Berita Ragam

Mengenal Apa Itu Fetish yang Dianggap Suatu Kelainan. Ketahui Gejala dan Penyebabnya di Sini!

2 menit

Tak sedikit yang belum mengenal apa itu fetish yang bagi sebagian orang awam dianggap sebagai suatu kelainan. benarkah fetish adalah kelainan?

Sahabat 99, pernahkah kamu mendengar seseorang yang menyukai benda mati?

Kasus seseorang yang menyukai benda mati berupa objek tertentu masih kerap dijumpai.

Mereka menjadikan benda mati nonseksual sebagai suatu kenikmatan.

Hal itu bisa disebut fetish.

Namun, masih banyak yang salah kaprah mengenai pemahaman fetish.

Banyak yang beranggapan bahwa fetish sangatlah buruk.

Padahal, menurut sudut sejumlah psikolog, fetish tak selalu negatif.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

8 Fakta Mengenal Apa Itu Fetish

1. Apa Itu Fetish

Fetish adalah sebuah kondisi saat seseorang akan merasakan kepuasan dari objek-objek yang sifatnya bukan genital.

Dikutip webmd, orang yang berkaitan dengan fetish memiliki dorongan seksual yang berhubungan dengan benda mati.

Seseorang tersebut menjadi terangsang baik dengan cara memakai, melihat, hingga menyentuh objek tersebut.

2. Bentuk Paraphilia

Dilansir Medicine Net, fetishisme termasuk sebagai bentuk paraphilia atau istilah penyimpangan seksual.

Menurut Grace Point Wellness, dalam DSM-5 fetish diklasifikasikan sebagai gangguan paraphilia.

Paraphilia menunjukkan adanya minat seksual yang intens, terus menerus, dan ganjil dibandingkan minat seksual secara normal pada umumnya.

Ini menyebabkan tekanan atau gangguan yang signifikan, atau melibatkan bahaya pribadi atau risiko bahaya bagi orang lain.

3. Objek Fetish

Menurut psikolog Zoya Amirin, objek fetish berkaitan dengan benda mati atau hidup.

Orang yang berkecendrungan fetish juga akan merasa terangsang dengan benda atau hal-hal nonseksual.

Objek fetish, misalnya, memiliki ketertarikan terhadap sepatu, pakaian dalam, kaos kaki, selimut, dan lainnya.

Pemilik fetish juga bisa terangsang dengan pusar, ketiak, jempol kaki, betis, rambut, hingga telapak kaki.

Bahkan, sebagian orang akan bergairah hanya dengan melihat gambar.

4. Kriteria Diagnostik Fetish

Pada DSM-5, kriteria diagnostik dari fetish adalah sebagai berikut:

A. Selama periode paling sedikit 6 bulan, munculnya gairah seksual yang intens dan berulang baik dari objek benda mati atau anggota tubuh yang spesifik (tidak bersifat seksual).

Ini kemudian dimanifestasikan melalui fantasi, dorongan, dan perilaku.

B. Fantasi, dorongan seksual, atau perilaku tersebut menimbulkan distress/hambatan secara signifikan pada bidang sosial, pekerjaan, maupun bidang fungsional lainnya.

C. Objek fetish tidak terbatas pada bagian pakaian yang digunakan untuk cross-dressing (seperti pada tranvestic disorder) atau alat yang secara spesifik digunakan untuk menstimulasi alat kelamin.

5. Fetish Adalah Kelainan?

Mungkin banyak orang yang memiliki fetish tertentu.

Hanya saja, hal tersebut tidak sampai menimbulkan gangguan dalam dirinya dan orang lain.

Fetish adalah kelainan atau gangguan apabila sudah menimbulkan penderitaan.

Selain itu, menimbulkan disfungsi di dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dfunstation, fetish akan dikategorikan menjadi sebuah gangguan fetish apabila memenuhi kriteria A dan kriteria B dalam DSM-5.

Meskipun banyak individu mungkin terlibat fetisistik, namun kemungkinan besar hanya kurang dari 1 persen yang akan didiagnosis sebagai orang yang memiliki gangguan.

Jadi, orang yang memiliki fetish juga tak selalu negatif atau buruk.

6. Penyebab Fetish

Masih dikutip dfunstation, gangguan paraphilia muncul pada saat pubertas.

Namun, tidak menutup kemungkinan fetish dapat muncul sebelum masa remaja.

Ketika sudah terbentuk, fetish akan cenderung mengeluarkan dorongan dan perilaku tertentu yang tidak biasa.

Penyebab fetish juga bisa terjadi karena trauma masa lalu, menderita kekerasan, pemerkosaan, dan faktor neurologis.

7. Terjadi pada Pria

Menurut berbagai riset dan laporan yang ditemukan, fetish kerap dialami pada pria.

Dikutip dari Psychology Today, gangguan fetisisme jauh lebih umum dialami pria daripada pada wanita.

Pada kenyataannya, DSM-5 menunjukkan gangguan ini memang muncul hampir secara khusus pada pria.

8. Cara Mengobati Fetish

Apakah perilaku fetish bisa diobati?

Hal ini lantaran pemilik fetish tertentu akan sangat malu jika secara terang-terangan mengakuinya.

Namun, psikoterapi adalah perawatan yang paling umum.

Terapi kognitif-perilaku dapat digunakan di mana terapis membantu orang tersebut menemukan penyebab perilaku tersebut.

Dengan kata lain, dikelola dengan treatment dan perawatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

***

Semoga artikel di atas bermanfaat, Sahabat 99.

Jangan lupa, cek tulisan menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari apartemen?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan ragam hunian menarik.

Salah satunya mungkin apartemen SQ Res di Jakarta Selatan!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts