Berita Berita Properti

Program Sejuta Rumah Jalan Terus di Tengah Pandemi, PUPR Minta Pemda Setor Data Capaian Program

2 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan program Sejuta Rumah tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19. Kementerian itu pun meminta Pemerintah Daerah (Pemda) menyetor data perumahan terkait program tersebut.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa pihaknya memastikan program untuk rumah rakyat itu tetap berlangsung di 2021.

Melansir Tempo, PUPR juga berharap pengembang optimistis membangun rumah untuk masyarakat di berbagai daerah di tengah pandemi Covid-19.

“Kami akan terus menggandeng para pelaku pembangunan agar tetap bersemangat membangun rumah yang layak huni untuk seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, Kementerian PUPR juga tak bisa berjalan sendirian dalam pelaksanaan program sejuta rumah.

Untuk itu, ujar dia, PUPR berkoordinasi dengan para pelaku pembangunan guna memperkuat pendataan pembangunan perumahan dalam program Sejuta Rumah.

Pemda Diminta Setor Data

program sejuta rumah pupr

ekonomi.bisnis.com

Khalawi mengatakan, pemerintah pusat mempunyai wewenang untuk menyusun dan menyediakan basis data perumahan dan kawasan permukiman.

Hal itu sesuai amanat Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Untuk itu, pihaknya perlu mendapat dukungan dari Pemda baik di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota serta para pelaku pembangunan perumahan lainnya.

Pihaknya meminta agar seluruh Pemda mengirimkan data hasil pembangunan program tersebut.

“Hal ini dilaksanakan untuk mendukung pendataan program Sejuta Rumah di masa pandemi,” ujar dia.

Dia mengatakan bahwa selama ini pihaknya berupaya menyediakan data program Sejuta Rumah.

Data tersebut berasal dari hasil pembangunan rumah umum maupun rumah komersil yang berasal dari sumber APBN maupun dari nonAPBN.

Melansir data Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, capaian program sejuta rumah mencapai 312.290 unit per 31 Mei 2021.

Capaian tersebut terdiri dari 284.970 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 27.320 unit rumah nonMBR

PMN Optimalkan Program Sejuta Rumah

program sejuta rumah

okezone.com

Masih melansir Tempo, ekonom menilai Penyertaan Modal Negara (PMN) yang rencananya untuk PT Bank Tabungan Negara Tbk., merupakan langkah tepat.

BTN sebelumnya bakal memperoleh PMN sebesar Rp2 triliun untuk memeenuhi kebutuhan pembiayaan rumah.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai PMN tersebut akan membantu bank tersebut untuk mengoptimalkan program Sejuta Rumah.

“Pemerintah tidak bisa lepas tangan. Sehingga menjadi konsekuensi logis bagi pemerintah untuk mendukung permodalan BTN, melalui PMN. Demi optimalisasi program yang diamanatkan kepada BTN,” kata Piter.

Apalagi, backlog perumahan juga masih tergolong tinggi khususnya untuk kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Dengan kata lain, angka backlog masih sangat tinggi yaitu sekitar 11 juta unit.

***

Semoga informasi tersebut bermanfaat, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya hanya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang cari rumah dijual di Depok?

Kunjungi www.99.co/id dari sekarang dan temukan ragam hunian menarik!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts