Berita Berita Properti

Waspada Penipuan Perumahan Syariah, Pelajari Modus dan Cara Menghindarinya!

2 menit

Beberapa tahun terakhir, hunian di perumahan syariah diminati banyak orang. Sayangnya, banyak orang yang akhirnya terjebak dalam penipuan perumahan syariah.

Sejumlah oknum memanfaatkan animo tinggi masyarakat terhadap perumahan syariah untuk keuntungan pribadi.

Jenis penipuan ini kerap terjadi di beberapa kabupaten/kota di Indonesia.

Beberapa di antaranya terjadi di Bogor, Surabaya, dan Jakarta.

Salah satu daya tarik perumahan syariah adalah memberikan jaminan bebas riba.

Hal ini membuat masyarakat, khususnya yang beragama Islam tertarik membeli rumah di perumahan itu.

Melansir berbagai sumber, berikut ini contoh kasus penipuan perumahan syariah, modus, dan cara menghindarinya yang perlu diperhatikan.

Baca Juga:

Tertarik dengan Perumahan Syariah? Jangan Asal Beli, Kenali Dulu Ciri & Sistem Pembeliannya!

3 Contoh Kasus Penipuan Perumahan Syariah

penipuan investasi rumah

Sumber: katadata.co.id

1. Penipuan Perumahan Syariah di Bogor

Kasus penipuan perumahan syariah di Bogor terungkap pada Maret 2020.

Sebuah perusahaan bernama PT Alfatih Bangun Indonesia menawarkan sejumlah rumah di Perumahan Syariah Quranic Residence.

Rencananya, perumahan tersebut dibangun di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor.

Dalam kasus tersebut, pihak pengembang menjanjikan perumahan bebas riba dengan harga yang relatif murah.

Sekira 125 orang dilaporkan telah tergiur dengan tawaran tersebut.

Satu di antara korban, Taufik, mengaku telah menyetor uang muka sebesar Rp81 juta untuk rumah seharga Rp275 juta.

Namun, rumah yang dipesannya tak kunjung dibangun.

Kerugian ratusan korban tersebut ditaksir mencapai Rp12 miliar.

2. Penipuan Perumahan Syariah di Sidoarjo, Catut Nama Ustaz

Kasus penipuan di Sidoarjo ini terungkap pada Januari 2020.

Diketahui, PT Cahaya Mentari Pratama memasarkan sejumlah rumah di dalam kompleks perumahan Multazam Islamic Residence.

Perumahan tersebut rencananya dibangun di Desa Kalanganyar, Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Kasus ini mencuat setelah seorang korban melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya.

Dari hasil penyidikan polisi, ditemukan fakta bahwa lahan yang dijanjikan kepada konsumen untuk dibangun rumah ternyata bukan tanah milik pelaku.

Tanah tersebut disewa pelaku dari orang lain.

Sebagian lahan tersebut bahkan masih berupa rawa dan sisanya sudah dibangun paving block.

Tercatat sebanyak 32 orang menjadi korban dalam kasus ini.

Kerugian korban dari kasus penipuan ini mencapai Rp1 triliun.

Selain itu, pelaku penipuan juga mencatut nama Ustaz Yusuf Mansur untuk menarik calon pembeli.

Namun, ustaz kondang itu telah mengonfirmasi bahwa dia tidak pernah terlibat sama sekali dalam bisnis itu.

3. Kasus di Tangerang, Makan 3.680 Korban

Sebanyak empat orang berinisial MA, SW, CB, dan S, ditangkap Polda Metro Jaya pada Desember 2019.

Keempatnya merupakan tersangka kasus penipuan perumahan syariah di Tangerang.

Diketahui, keempat tersangka telah menipu 3.680 korban.

Total kerugian korban mencapai Rp40 miliar.

Dalam kasus tersebut, korban dijanjikan perumahan syariah dengan harga murah dan tanpa BI checking.

Iming-iming tersebut membuat ribuan orang tertarik membeli rumah yang dipasarkan PT Wepro Citra Sentosa.

Korban dijanjikan bahwa rumah selesai dibangun pada Desember 2018, tetapi hingga kini belum ada satu bangunan pun dibangun.

Modus Penipuan yang Dilancarkan

Berkaca pada kasus tersebut, terdapat beberapa modus yang dilancarkan pelaku untuk menipu korbannya.

Sebaiknya kamu berhati-hati, jika ada sebuah perusahaan memasarkan perumahan syariah dengan iming-iming seperti berikut ini:

  • Menjanjikan perumahan syariah tanpa riba.
  • Mencatut nama tokoh terkenal.
  • Belum ada rumah yang dibangun.
  • Kepemilikan lahan tidak jelas.
  • Menjanjikan prosedur yang lebih mudah dibanding perumahan lainnya.
  • Menawarkan harga murah

Jika mengetahui pengembang yang memasarkan perumahan syariah dengan ciri-ciri di atas, sebaiknya kamu berhati-hati.

Cara Menghindari Penipuan Perumahan Syariah

Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk menghindari penipuan berkedok menjual perumahan syariah.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu gunakan:

  • Mengenali ciri-ciri penipuan perumahan syariah.
  • Mengecek izin pembangunan perumahan ke pemerintah daerah.
  • Cek keanggotaan pengembang di Real Estat Indonesia (REI) atau Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi).
  • Pastikan pengembang memiliki mitra bank pemberi KPR.
  • Mengecek dokumen perizinan pengembang. Tanyakanlah secara detil mengenai izin yang dimiliki pengembang.
  • Tanyakan beberapa hal secara rinci, semisal waktu pembangunan, portofolio pengenmabng, dan lain-lain.
  • Pastikan kamu melihat wujud rumahnya, bukan hanya rumah contoh.

Baca Juga:

Halal dan tanpa Riba, Ini Cara Investasi Saham Syariah yang Harus Kemu Ketahui | Dilengkapi Seluk-beluk

Itulah beberapa contoh kasus penipuan perumahan syariah, lengkap dengan tips menghindari penipuan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang sedang mencari rumah di perumahan syariah.

Kamu sedang mencari perumahan syariah?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts