Berita Berita Properti

Respons Lembaga Keuangan Menjadi Penentu Keberhasilan Insentif PPN Rumah

2 menit

Baru-baru ini pemerintah memberikan insentif PPN rumah yang diharapkan mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga.

Dilansir dari medcom.id, insentif pajak pertambahan nilai atau PPN merupakan bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat terutama di sektor rumah.

Selain dapat meningkatkan daya beli masyarakat, pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance, Eko Lisyanto, juga mengatakan kebijakan ini dapat memulihkan perekonomian Indonesia.

Hal tersebut karena kebijakan insentif PPN ini dapat membangkitkan kembali sektor properti yang berpengaruh besar dalam perekonomian secara keseluruhan.

“Relaksasi pajak PPN properti ini pasti akan berimplikasi pemulihan ekonomi. Ini positif, tapi tantangannya bagaimana aspek kesehatan dan pandemi teratasi,” ujar Eko.

Penjualan Rumah di Indonesia Akan Tumbuh Karena Insentif PPN Rumah

insentif ppn rumah indonesia

Eko meyakini penjualan rumah akan semakin meningkat seiring dengan membaiknya permintaan masyarakat akan rumah.

Namun kemungkinan penjualan ini tidak akan tumbuh secara cepat karena kurva penanganan pandemi Indonesia yang masih belum melandai.

“Aspek ini akan berpengaruh terhadap penjualan perumahan yang sedikit terdongkrak dibanding tahun lalu. Meski proses kenaikannya akan berjalan lebih landai, artinya tidak mengakselerasi permintaan properti secara cepat,” ucap Eko.

Perlu diketahui bahwa penjualan rumah di tahun 2020 merupakan yang paling buruk yang pernah dialami Indonesia.

Sepanjang 2020, penjualan perumahan anjlok 31,8 persen dibandingkan dengan penjualan di tahun 2019 dan merupakan tingkat penjualan terendah di Indonesia.

Keberhasilan Insentif akan Bergantung dari Respons Lembaga Keuangan

penjualan rumah indonesia

Eko juga menegaskan bahwa keberhasilan dari insentif ini akan sangat bergantung dari respons lembaga keuangan, seperti bank dan non-bank.

Hal tersebut karena bank dan non-bank merupakan pihak yang memiliki andil dalam pembiayaan kredit rumah.

Menurut Eko, bank masih khawatir dan belum sepenuhnya yakin untuk menyalurkan KPR pada masyarakat di masa pandemi ini.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian insentif fiskal untuk sektor properti berupa PPN yang ditanggung oleh pemerintah.

Insentif ini hanya berlaku untuk rumah tapak dan rumah susun atau rusun dan hanya akan dilakukan selama Maret hingga Agustus 2021.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.010/2021 menyatakan PPN untuk rumah dengan harga jual sampai Rp2 miliar akan dibebaskan 100%.

Sementara itu, PPN untuk rumah seharga Rp2-5 miliar akan dikenakan 50%.

***

Itulah berita mengenai keberhasilan PPN yang dipengaruhi oleh respons lembaga keuangan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu, Sahabat 99!

Kamu sedang mencari apartemen di Tangerang?

Bisa jadi Fairview House adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Shafira Chairunnisa

Jr. Content Writer for 99.co
Follow Me:

Related Posts