Berita

Ditolak Warga, Begini Potret Pencari Suaka yang Terlantar di Jakarta

2 menit

Para pencari suaka dari berbagai negara konflik yang berediam di Gedung Kodim, Kalideres, Jakarta tidak diterima oleh warga sekitar. Pasalnya karena jumlahnya yang sudah terlalu membludak. Baca kelengkapan beritanya di sini!

Imigran pencari suaka asal negara Afganistan, Somalia, dan Sudah sudah menempati beberapa tenda di lokasi pengungsian Kalideres, Jakarta Barat.

Mereka sudah menetap sejak Kamis (11/7/2019/ dan mulai memadati area Kalideres semenjak hari Jumat.

Sebelum direlokasi ke Kalideres, para pencari suaka ini memenuhi trotoar Jalan Kebon Sirih.

Sampai berita ini diturunkan, dikabarkan 998 pengungsi asing ini tinggal di dalam 6 tenda yang disediakan oleh Kementrian Sosial dan Dinas Sosial DKI Jakarta.

Walaupun sudah disetujui pemerintah, para warga Kalideres mengaku menolak keberadaan para pengungsi tersebut.

Para Pencari Suaka Ditolak Warga Kalideres

pencari suaka kalideres

Mengikuti update terbaru, sekelompok warga Kalideres dilaporkan menolak keberadaan para pencari suaka asing di daerah mereka.

Para warga Kalideres mengaku mereka tidak pernah mendapatkan pemberitahuan tentang rencana relokasi para imigran.

Dilansir dari cnnindonesia.com, selain karena upaya yang mendadak, warga Kalideres mengaku menolak para pencari suaka asal tiga negara tersebut karena…

…penempatan tenda-tenda pengungsian yang terlalu dekat dengan lokasi sekolah Dian Harapan Daan Mogot.

pencari suaka kalideres

Alhasil mereka pun khawatir peristiwa ini akan menggangu proses belajar anak-anak kelak.

Baca Juga:

Jakarta Sepi: Potret Kota Besar yang Ditinggal Mudik Penduduknya

Para warga pun sudah memasang beberapa spandung yang menunjukan keberatan mereka terhadap keputusan pemerintah Jakarta.

peencari suaka

Mereka berharap para pencari suaka asing sudah dipindahkan lagi sebelum liburan sekolah selesai.

“Kita demo bukan mengusir. Mereka ditaruh di sini juga tidak layak, dengan jumlah 1.100 orang. Mereka kemarin mandi dan makan saja teriak-teriak, kalau nanti ribut keluar bagaimana?,” ujar Budi, salah satu warga Kompleks Daan Mogot Baru.

Kebisingan Mulai Mengganggu Warga

peencari suaka

Tidak hanya lokasi pengungsian yang terlalu dekat dengan sekolah, warga Kalideres juga mengaku sempat mengkhawatirkan tingkah laku para pengungsi.

Lurah Kalideres, Mochamad Fahmi, menyatakan bahwa para imgigran yang menginap di kawasan Gedung Kodim tersebut tidak mengindahkan imbauan petugas setempat.

Para imigran seakan acuh tak acuh terhadap peraturan-peraturan yang ia sampaikan, dan hanya akan patuh pada petugas UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees).

Kembali, warga Kalideres pun angkat bicara.

“Membantu secara kemanusiaan boleh, kita semua setuju akan itu, tapi jangan mengorbankan warga Indonesia yang setiap bulan membayar pajak,” imbuh Deo.

peencari suaka

Sebagai seorang lurah, Fahmi telah berjanji akan mengawasi aktifitas para pencari suaka asing dan mendahulukan kepentingan warganya.

Ia sudah menempatkan sebanyak 6 orang personel dari Satpol PP dan PPSU untuk menertibkan para imigran agar tidak berkeliaran kemana-mana.

Menurut data yang terakhir yang dimiliki oleh Komisioner Tinggi PBB, jumlah pengungsi sudah meningkat dari 998 menjadi 1155 orang.

Baca Juga:

Dampak Urbanisasi Pasca Arus Balik, Jakarta Semakin Padat

Semoga ulasan 99.co di atas dapat bermanfaat untuk Anda, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk terus membaca ulasan lainnya seputar properti hanya di blog 99 co Indonesia.

Cari properti idaman hanya di 99.co/id.

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts