Berita Berita Properti

Peningkatan Fungsi Pasar Bisa Jadi Solusi Ketersediaan Hunian di Jakarta. Ini Penjelasannya!

2 menit

Ketersediaan hunian akibat lahan yang terbatas masih menjadi masalah utama ibu kota. Sebagai solusi, Jakarta Property Institute (JPI) menyarankan pemerintah untuk melakukan peningkatan fungsi pasar. Beriku penjelasan lengkapnya!

Terbatasnya lahan di Jakarta memang merupakan permasalahan yang tidak pernah usai.

Menurut data lima tahunan Kementrian PUPR, ini menyebabkan Jakarta kekurangan sekitar 1,2 juta unit hunian (backlog).

Angka ini baru meliputi penduduk dengan KTP Jakarta yang belum memiliki hunian.

Belum mencakup para pendatang dengan KTP non Jakarta yang tinggal di sana.

Untuk mengatasinya, Jakarta Property Institute (JPI) menyarankan adanya peningkatan fungsi pasar di ibu kota.

Peningkatan Fungsi Pasar Sebagai Solusi Ketersediaan Hunian

peningkatan fungsi pasar tradisional jakarta

Sumber: mapio.net

Menurut JPI, pemerintah bisa memaksimalkan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai solusi keterbatasan lahan.

Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan fungsi lahan pasar di ibu kota.

Lahan yang tadinya hanya digunakan untuk pasar bisa dikembangkan menjadi bangunan dengan fungsi campuran (mixed-use).

Artinya, lahan ditumbuhkan ke atas untuk menjadi rumah susun sementara area bawahnya tetap ditujukan sebagai area pasar tradisional.

“Peningkatan fungsi pasar menjadi fungsi campuran bisa mengatasi kekurangan suplai hunian (backlog),” kata JPI melalui situs resminya jpi.or.id.

Langkah ini juga diyakini dapat membantu meramaikan kembali pasar tradisional di Jakarta, Sahabat 99.

Setidaknya ada empat pasar di ibu kota yang bisa dimanfaatkan dengan lebih optimal.

Pemerintah bisa meningkatkan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) keempatnya hingga menjadi 5.

Tujuannya, agar bangunan bisa menjadi hunian bagi 300 hingga 2.500 orang penduduk.

“KLB rata-rata pasar tersebut hanya 2,4. Padahal, keempat pasar ini berpotensi diubah menjadi bangunan dengan fungsi campuran yaitu pasar dan hunian” kata JPI lebih lanjut.

Empat Pasar yang Dapat Ditingkatkan Fungsinya

model peningkatan pasar di ibu kota

Sumber: jpi.or.id

1. Pasar Inpres Kebon Melati

Lokasi pertama adalah pasar Inpres Kebon Melati yang memiliki luas lahan sekitar 3,9 ribu meter persegi.

Lokasinya ada di jalan J. Sabeni Raya, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Jika KLB ditingkatkan menjadi 5, pasar ini bisa menampung hingga 405 unit rumah susun, Sahabat 99.

2. Pasar Mampang Prapatan

Berikutnya ada pasar Mampang Prapatan di atas lahan seluas 2,3 ribu meter persegi.

Berlokasi di jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, pasar ini kini sudah sepi pedagang dan pembeli.

Jika fungsinya diubah menjadi pasar dan hunian, Pemerintah bisa membangun hingga 240 unit rumah susun di dalamnya.

3. Pasar Jembatan Lima

Berikutnya ada pasar Jembatan Lima dengan lahan seluas 6,2 ribu meter persegi.

Jika fungsinya ditingkatkan, lahan ini bisa menampung hingga 628 unit rumah susun.

Artinya,sekitarr 2.511 orang bisa memiliki hunian mereka sendiri.

4. Pasar Mede

Terakhir ada pasar Mede di Jakarta Selatan.

Pasar satu ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 ribu meter persegi.

Apabila KLB pasar dimaksimalkan, maka bangunan bisa menampung sekitar 166 unit rumah susun.

Kurang lebih ada sekitar 661 orang yang bisa tinggal di sana, Sahabat 99.

***

Semoga informasinya bermanfaat, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari properti untuk investasi masa depan?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu.

Ada beragam pilihan properti menarik seperti kawasan Casa Grande Residence.

Hanifah

Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts