Hukum

Pemilik Apartemen Bunuh Diri, Bagaimana Nasib Unit yang Ditinggalkan?

26 Juni 2019
pemilik apartemen bunuh diri
2 menit

Beberapa waktu ke belakang begitu banyak kabar pemilik apartemen bunuh diri di unit miliknya. Berita tersebut cukup membuat miris sebab kejadiannya bukan hanya sekali, namun kian bermunculan. Ternyata ada begitu banyak orang yang berniat mengakhiri hidup mereka dengan sengaja.

Sepeninggalan korban, pihak kepolisian kemungkinan akan mengamankan apartemen atau rumah untuk kebutuhan penyidikan.

Setelah proses tersebut selesai, bagaimana kira-kira nasib hunian tersebut, apalagi jika masih dalam proses kredit.

Mari cari jawabannya pada ulasan di bawah ini.

Nasib Unit dari Pemilik Apartemen Bunuh Diri: Diberikan pada Ahli Waris

Berdasarkan KUHPerdata Pasal 830:

harta waris baru terbuka (dapat diwariskan pada pihak lain) apabila terjadinya suatu kematian”.

Pasal ini menunjukkan bahwa, harta berbentuk apartemen dan rumah, akan diturunkan pada ahli waris jika sang pemilik meninggal, termasuk karena bunuh diri.

Siapakah ahli waris yang berhak dan berkewajiban atas harta tersebut? Hal ini pun diatur pada pasal 832 KUHPerdata yang menyebutkan:

“..yang berhak menjadi ahli waris ialah keluarga sedarah, baik yang sah menurut undang-undang maupun yang di luar perkawinan, dan suami atau isteri yang hidup terlama.”

Pembagian golongan ahli waris selanjutnya dijelaskan pada pasal 835 KUHPerdata.

Bagi pewaris dan ahli waris yang beragama Islam, hukum waris yang diterapkan tidak mengacu pada KUHPerdata yang dijelaskan di atas, melainkan sesuai dengan aturan dan syariat islam.

pemilik apartemen bunuh diri

Cicilan Apartemen Milik Almarhum Wajib Selesai!

Tidak hanya harta yang diwariskan pada ahli waris, utang pun demikian.

Apabila apartemen atau rumah yang ditinggalkan karena kematian tersebut masih dalam proses cicilan, maka ahli warislah yang bertanggung jawab melakukan pelunasan.

Baca Juga:

Meninggal Saat KPR Belum Lunas. Bagaimana Nasib Rumahnya?

Pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), calon debitur umumnya diwajibkan untuk mengikuti asuransi jiwa untuk meminimalisir gagal bayar akibat meninggal dunia.

Hal ini pun berlaku untuk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Jika di tengah masa cicilan pemilik meninggal, termasuk kecelakaan bunuh diri, maka sisa cicilan pun ditutupi oleh uang asuransi tersebut.

Balik Nama Apartemen Milik Almarhum Juga Harus Dilakukan

Setelah apartemen atau rumah peninggalan diberikan haknya pada ahli waris, umumnya akan dilakukan balik nama.

Hal ini dilakukan untuk memperjelas status kepemilikan dari properti tersebut.

Selain itu, proses balik nama akan mencegah sengketa yang bisa saja terjadi di masa depan.

Baca Juga:

Cara Membuat Sertifikat Tanah Warisan

Untuk melakukan proses balik nama, ahli waris yang akan dituliskan namanya pada sertifikat, harus memiliki surat keterangan waris (SKW).

Anda pun akan diminta untuk melampirkan surat keterangan kematian dari yang meninggalkan apartemen atau rumah tersebut.

pemilik apartemen bunuh diri

Semoga dengan penjelasan 99.co Indonesia di atas, Anda dapat lebih paham lagi soal nasib dari properti yang ditinggal oleh korban kecelakaan bunuh diri.

Ayo kunjung terus blog 99.co Indonesia untuk mengetahui ulasan bermanfaat lainnya seputar dunia properti.

Jangan sampai terlewat untuk mengunjungi www.99.co/id untuk mencari properti idaman Anda di seluruh penjuru Indonesia.

You Might Also Like