Rp580 miliar anggaran untuk dukungan manajemen.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di Jakarta Utara, bisa jadi Manhattan Residence adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts