Berita Ragam

Memahami Pengertian Surat Perjanjian Hutang | Dilengkapi Contoh, Cara Membuat, dan Tips

4 menit

Sahabat 99, apakah kamu tahu apa itu surat perjanjian hutang? Jika kamu merasa bahwa masalah hutang-piutang bukan hal yang sepele, maka membuat surat perjanjian seperti ini adalah jalan keluarnya. Untuk itu, mari kita pahami tentang hal tersebut.

Dikutip Lifepal, surat tersebut adalah acuan tertulis resmi yang melibatkan pemberi dan penerima pinjaman.

Surat perjanjian ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak, baik pemberi ataupun penerima hutang.

Sahabat 99, urgensi surat perjanjian ini cukup tinggi.

Ini mengingat hutang-piutang terutama uang dalam jumlah besar atau properti dalam dunia bisnis memungkinkan terjadi perselisihan.

Misalnya saja dalam pinjaman uang. Meskipun saling kenal atau saudara, akan tetapi tetap menyimpan risiko terjadinya perselisihan.

Sebelum membuat surat perjanjian hutang, kamu juga perlu memahami mengenai arti hutang-piutang.

Dalam pengertiannya, hutang-piutang adalah segala sesuatu yang menjadi hak milik pemberi pinjaman yang diberikan untuk jangka waktu tertentu kepada penerima pinjaman.

Penerima pinjaman berkewajiban mengembalikan hak milik pemberi pinjaman seperti uang atau properti.

Komponen Surat Perjanjian Hutang

surat hutang

sumber: editage.com

Sahabat 99, dalam surat perjanjian hutang ini ada beberapa komponen yang harus dicantumkan baik hutang perorangan maupun perusahaan.

Hal ini membutuhkan surat perjanjian agar tidak merugikan salah satu pihak di kemudian hari.

Apa saja komponen tersebut?

Dikutip Lifepal, berikut poin-poinnya.

  • Pasal 1, yang berisi tentang perjanjian kerja sama untuk tujuan pembiayaan modal kerja sesuai nominal yang dipinjam dan pada tanggal/bulan/tahun pinjaman diberikan.
  • Pasal 2, jangka waktu pengembalian yang disepakati kedua belah pihak.
  • Pasal 3, berisi tentang jaminan dan kompensasi yang mencakup apa yang peminjam bisa jaminkan (misalnya aset properti, perusahaan, atau kendaraan) dan besaran kompensasi yang akan diterima pemberi pinjaman.
  • Pasal 4, berisi tentang jangka waktu perjanjian yaitu kapan masa berlaku hutang tersebut berakhir dan kesepakatan kedua belah pihak selesai.
  • Pasal 5, berisi tentang penyelesaian perselisihan termasuk caranya.

Fungsi Surat Perjanjian Hutang

Nah, kamu juga harus pahami bahwa salah satu fungsi utama surat perjanjian hutang adalah bukti autentik bagi pemberi pinjaman untuk menagih pinjaman.

Begitu juga bagi peminjam, menjadi bukti autentik untuk sejumlah uang atau bentuk lainnya yang dipinjam dari pemberi pinjaman.

Untuk itu, berikut fungsi lainnya dari surat perjanjian hutang ini.

  • Menjadi konfirmasi resmi pihak-pihak yang terlibat dalam hutang-piutang.
  • Menjadi konfirmasi besaran hutang dan waktu transaksi dilakukan.
  • Mencegah kecurangan salah satu pihak untuk menagih dalam jumlah lebih besar atau melebihi pinjaman yang disepakati sebelumnya.
  • Menghindari perselisihan yang kemungkinan terjadi di kemudian hari.
  • Menghindari berbagai risiko yang mungkin terjadi oleh karena itu dibutuhkan tanda tangan kedua belah pihak di atas materai.

Faktor yang Memengaruhi Persetujuan Surat Hutang

cara membuat surat hutang

sumber: mindfood.com

Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pemberi pinjaman.

Baik itu pinjaman bank, p2p lending yang berbasis teknologi finansial (fintech), atau layanan lain yang ada persyaratannya.

