Berita

Viral Pendaki Hipotermia Disetubuhi, Benarkah Caranya? Simak di Sini!

27 Juli 2019
pendaki hipotermia disetubuhi
2 menit

Lagi-lagi, ada berita viral yang menghebohkan masyarakat Indonesia. Kali ini tentang pendaki hipotermia disetubuhi agar selamat. Apakah benar caranya?

Penyakit hipotermia adalah keadaan kritis di mana tubuh mengalami kedinginan karena kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.

Gejala ini paling sering menyerang para pendaki karena cuaca di atas pegunungan memang lebih dingin dari tempat lainnya.

Topik ini juga yang menjadi sebuah sumber kehebohan di media sosial belakangan ini.

Berawal dari unggahan seseorang di Instagram yang menjelaskan mengenai cara menangani pendaki hipotermia yaitu dengan disetubuhi.

Ternyata, setelah ditelusuri, isu salah kaprah ini datang dari sebuah komentar di salah satu kanal di YouTube.

Apakah sudah tepat cara menangani pendaki hipotermia disetubuhi ini?

Berikut fakta sebenarnya yang dihimpun Blog 99 Indonesia dari berbagai sumber.

Pendaki Hipotermia Disetubuhi, Benar atau Salah?

Menanggapi berita viral soal pendaki hipotermia yang disetubuhi, banyak ahli yang merasa resah dengan kesalahpahaman tersebut.

Tak hanya itu, warganet pun banyak yang merasa resah dengan viralnya berita tersebut.

Banyak warganet menganggap cara menyetubuhi seseorang yang mengalami penyakit hipotermia adalah modus untuk melecehkan.

Korbannya tak lain tentu saja adalah kaum perempuan.

 

View this post on Instagram

 

Saat mendaki gunung menjadi tren banyak sekali hal2 yang memprihatinkan sampai ke tindakan asusila ! __ Secara teori penanganan hipotermia dengan Skin To Skin bukanlah menyetubuhi ! Jadi salah kaprah !! Kalau korbannya cowo 😱😱 diapain? __ Banyak hal saat ini yang sebenernya salah, tapi karena sering dilakukan akhirnya jadi pembenaran. __ Ayolah guys informasi mudah di dapat saat ini tinggal di saring dan banyak sekali komparasinya __ Sungguh memprihatinkan seorang pendaki mampu menulis comment kronologi seperti itu, entah apa yang ada dalam hati dan otaknya ?? __ Jangan sampai hal ini terulang kembali !!! __ No bully ya, tanggapi dengan diskusi jernih __ #pendaki #pendakiindonesia #hipotermia #pendakigunung #pendakicantik #pendakikusam_ #pendakikusam #travellerid #ceritapendaki #jejakpendaki #pendakilawas #pendakimuslimah #pendakimuslim #mountnesia #mountainesia #urbanhikers #pendakicupu #pendakikeren #pendakijomblo #backpackerindonesia #dokterpendaki #gunungindonesia #gunung

A post shared by Willy Kurniawan (@willykurniawanid) on

Baca Juga:

Olahan Eceng Gondok | Bisnis Murah Beromzet Puluhan Juta Rupiah!

Salah satu yang resah dengan berita viral ini adalah Chintya Tangens, anggota Jelajah 54 Taman Nasional Indonesia.

Kepada Kumparan, dia menjelaskan bahwa cara mengatasi hipotermia dengan disetubuhi hanyalah modus.

Lebih lanjut Chintya menjelaskan, memang ada cara mengatasi penyakit hipotermia dengan skin-to-skin, namun bukan dengan cara disetubuhi.

Cara yang Benar Mengatasi Hipotermia

Senada dengan Chintya Tangens, dr. Lelita Danukusumo, pendiri 4Life First Aid Care Product, menyesalkan berita salah yang kadung viral tersebut.

Menurut Lelita, ada hal yang harus dipahami dan dipersiapkan sebelum pendakian agar tak sampai terkena serangan hipotermia.

Misalnya memaksimalkan persiapan, memahami medan, risiko, serta tanda atau gejala awal penyakit hipotermia.

Berikutnya, Lelita pun menjelaskan terkait cara menangani pendaki hipotermia yang tepat.

“Jadi yang benar, kalau korban sudah hilang kesadaran cara pertolongan pertamanya pastikan jalan napas korban terbuka.

Cek dan pastikan masih bernapas atau tidak. Kalau masih bernapas, berarti aman.

Lalu, cek pakaiannya, basah atau tidak. Jika basah, ganti dengan yang kering. Kemudian bungkus dengan emergency blanket dan masukkan dalam sleeping bag.

Sedangkan, jika posisinya tidak sadarkan diri, berarti posisinya harus dimiringkan stabil,” papar Lelita.

Baca Juga:

Sering Tidur dengan Lampu Menyala? Ini 7 Bahayanya Bagi Kesehatan!

Tak hanya itu, Sabar, seorang Skep dan Ners dari Basic Life Support Rumah Sakit Pusat Pertamina juga menjelaskan metode skin to skin.

Ia membenarkan bahwa metode ini dilakukan dengan cara saling menyentuhkan kulit satu sama lain.

Cara ini terbukti ampuh untuk meningkatkan suhu tubuh ketika dalam kondisi ekstrim.

“Skin to skin jauh lebih efektif, karena adanya hantaran hangat dari dalam tubuh kita. Nah, ini yang bisa cepat menaikkan suhu tubuh seseorang akibat penyakit hipotermia,” ujar Sabar pada Detik.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Jangan lupa baca informasi menarik seputar properti dan hunian di Blog 99.co Indonesia

Cari properti impian kamu lewat 99.co/id ya.

You Might Also Like