Rata-rata pemberi pinjaman akan mewajibkan untuk memenuhi beberapa persyaratan atau menyertakan dokumen berikut ini.

  • Fotokopi kartu identitas diri seperti KTP, paspor, SIM, dan lainnya.
  • Menyertakan fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Untuk hutang dengan tujuan usaha biasanya harus menyertakan fotokopi Akta Pendirian, surat perizinan usaha seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Setelah memenuhi semua persyaratan ini, tidak langsung mendapat pinjaman.

Biasanya masih ada proses lain seperti evaluasi dokumen dan tujuan penggunaan pinjaman atau hutang.

Berikut faktor-faktor yang memengaruhi persetujuan surat hutang.

  • Karakter calon peminjam, yaitu riwayat kredit di perbankan yang diperoleh dari wawancara langsung.
  • Kondisi ekonomi yang tengah terjadi di negara tempat bisnis kita beroperasi.
  • Kekayaan bisnis yang menunjukkan aset yang dimiliki dan bisa dijadikan jaminan jika peminjam gagal bayar.
  • Kapasitas, yaitu pemberi pinjaman akan menilai calon peminjam dari berbagai faktor yaitu riwayat bisnis, rencana bisnis, hingga laporan keuangan.
  • Jaminan aset yang biasanya akan diminta pemberi pinjaman.

Baca Juga:

Membatalkan Surat Wasiat yang Telah Dibuat | Aturan & Cara

Contoh Surat Perjanjian Hutang

Surat Perjanjian Hutang Piutang

Pada hari ini, Rabu (11 Juli 2020), kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang, yaitu:

Nama : Alejandro

Umur : 35 tahun

Pekerjaan : Aktor

Alamat : Jalan Jl Doang Jadian Kagak 17, Cisalak, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

Nama : Mimin

Umur : 40

Pekerjaan : Direktur PT Kecap Asin Nasional, Jakarta

Alamat : Jalan Mawar Melati Semua Indah 203, Jakarta

Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Maka melalui surat perjanjian ini disetujui oleh kedua belah pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dari PIHAK KEDUA dimana uang tersebut adalah hutang atau pinjaman.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan jaminan yaitu sertifikat rumah yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman dari PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Hutang ini.
  4. Apabila nantinya di kemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk milik pribadi maupun dijual kembali kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan masing-masing bermaterai cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama. Masing-masing surat untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun di tempat dan waktu penandatanganan Surat Perjanjian ini.
    Demikian Surat Perjanjian Hutang ini dibuat bersama di hadapan saksi-saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani untuk dijadikan pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

PIHAK PERTAMA                         PIHAK KEDUA

TTD                                                 TTD

(Alejandro)                                       (Mimin)

Para Saksi (dua dari PIHAK PERTAMA, dua dari PIHAK KEDUA)

Nama jelas dan tanda tangan

Picasso ……………….
Stefanie ………………….
Sukma ………………….
Lambretta ………………….

Contoh Surat Perjanjian Hutang Lainnya

surat perjanjian hutang

Sumber: Cermati

surat perjanjian hutang

Sumber: contohsurat

Tips Membuat Surat Perjanjian

Sahabat 99, supaya tidak menimbulkan risiko di kemudian hari maka kamu juga perlu memahami tips apa saja dalam membuat surat hutang.

Dikutip Cermati, berikut tipsnya:

  • Menjadi dokumen krusial dalam kegiatan utang-piutang, seluruh pihak terkait harus paham betul dengan isinya.
  • Surat harus berisi seluruh komponen atau informasi penting perihal kegiatan utang-piutang di dalamnya.
  • Penjelasan dari setiap komponen juga harus jelas dan detail serta tidak merugikan pihak yang terkait.

Baca Juga:

Seluk-beluk Surat Utang Negara. Apakah Aman untuk Investasi?

Sahabat 99, itulah tentang surat perjanjian hutang.

Semoga dengan penjelasan ini kamu jadi semakin paham, ya.

Simak terus artikel lainnya di Berita Properi 99.co Indonesia.

Kamu juga bisa cari properti dengan mudah hanya di www.99.co/id!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts